
Hai masih setia baca novel ini kan.
yuk di like, vote, dan komen.
supaya novel ini bisa terus berkembang
dan aku jadi makin semangat. π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
yuk simak!!!
β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’β’
"Heh!!! ternyata kau cukup berani untuk bertanya rupanya" Ucap Ares dengan sinis.
Ares yang melihat seorang gadis dibawah umur tengah meringkuk di ujung tempat tidur dengan ketakutan.
"Rupanya kau masih menyukai daun muda ya?!! "
"Apakah tuan Ares mau mencicipi daun muda?? rasa mereka sungguh nikmat. Hahaha... ha. hahha. "
"Cih!!! Felix!! cepat kau lenyap kan dia.!! "
"Baik tuan!! "
Felix langsung menghajar Carlos. Namun Carlos dengan mudah nya menghindar. Saat Felix lengah Carlos menyuntikkan racun ketubuh Felix. Racun dengan dosi tinggi itu langsung bereaksi cepat.
"Frank.Bawa Felix ke tim medis, aku akan menangani kepar*t ini!!.
" Baik tuan" Frank langsung membopong Felix ke tim medis.
"Sekarang hanya tinggal KAU... DAN... AKU... " ucap Ares menekan setiap kata dan kemudian menyeringai.
Ares mendekati Carlos, yang sudah menyiapkan ancang-ancang menyerang.
**bugh.. bugh.. bugh.....
swush.... swush.... swush....
kreek.. krek**...
suara pukulan, tendangan dan suara beberapa tulang yang patah. Dan...
Gubrakk!!... bruk!!!.
Carlos jatuh tersungkur dengan posisi menungging, akibat tendangan dari Ares. Ares lalu menarik paksa Carlos agar berdiri kemudian meninju wajah nya beberapa kali, darah segar nampak dari mulut dan hidung nya yang sudah bengkok. Gigi Carlos langsung get out dari mulut nya, menyisakan dua gigi geraham di mulut nya.
Bugh!!!!
Ares menendang Carlos hingga terduduk di lantai. Wajah nya yang awal nya tampan bak oppa Korea, kini berubah menjadi tidak terkondisi kan. Ibarat kata, jika di bandingkan dengan kera, maka wajah kera lebih tampan dari wajah Carlos.
Cling... cling... begitu berkilau, bahkan saking berkilau nya author aja sampai silau.
Kemudian Ares meletakkan sisi tajam Katana nya ke leher, kemudian turun ke dada lalu keperut Carlos, sambil menekan nya dengan kuat. Menyebabkan darah mengalir seperti sungai.
Ak-khhh..... ahhhkkkkkh
kheuk....
jeritan Carlos seperti simfoni music ditelinga Ares. Lalu dia mengayunkan Katana nya dan..........
sreek.... gluduk.... gluduk..
kepala Carlos lepas dan menggelinding ke lantai. Baju yang dikenakan Ares terkena cipratan darah Carlos.
"Heh!!!. sekarang aku sudah menyelesaikan masalah. " ujar nya lalu keluar dari ruangan yang sudah dibanjiri oleh darah.
"Kau.!!! urus gadis yang ada di dalam. Dan untuk Carlos, berikan tubuh nya pada Marco-ku.!!! " titah nya pada anak buah nya.
"kau.Pekerjaan mu sangat bagus. aku akan menambah kan bonus mu. " ucap Ares pada anak buah nya yang menyamar menjadi tangan kanan Carlos.
Pasti pada heran kan... anak buah Carlos itu kan Jordan, dan Jordan udah tewas saat bertarung dengan Ares.. Eittttsss. Tunggu dulu. Tangan kanan Carlos ada 2 . Tangan kanan yang pertama itu Jordan dan yang satu lagi itu ya... anak buah Ares yang nyamar. Mungkin ada yang bingung, karena kinerja anak buah Ares yang menyamar itu sangat baik, maka Carlos mengangkat nya menjadi tangan kanan nya yang kedua. Begitu ceritanya.
balik lagi ke Ares...
"Riko apakah bom nya sudah terpasang?? " tanya Ares dari alat komunikasi yang ada ditelinga nya.
"Sudah tuan, dan bom mya akan meledak sebentar lagi. saya sarankan untuk segera meninggal kan tempat. " sahut nya dari sebrang
sana.
"baik lah. kerja bagus. " ucap Ares
"Semua nya segera tinggalkan tempat, dan bagi kalian anak buah Carlos. Pemimpin kalian sudah aku bunuh. Dan kalian bisa pergi, aku membebaskan kalian semua. Dan jangan ada yang mencoba membalas, jika aku mengetahui nya. Maka, nasib kalian akan sama seperti pemimpin kalian".Lalu Ares pun berlalu meninggal kan markas Carlos, menaiki pesawat nya lalu lepas landas.
Tak lama setelah lepas landas....
BOOOMMM!!!!!
BOOM!!
BOMMM...
Markas Carlos rata dengan tanah. Ares menyunggingkan senyum melihat pemandangan dari atas pesawat. Dan dia menuju markas nya untuk beristirahat dan memulai hari esok seperti biasanya.
bersambung........