THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
cewek kaos kaki bau.



Hai semua


apa kabar


semoga sehat selalu ya


yuk lanjut


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suara mesin speedboat yang melaju membelah air mengisi perjalanan Lissa dkk. Pemandangan laut yang berwarna biru dan beberapa pulau yang nampak kecil dari kejauhan, menjadi hiburan untuk mata yang memandang nya.


"guys!!! masih lama ya, sampai nya????" teriak Lissa


"Aduhhh jangan teriak napa?? kita ini nggak congek.. " protes Miko yang tak jauh dari Lissa


"Congek??? apaan tuh???. " Lissa


"TULI!!!!! " teriak Miko di telinga Lissa


"Adoooohhh MIKO!!! " balas Lissa berteriak


"Kalian ini kenapa sih???. Teriak teriak kaya' dihutan!?." Naomi melayang kan protes nya


"Tau tuh temen kamu yang. Masa' dia teriak di telinga aku sihh.. " ucap Miko dengan manja dan mengerucut kan bibir nya.


"Iiihhhhh!!!!! pake embel-embel Yang Yang lagi.. Dan satu lagi yah, Lissa itu nggak teriak di telinga kamu, yang ada kamu yang teriak di telinga nya" Naomi bersungut-sungut.


"Ahaha hhhhuuuuuu... " Lissa menyoraki Miko


"Mi!! " panggil Lissa


"Apaan??"


"Fotoin aku dong. Yang bagus ya. awas kalo cuman keliatan air laut nya.!!! " peringat Lissa.


"Iya.... iya bawel banget sih. Sini HP kamu!! "


Lissa langsung mencari tempat dan posisi yang uwaww.... Dengan sudut yang tepat dan pengambilan gambar yang oke...


Cekrek ...


Cekrek...


Cekrek...


Foto pun diambil. Ares baru keluar dari dalam ruangan kapal, karena Felix dan Frank memberikan informasi tentang markas mereka. Saat keluar, ia melihat pemandangan, yang bikin cowok merem melek dan panas dingin.


Dilihat nya Lissa sedang berpose yang menampakkan kaki jenjang nya dan bahu putih mulus tanpa tompel 😂😂(haha garing ya othor nya). Felix dan Frank juga melihat hal yang sama. Tapi mereka biasa saja. Lain hal dengan Ares. Ia melongo, untung saja air liur yang bisa membuat pulau Jepang di bantal tidak menetes. Bisa tenggelam kan speedboat mereka, karena kepenuhan oleh iler nya Ares.


Ok kembali ke topik.*****


Ares masih melongo... Pandangan mata nya hanya tertuju pada Lissa. Biar pun Lissa sudah selesai berpose aduhai... mata Ares masih mengikuti Lissa yang menoyor kepala Naomi, karena hasil jepretan Naomi yang bikin darting alias.. darah tinggi.


kenapa???wajar saja Lissa menoyor kepala Naomi, karena dari tiga foto yang diambil hanya satu yang terlihat menggoda iman.. 😂😅. Sedang kan dua foto lainnya?? is... is.. is... author aja sampe geleng-geleng kepala. Karena foto pertama itu hanya terlihat badan sampai leher Lissa dan foto yang kedua, bagus sih.. cuman jari Naomi menutupi sebagian tubuh Lissa ngeblur lagi tuh.. 😑.


ok kembali ke Ares lagi gaiiss...


Hingga semua orang di dunia gaib dunia maya dan dunia akhirat bisa mendengar nya😅😅. canda ya gaiss. Frank memanggil nama Ares dengan keras, hingga semua orang yang ada di kapal itu menoleh.


Lissa yang merasa dirinya dilihat oleh Ares merasa malu malu ikan.. eh salah malu malu meong. Lissa bertanya pada Naomi.


"Mi.. kenapa tuan Ares ngeliat aku gitu amat yakk??. apa ada upil di hidung aku??atau ada belek lagi dimata aku??.. atau pas aku ketawa ada cabe sisa kemarin yang masih nemplok di gigi aku???". Lissa mencecar Naomi dengan pertanyaan yang tak perlu dijawab sebenarnya.


" Nggak lah.. kamu itu syantikkk dari ujung rambut sampe ujung kaki. Dan seperti nya tuan Ares itu terpesona sama kamu Liss... hihihih" Naomi terkikik di ujung kalimat nya


Lissa ingin memastikan apakah yang dikatakan Naomi itu benar adanya. Lissa berjalan mendekati Ares, muka Lissa sih B aja ya gaiss dan kesannya itu datar datar aja..


Tapi berbeda dengan Ares. Melihat Lissa menghampiri nya pikiran pikiran liar pun bermunculan dari antah berantah. Intinya reaksi Ares dari luar emang B aja. Tapi jika dilihat menggunakan kacamata dengan dengan tebal 5 cm. Maka akan terlihat keringat membasahi leher dan dahi Ares. Jantung, hati, ginjal dan paru-paru Ares bereaksi.


Jantung Ares berdetak dengan cepat, seperti jantung para bocah yang ketahuan nyuri makanan di kantin. Hati Ares nyut-nyutan, paru-paru Ares berusaha mencari oksigen sebanyak mungkin dan ginjal Ares merasa ngilu.


Tappp..


. "Tuan.. tidak apa-apa kan???" tanya Lissa menepuk bahu Ares.


"A-a aku ti-tidak apa apa. " Ares tersadar dari pelongo'an nya.


"Wahhh tuan Ares kaya' nya terpesona deh sama Lissa" celetuk Naomi tiba-tiba.


"heiii cewek kaos kaki bauuu.... Kalau kau tidak ingin berenang di Samudra Pasifik, lebih baik kau lemah mulut mu itu.!!! " tukas Ares


"Ppffttt.. Bwahahahahahah... hahaha. " semua tertawa kecuali Naomi dan Ares.


Mereka kebingungan sendiri, tak lama Naomi sadar bahwa teman-teman nya sedang mentertawakan dirinya. Dia mengerucut kan bibir nya, berjalan pergi sambil menghentakkan kaki nya.


Semua nya semakin tergelak lepas, Miko langsung mendekati Naomi dan menarik tangan nya. Naomi tersentak saat Miko menarik nya kedalam pelukannya. Miko memegang pinggang Naomi dengan mesra, dan....


CUP...


sebuah kecupan mendarat di bibir pink Naomi. Naomi membulat kan matanya. Wajah nya sudah seperti kepiting rebus yang terlalu matang. Miko terkekeh melihat wajah Naomi.


Naomi memberontak dalam pelukan Miko. Langsung saja Miko melepas kan Naomi, namun karena Naomi terlalu kuat mendorong diri nya terjungkang ke lantai.


BRUUKK.


"Nah kan... kamu sih Mi... Pernah dengar yang nama nya karma instan gak??? hahaha" Lissa tergelak


"Emang nya karma instan itu gimana Sa???" tanya Felix


"Kaya' Naomi tuhh Fel. Abis ngusilin orang, langsung dapet balasan!!! Bhaahahaha!!!! " Lissa tertawa dengan nyaring.


Miko memboyong Naomi kedalam kapal untuk mengobati memar. Dengan wajah kusut seperti baju yang tidak di setrika sebulan.



nih Ares lagi ngeliat Lissa sedang berpose aduhaii🤭🤭



ini Lissa yang lagi di foto ama Naomi. Maaf tak gaiiss muka nya di tutup, karena othor gak dapet foto dengan wajah pemeran aslinya. 🙏🙏🙏😌


bersambung...........