
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua minggu Setelah sadar nya Lissa, Zira berusaha mencari cara untuk melindungi Lissa dari bahaya. Dia masih belum melupakan tragedi yang menimpa putri itu. Dia yakin orang yang sama pasti akan mengulangi hal itu.
"Kak.. boleh aku masuk??"
"ah!! ya.. masuklah"
"apa yang kau pikirkan kak??"
"Grey... aku ini seorang ibu, seorang ibu pasti akan melindungi anak nya bukan??"
"ya.. itu benar"
"aku telah gagal untuk kedua kalinya dalam melindungi anakku... aku tidak mau hal itu terjadi lagi.. " Zira duduk dengan kasar sembari mengusap wajah nya.
"aku punya ide kak. " cetus Grey
"apa??"
"kita hilang kan Lissa dari dunia ini, namun bukan dalam arti yang sebenarnya" tutur nya
"maksudnya???"
"Buat berita, jika Lissa sudah meninggal. "
"hmmm" zira nampak berpikir
"ayo lah kak.. kau ingin melindungi Lissa bukan??? "
"ya.. tapi..... apa cara itu akan berhasil??" Zira terlihat ragu
"ya.. pasti akan berhasil... aku tau cara nya. " Grey hanya menatap penuh arti pada zira.
......................
"Tuan... apa tuan masih ingin mencari keberadaan Lissa??"
"Felix... apakah pertanyaan mu itu harus kujawab??"
"tidak tuan... hanya saja...... "
"hanya apa??... "
"kita sudah mencari informasi tuan, aku sudah 3 hari mengotak atik komputer ku, tapi aku masih belum bisa menemukan info sedikit pun tentang Lissa" tutur felix
"ohh.... mungkin dia...... " frank ingin mengatakan sesuatu tapi HP ares berdering
"Miko???" gumam Ares, lalu dia menjawab nya.
"tu-tuan.... apa kau bisa datang ke rumah ku sekarang???" tanya Miko yang sedang berada dirumah nya.
Miko sudah bisa keluar dari rumah sakit setelah kedua luka nya sembuh.. Naomi juga sudah pulang kerumah nya.
"memang nya kenapa??" tanya Ares.
"aku akan mengatakan nya saat kau sudah disini tuan. Dan ini adalah info tentang Lissa. " dan Miko langsung mematikan sambungan telepon sepihak.
"Lissa??" gumam Ares
"felix, Frank!!! kita kerumah Miko sekarang!!! " Ares langsung beranjak meninggalkan Dua anak buah nya
#skip rumah Miko.
"silahkan masuk tuan" ujar Miko
"katakan Miko!!! aku tidak ingin bertele-tele" desak Ares.
"hhhheehhhhh... Lissa sudah pergi tuan" Miko menunduk.
"APA MAKSUD MU LISSA PERGI!!!!!? " Ares menggebrak meja
"Lissa meninggal tuan.. Naomi yang memberitahu ku. " kata Miko lagi.
"Naomi mendapatkan kabar dari ibu nya Lissa, beliau mengatakan Lissa meninggal karena luka yang dia dapatkan waktu itu, dan saat di bawa kerumah sakit. Lissa masih bisa bertahan beberapa waktu.... tapi... "
"tapi apa miko???" tukas Frank yang mata nya sudah berkaca-kaca
"tadi malam.. Lissa menghembuskan nafas terakhir nya... karena tubuh nya sudah sangat lemah. " kata Miko.
suasana hening, namun terasa mencekam. akibat aura yang di keluar kan oleh Ares. urat leher nya menonjol seakan-akan ingin keluar dari leher nya. wajah Ares merah, menandakan dia sangat sangatt marah.
"kurang ajar kau Michael...aku akan membunuh mu!!!! " Ares
Ares pun pergi dari rumah Miko tanpa mengucapkan sepatah kata. Memacu mobil nya sekencang mungkin, makian dari pengguna jalan yang hampir tertabrak oleh nya, tak ia gubris.
Kabar kepergian Lissa masih belum bisa dia Terima begitu saja. Masih terus mengendarai mobil menuju ujung kota. Dan sampai lah dia di sebuah bangunan tua yang cukup besar.
Bangunan yang sudah terbengkalai selama bertahun-tahun itu, menjadi tempat Ares untuk menyendiri. Memasuki bangunan itu, bau bau yang bermacam-macam menyeruak dalam penciuman Ares. namun tak ia perdulikan.
tikus tikus yang berjalan ke sana kemari, dan jaringan Laba-laba yang menjuntai tak membuat Ares jijik. bahkan Ares melihat beberapa tengkorak manusia yang menjadi korban pembunuhan, atau yang lainnya.
maklum.. karena tak ada yang perduli pada bangunan itu, jadi saat ada mayat, tidak ada yang tahu.
Ares terus berjalan dan menaiki tangga. Hingga sampai di sebuah lantai dimana ada bagian dinding yang terbuka. Ares berjalan perlahan, hingga kaki nya sampai di batas lantai.
"Lissa..... kenapa kau harus pergi untuk selamanya.. Kenapa kau harus pergi saat aku membutuhkan kehadiran mu??... kenapa???.... sejak kau ada dalam hidup ku... hidup Ku perlahan berubah... kau selalu hadir untuk memberi warna.. mungkin aku perlu menyusul mu di sana.... Lissa aku mencintaimu.. semoga kita bertemu lagi.. " Ares memejamkan mata nya yang sudah basah...
"Lissa...kita pasti akan bertemu kembali... " ucap Ares lirih....
bersambung.....