
Hai masih anteng kan baca novel nya.
lanjut baca yuk..
"Lissa sayang" Panggil mama nya Lissa
Lissa menoleh mencari sumber suara, dan mendapati orang tua nya datang.
"Mama sama papa kenapa disini?? " Tanya Lissa
"Huh...!! Paling juga mau minta uang lagi kan. Bener nggak Om, tante.??? " Celetuk Naomi melayangkan pertanyaan.
"Hussst!!!. Apaan sih kamu itu. Kami mau ketemu sama Lissa, bukan sama kamu tau!?.! " Ujar mama Lissa
"Mama sama papa duduk dulu ya di sana, nanti Lissa datang kok."
"Iya nak. " Sahut kedua nya bersamaan
"Liss. Mereka siapa nya kamu?? " Tany Ilham
"Mereka orang tua ku Ham. " Jawab Lissa
"Yaudah aku samperin mereka dulu ya. Mi' titip Stan bentar ya" Ucap Lissa berlalu meninggal kan Ilham dan Naomi.
"Pah. Itu Lissa datang. Ingat ya rencana yang udah mama susun.!! Awas!!! Loh. Kalau sampai gagal" Ancam Marika.
Marika dan Hector merencanakan bahwa mereka akan berpura-pura sedang terlilit hutang besar, dan ingin Lissa memberi mereka uang lagi. Padahal itu hanya akal-akalan mereka saja. Sungguh licik ya😏. Melihat Lissa menghampiri mereka, langsung keduanya memulai akting nya dengan air mata buaya.
"Mah.. Pah.. Kalian kenapa?? " Tanya Lissa mengambil kursi untuk nya.
"Tidak sayang, tadi kami hanya lewat dan kebetulan melihat mu, jadi kami putus kan untuk menyapa mu" Jawab Hector berbohong
"Tapi... Kenapa kalian terlihat tertekan??" Lissa mulai khawatir
"Tidak nak. Kami tidak apa-apa.. Hikss.. " Marika mulai mengeluarkan air mata buaya betina nya.
"Jangan bohong mah.. Pah.. Lissa tau kalian pasti sedang dalam masalah. Cerita kan lah, mungkin Lissa bisa membantu kalian sebisa Lissa" Bujuk Lissa pada orang tua lu*knut nya itu.
"Mmm.... Be-begini sayang. Kemarin teman papa kamu tiba-tiba datang kerumah... " Ucap Marika menggantung
"Lalu apa yang terjadi pa?? " Tanya Lissa penasaran akan kelanjutan cerita hoax orang tua nya itu.
"Lalu dia mengatakan kalau dulu papa kamu ada hutang, dan harus dilunasi segera nak. Dia mengancam kalau tidak membayar hutang itu segera dia akan menahan rumah kami dan menjebloskan kami ke penjara... Hiks.... Huhuhu" Sambung mama Lissa.
"Ya Tuhan!!. " Lissa terperanjat
"Berapa hutang kalian pada nya?? " Tanya Lissa
"10 juta sayang" Jawab Marika cepat.
"Hahhhh. Kenapa banyak sekali???!! " Membulatkan mata nya, Lissa heran, kenapa papa nya berhutang sampai sebanyak itu.
"Iya nak. Sebelum kami menikah, papa dulu pernah sakit dan harus dioperasi. Dan papa meminjam uang dari teman papa" Sahut mama nya berbohong.
Sementara di lain tempat....
Buughh!!!
Bugh!!
Krrreekk!!.
Didalam sebuah ruangan gelap seorang pria sedang menghajar lawan nya. Ia mengambil pisau, lalu..
Jluuub!!!
Jluubb!!
Sssrreettt!!!
Cccceeep!!!!
Pria itu mengoyak mulut lawan nya dengan pisau dan memotong kedua belah telinga pria itu dengan pisau nya. Darah segar membanjiri lantai ruangan itu.
Kemudian pria itu mengambil tongkat bisbol nya dan.....
Buaghh!!!
Buaghh!!!..
Tongkat bisbol tersebut melayang ke kepala pria itu.
"To-.. Tolong. Lepas kan aku.. " Pinta pria tadi.
"Tolong lah tuan... Jika kau tidak ma-mau Mel... Lepaskan aku. Bunuh saja aku" Lirih pria itu.
Orang-orang yang melihat pemandangan indah tersebut meringis, menahan mual, bahkan ada yang muntah, dan parah nya sampai ada yang pingsan, melihat bos mereka menyiksa seorang penyusup.
Penyusup itu sudah tak berbentuk lagi, gigi yang tersisa dua, hidung yang biasanya mengeluarkan ingus saat menangis, kini mengeluarkan darah, wajah yang sudah berlumuran darah nya sendiri.
Nyawa penyusup itu sekarang mungkin sudah berada di leher, namun enggan untuk beranjak dari tubuh yang sudah tidak bisa di kondisikan lagi.
"Hhh.!! Katakan siapa yang menyuruh mu!!!? " Ucap Ares dingin.
"Tuan... " Kata Felix agak takut
"Katakan Felix!! Jangan buang waktu!! " Sahut Ares yang masih melihat kearah penyusup itu.
"Sepertinya dia adalah salah satu anak buah dari kelompok mafia Wolfe eye tuan. " Jelas Felix
"Hmmm ternyata salah satu teman lama ku, ya..hehehe" Ujar Ares mengeluarkan seringaian iblisnya.
Wolfe eye, adalah salah satu kelompok mafia di dunia bawah. Berada di urutan ke 4 setelah yang pertama yaitu Dark of death, yang ke Dua, Black Eagles, dan yang ketiga Death Eye.
Pemimpin dari mafia Wolfe eye adalah salah satu teman Ares dulunya. Dia adalah Michael Bardolf. Sebelum nya, Michael adalah salah satu anak buah dari mafia Dark of Death, namun dia langsung keluar dari kelompok mafia itu lantaran iri dengan Ares, yang diangkat menjadi pemimpin dari mafia Dark of Death.
Dia dan Ares sama-sama hebat dalam bertarung, memakai senjata dan meracik racun. Mereka berdua bisa dikatakan saingan terberat. Tapi ada hal yang tidak dimiliki oleh Michael. Yaitu jiwa kepemimpinan, kejujuran dan integritas yang kuat. Itu lah sebabnya Mike Alexander memilih Ares sebagai penerus nya. Toh.. Ares kan memang sudah di cap oleh Mike untuk jadi penerusnya. Jadi sah sah saja jika Mike melakukan itu.
"Apakah benar yang dikatakan nya,?? Kau anak buah Wolfe eye?? " Tanya Ares
"Tidak!!!! Bukan!!!! Aku tidak akan mengatakan nya. Cuih" Penyusup itu meludah ke celana Ares.
"Si*lann kau!!!. Frank ambilkan pedang ku!! " Titah Ares.
"Ini tuan"
Ares mengeluarkan pedang itu dari sarung nya dan..
.
Sriinngg!!
Sringg!!
Sriinngg!!!.
Ares memotong kepala, badan dan kaki penyusup itu.
𝘎𝘭𝘦𝘬!!!!. Para anak buah Ares menelan saliva nya dengan susah payahnya, dileher mereka seperti ada yang menyangkut.
"Bersihkan itu. Dan tubuh nya berikan pada Marco.!!! " Perintah Ares. Udah tau kan siapa Marco.
Bersambung...