
Sebulan sudah Lissa kembali berkumpul bersama keluarga nya dengan lengkap. Dan hari ini, Lissa mengadakan sebuah pesta untuk merayakan lengkap nya keluarga kecil nya. Perusahaan Vero's Corporation, sedang di hias oleh petugas yang bersangkutan.
Para karyawan merasa sangat senang dengan acara ini. Karena mereka mendapat kan hadiah 'kecil' dari Lissa. Bonus sebesar gaji mereka selama 6 bulan. Bahkan para petugas kebersihan mendapatkan hadiah yang sama, hanya selisih sedikit saja jumlah nya.
Di ruangan Lissa....
"Nona... "
"Ya Martin. ???" Lissa mengalihkan pandangan dari tumpukan kertas.
"Untuk undangan, apakah kita hanya mengundang para CEO yang menjalin kerjasama dengan kita?? atau kita juga akan mengundang perusahaan yang tidak ada kerja sama?? " tanya Martin.
"Eeeee.... Kita akan mengundang perusahaan yang menjalin kerja sama dengan kita aja... " ujar Lissa sambil memainkan pulpen di tangan nya.
"Kenapa begitu??" tanya Martin.
Martin Martin... bagaimana mana pula kau ini.. polos sangat lah kau. π.
"Walaupun kita tidak mengundang mereka, mereka pasti akan datang. Jadi kau tidka perlu capek capek untuk mengantarkan mereka undangan. " ujar Lissa dengan gaya songongnya.
"Baiklah Nona. Kalau begitu saya pamit untuk mengantarkan undangan ini. " Martin membungkuk dengan sopan dan meninggalkan ruangan Lissa.
"Hai Martin!! " sapa Sella dengan senyum sejuta watt saat melihat Martin membuka pintu.
"Hai juga Nona Sella. " balas Martin ramah.
Setelah Martin berlalu, Sella masuk ke ruangan Lissa sambil tersenyum seperti orang tidak waras.
Plukk...
"Hei... jangan kau embat pucuk muda... Kau itu lebih cocok dengan daun tua yang sudah berlubang lubang" celetuk Lissa sambil berusaha menahan tawa.
Sella mendelik tajam. Siiinggggg..... Seperti ada pedang yang akan menebas Lissa ππ.
"Apa?? benarkan apa yang ku katakan??... Hahaha jangan ngincar pucuk... Yayahahahahahhahaha!!!! " Lissa langsung tertawa lepas.
"Baiklah seperti nya Lady ku ini minta di hajar. " Sella melakukan pemanasan.
"He-heii.... aku hanya bercanda... Heiii!! aku bos muu!!! " Lissa sudah berdiri dari duduk nya dan berusaha melarikan diri.
Eitttsss... Lissa bukan takut. Dia tidak bisa bergerak bebas jika menggunakan rok span selutut. Ditambah heels yang tinggi nya menyamai Burj khalifah. canda ya:v.
"Hiaatttt!!!! "
Duakk!!! Bukk.... bukk... gubrakk... Gedebuk!!!!
"Hahah ke kiri.. kiri sedikit lagi Lady.. Nah pas di situ... Wahh enak sekali. "
"Agak sedikit kuat.. Yakk.. nah enak sekali... "
"Yo.. Hai whatsup guys... kembali lagi di channel ku. 'Sella ratu kecantikan, selalu di hati. '. Nah.. kali ini aku bikin konten.. Judul nya... 'Di pijitin bos sendiri, check!!... ' "
Dan hampir 15 menit video itu berlangsung, hanya di isi oleh omong kosong tak berfaedah dari Sella yang selalu bisa mencari, menemukan dan menggunakan kesempatan dalam kesempitan.
"Cepat katakan pada ku apa niat dan maksud kedatangan mu ke sini sella.!! Jangan sampai aku memotong gaji mu, mengambil bonus dan memecat mu hingga kau menjadi gembel di jalanan!!! " tutur Lissa dengan jengkel.
Dirinya merasa lelah, dan pegal sana sini karena memijat Sella. Entah apa yang terjadi saat suara gedebak gedebuk memenuhi ruangan Lissa. Hingga berakhir dengan kemenangan Sella.
"Oh iya Lady. Ada kabar dari markas pusat. Mereka mengatakan ada kelompok yang menamai mereka dengan nama 'kingdom' . " Lapor Sella yang sudah serius.
"Mereka sempat memata matai beberapa anggota kita Lady. Dan yang paling membuat ku geram, mereka mencuri senjata dan beberapa alat , saat para mafioso kita melakukan transaksi." Sambung Sella dengan geram.
"Kingdom??? Kenapa aku baru mendengar nama itu?? apa mereka kelompok baru??" Lissa berpikir.
"Entah lah.. Para hacker kita masih menyelidiki nya. Dan beberapa penyusup juga susah aku masukkan ke dalam kelompok itu. " jawab Sella.
"Kerja bagus Sella. Ini yang ku suka dari mu saat bekerja. "
"Tapi... Apakah mereka melukai mafioso kita??" Lissa khawatir dengan anak buah nya.
"Tenang saja Lady. Mereka hanya mengambil senjata kita. Para mafioso yng melakukan transaksi bilang, mereka hanya di tembak dengan obat bius. " jelas Sella
"Astaga miskin sekali kelompok itu. Aku rasa itu kelompok baru. Benarkan Lady?" Sella menggeleng.
"Mungkin ya, mungkin tidak. Jangan meremehkan kemampuan orang. " nasihat Lissa.
"Ya. Lady. " jawab Sella.
"Untuk sementara kita biarkan saja kelompok itu, perkiraan ku mungkin sama dengan mu. Mereka bisa saja kelompok baru yang tidak memiliki banyak senjata. " putus Lissa. Sella hanya mengangguk.
"Sudah lah kita tinggal kan saja urusan itu. Bagaimana dengan persiapan acara nanti malam??. " alih Lissa.
"Untuk dekorasi nya, hanya menunggu musik saja.. Dan untuk makanan, seperti kita kurang. Karena jumlah karyawan kita lumayan banyak. Karena kita mengizinkan 1 karyawan mengajak 2 teman di luar perusahaan.. Jadi makanan kita tidak cukup. " jelas Sella.
"Hmm.. apa lagi. ??" Lissa manggut manggut.
"Kita juga sudah mengundang Dj ternama di kota..Mungkin akan datang saat malam nanti. " Kata Sella.
Kalian jangan mengira pesta Lissa akan seperti acara formal atau makan malam latak nya perusahaan lain. Lissa mengadakan pesta musik yang cocok untuk selera karyawan nya. Karena sifat nya yang agak bar-bar, Lissa membuat acar santai dengan DJ di puncak acara.
Dan bagi karyawan yang tidak punya baju jas atau gaun, Lissa malah menyarankan mereka untuk mengenakan pakaian yang sudah di berikan oleh nya. Lissa tau, ada beberapa karyawan nya yang tidak punya gaun, atau tidak menyukai gaun atau baku formal.
Terlebih bagi petugas kebersihan, mereka akan menggunakan pakaian pemberian Lissa.
Kurang baik apa lagi coba??.
Di kasih bonus uang...
Di kasih baju mehong π(mahal)
Bisa makan gratis malam nyaπ.
Boleh ngajak teman lain lagi.
uwahhh cucok meong deh si Lissa.πππ