
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Michael mendekati Alira sambil menyeret cambuk listrik nya. Cambuk yang panjang hampir 2 meter itu nampak sesekali berkedip kedip karena arus listrik.
zzrreettstsss..... zzrreettstsss.....
"Hei pak tua... ngapain kau dekat dekat???.. sana... males banget liat muka kau itu.. " kata Alira
"hehh..... bicaralah selagi kau masih bisa bicara.. tapi setelah ini hanya akan ada suara teriakan mu... hahahahah" tawa Michael jahat.
kpiissssss...... kpiissssss....... kpiissssss.....
"aaakkhhhh....... hahhkkkhhhh..... aaawwsssssttt.. s-sakit... " rintihan terdengar begitu enak di telinga Michael
"hahahah.. benar kan kata ku.... kau akan merasakan sakit yang lebih hahhah.... Hiiiyyaaahhhh.... hiyyahhh.... rasakan ini!!!!!! hahahah" Michael terus melayangkan cambuk listrik nya ke tubuh Alira.
"Bos!!!! Gawat.. markas kita telah di kepung!!!! " lapor seorang anak buah dengan luka luka di tubuh nya.
"APA!!!?!!!! . Bagaimana mereka bisa menemukan kita????" tanya Michael
"s-sa.. saya tidak tau bos... " bawahan itu semakin lemah karena kehilangan banyak darah...
"Heh... pasti itu Ares... hebat juga dia bisa menemukan markas ku. " Michael tersenyum smirks.
★★★★★★★
di toko kue Lissa, Ares yang sudah sadar dari pingsan karena gas tidur, langsung memerintah anak buah nya untuk mencari keberadaan Lissa. Dia mengerahkan seluruh hacker nya untuk melacak keberadaan Lissa, namun nihil. Lissa tak dapat di temukan.
Lalu datang G-one. " Kalau kau ingin menemukan Lissa.. ikuti GPS ini... Ini akan membawa mu sampai ke Lissa. " kata nya sambil memberikan sebuah tablet.
"Hah... !!?. baiklah, tapi siapa kau?" tanya Ares menerima tablet itu.
"Aku paman nya. Kau duluan saja menyelamatkan ,Lissa. Aku akan melihat kondisi ibu nya Lissa, dan kalau bisa aku akan meminta bantuan. " kata G-one
"Baik lah... .. SEMUA IKUTI GPS INI!!!! " titah Ares. dan seluruh anak buah nya langsung mengikuti arahan dari GPS itu.
"G-one.. apakah kita harus meminta bantuan markas pusat di negara R???" tanya Sandrina
"Tidak perlu... dengan ada nya bantuan Ares... kita bisa menyelamatkan Lissa... Kita hanya perlu menyelinap saja. " kata G-one.
"Ap-apa maksud mu??" tanya Sandrina cengo
"Aku hanya menggunakan Ares sebagai pengalihan saja... Pasukan musuh akan di buat sibuk oleh Ares. Dan kita berdua akan menyelamatkan Lissa... Tapi sebelum itu.. kita harus menyiapkan sesuatu" kata G-one lebar. Dan tersenyum penuh arti.
Seolah mengerti Sandrina menanyakan lagi" apa maksud mu kita akan... " ucapan nya berhenti saat G-one mengangguk.
"Baiklah... tapi kita harus... menjemput Lady V terlebih dahulu. " ujar Sandrina.
Lalu dia menghubungi seseorang. .,,,, sementara Ares. dia sudah menyerang markas Michael dengan Menghujani nya dengan peluru yang saannggggattttt banyakkk..
"Wah.. wah.... rupa nya ada pahlawan kesiangan yang datang.. " ejek Michael.
"heh!!!! bedeb*h... cepat serah kan gadis itu... kalau tidak ak.... " ucapan nya terpotong
"Kalau tidak apa??? kau akan menghancurkan markas ku???hahaha.... Ares... Ares.... Sejak kapan kau menjadi selemah ini? hahhh.... chih... mengeluh mafia.. tapi kau lembek... lemah... " sarkas Michael
"anjg.... kau hanya iri pada ku!!! karena tuan Mike memberikan kekuasaannya pada ku.. " Ares.
"Baiklah jika kau ingin gadis ini mati di tangan ku.. "
Tiba-tiba anak buah Michael membawa sebuh kursi yang sudah tersambung dengan aliran listrik.
Dan kursi itu Lissa sudah terduduk lemas. Tangan dan kaki nya terikat dengan kuat.
"Li-lissa.... " lirih Ares.
kondisi Lissa kali ini sudah mengenaskan.
"Haarrrrghhhh.. DASAR KAU BAJ*NGAN.... BRENGS*K!!!! lepas kan dia!!! " maki Ares.
"kau bisa menyelamatkan gadis mu... Dengan syarat kita berhadapan berdua... hanya kau dan aku.. " Michael menyeringai
Ares nampak berpikir keras.
"psssttt tuan.. apah... andahhh yahkin.... dengan inihh... ???" tanya Frank berbisik.
"hei... adik bodoh... ngapain kau bisik bisik... napas mu itu bau... " ketus felix.
"Heheh... tuan apa kau yakin dengan ini??" Frank mengulang pertanyaan nya.
"Ya... aku sudah yakin... tapi... kalian harus bersiap... Aku akan membawa ini( mengambil pistol kecil).. Aku akan menembakkan ini saat terdesak. " kata Ares.
" baiklah tuan. "jawab 2F bersamaan.
lalu Ares berjalan mendekati Michael, sampai di sama Ares langsung di ikat dengan rantai, kaki, tangan, dan leher area juga di rantai loh😳😳...
" Heh!!! kenapa aku dirantai??!! " Ares memberontak
"hahahah.. aku tau kau itu licik Res.... Dan diamlah, nikmati saja pertunjukan nya. " ujar Michael sambil menepuk-nepuk tengkuk Ares.
"Bawa mereka ke dalam!!! " titah Michael pada anak buah nya.
sesampainya di ruangan penyiksaan gitu ya bahasa nya🤭🤭 author gak tau namanya ruang apa.. yang pasti itu ruangan buat nyiksa orang. hihi.
"Kau bawa dan ikat dia di sana.!!! Dan kau bawa gadis itu di sana!!! " perintah nya pada anak buah nya.
Ares di ikat di sebuah besi dengan rantai yang masih h melilit nya. Sementara Lissa dia di letakkan di bangku sender.
"Lissa!!! Lissa bangun Lissa!!! " teriak Ares
"hahh...su-suara itu... " lirih Lissa terbangun
"Lissa kau sudah bangun?!! " kata Ares
maaf ya.. tadi author menggunakan nama Lissa, karena orang-orang manggil nya Lissa, tapi Alira masih ada di tubuh nya Lissa kok. Yang gak paham yaudah gak papa... 🤭🤭
"Hei... kau tidak apa-apa kan.. ???"
"Ya Ares... ak-aku tidak apa-apa... " jawab Alira lirih.
"hei... kau bedeb*h sialan!!! lepas kan dia...!!! aku sudah di sini!!! " teriak Ares.
"sssstttt.. diam lah kawan lama ku.... aku kan tidak janji akan melepaskan gadis itu, jika kau ikut dengan ku... Apa tadi aku bilang akan melepaskan nya???. "
"upsss.. maaf ya kawan ku.... tapi aku tidak janji... hahahah.. aku akan melihat mu hancur dulu, baru akan membebaskan kalian berdua... Dan aku akan membebaskan kalian dari siksaan pedih ku.. hahahahahh" tawa Michael dengan jahat.
bersambung....