
πππππππππππππππππππππ
H-3 Menuju penyerangan.
Pagi ini Ares tidak datang ke perusahaan AO Company. Dia masih penasaran akan hal yang membuat pernikahan tidak diadakan dalam waktu dekat. Tentu saja dia akan datang ke kediaman Lissa.
Skip.....
Ternyata setelah dia sampai di Kediaman Lissa. Lissa sudah berangkat ke kantor pagi pagi sekali. Ares menolak ajarkan Mommy Zira untuk mampir sebentar. Tapi sebelum pergi, Ares hanya berkata. "Aku harap Mommy Zira dan juga Daddy Justin merestui hubungan ku dengan putri kalian. " ucap nya dengan sungguh-sungguh.
Mommy hanya tersenyum. Dia susah pasti merestui hubungan kedua insan itu. Menurut nya Ares adalah pemuda yang baik. Karena dia melihat langsung pertumbuhan Ares sejak kecil hingga dia remaja dan mulai memimpin perusahaan sendiri.
"Restu Mommy ada padamu. Jaga putri kami dengan baik. " hanya itu yang Mommy sampai kan.
Lalu Ares pamit menemui Lissa di kantor Vero's Corporation.
Skip.....
"Permisi... Apa CEO kalian berada di tempat?? " tanya Ares pada dua resepsionis.
"Sebentar tuan. Kami akan menanyakan pada sekretaris nya. " sahut resepsionis laki-laki itu.
Area hanya mengangguk.
"Nona Lissa sedang di ruangan nya tuan. Apa anda sudah membuat janji?? " tanya resepsionis laki-laki itu.
"Aku belum membuat janji. Katakan saja pada Nona kalian. Ares ingin menemui nya. Begitu saja. " jawab Ares.
"Baiklah. Tunggu sebentar tuan. " Resepsionis laki-laki itu kembali menghubungi sekretaris Lissa.
Tak lama kemudian....
"Tuan, nona Lissa meminta anda untuk langsung keruangan nya. Di lantai 12.Anda bisa menggunakan lift di Sebelah kiri. " ucap resepsionis itu.
"Terima kasih. " sahut Ares.
Ares pun menuju ke lantai 12 ruangan CEO.
"Anda tuan Ares?? benar?? " tanya Martin sekretaris Lissa.
"Ya.Bisa aku bertemu nona kalian?? "
"Silahkan.Nona Lissa sudah menunggu. " ajak Martin.
"Silahkan masuk tuan Ares. "
"Hem... "
Martin pun menutup pintu, meninggalkan dua orang itu.
"Ada apa kau kemari?? " tanya Lissa sembari memutar kursi nya menghadap Ares. Sambil tangan nya memegang pulpen.
"Apa kau ada waktu??. Aku masih penasaran dengan semalam.. Maksud ku, aku masih penasaran dengan hal yang masih membuat mu belum tenang. " ungkap Ares.
"Emm... Sebenarnya aku tidak punya waktu. Karena nanti aku harus ke cabang produksi makanan terbaru. Lalu aku akan memantau pembangunan restoran di area persawahan. Mungkin akan memakan waktu seharian. Tapi... " Lissa melihat jam tangan nya.
"Mungkin sebentar bisa. Aku hanya punya 30 menit sebelum ketempat produksi makanan nanti. Ayo... " ujar Lissa.
Lantas dia menyambar HP kunci mobil dan jas nya dan keluar ruangan. Diikuti Ares yang langsung mensejajarkan langkah nya.
"Kita ke kafe dekat sini saja.. waktu ku sangat tipis. " ujar Lissa. Ares pun menyetujuinya.
"Tolong bawakan minuman ke ruangan ku. " ujar Lissa pada pegawai kafe
"Baik Nona. " angguk pegawai itu.
Jangan heran ya... Kafe itu adalah kafe milik Lissa. Salah satu cabang kecil nya.... Jadi para pegawai mematuhi perintah Lissa.
"Apa yang ingin kau bicarakan?? " Lissa.
"Aku ingin membahas hal yang ku maksud tadi.... Mungkin aku bisa membantu mu... Agar pernikahan kita bisa di langsung kan dalam waktu dekat. " ucap Ares.
"Hemm.. "
Tuk... tuk....
"Masuk.!! "
"Nona.. Ini minum nya.. "
"Ya. Letakkan sana di meja.. Terima kasih. Kau boleh pergi. " ujar Lissa.
Pegawai itu merasa dingin mencekam dalam ruangan itu. Meskipun area dan Lissa bersikap santai. Tapi ahh... sudah lah... Rasa nya aneh saja.
"Begini... Kau bisa saja membantu ku menyelesaikan urusan ku.. " ungkap Lissa.
"Apa itu...??? akan ku lakukan! ".Tanya Ares.
" Aku punya dendam pada seseorang.. Dan dia merupakan musuh bebuyutan mu... Dan masing-masing dari kita punya kelompok Mafia. Dan menurut laporan dari asisten ku Sella, orang itu sudah melakukan serangan pada sebuah kelompok Mafia terkenal. " ujar Lissa sambil memperhatikan mimik wajah Ares.
"Dan kelompok Mafia itu adalah milik mu bukan. ???" ujar Lissa.
Area nampak terheran dengan apa yang dikatakan Lissa.
"Jangan heran bagaimana aku tau. Aku juga seorang pemimpin Mafia. Aku mengetahui organisasi yang baik dan organisasi yang buruk menurut ku. " jawab Lissa sambil meminum jus nya.
"Hmmm... Iya itu alasan yang bisa ku Terima. " Ares masih kebingungan namun dia bisa menangkap sedikit poin kecil.
"Jadi... Kau ingin kita bekerja sama melawan Michael?? Begitu maksud mu?? " tanya Ares.
"Ya... Dan aku yakin. Kau memerlukan senjata terbaik. Aku bisa menyediakan nya jika kita bekerja sama.. " nego nego Lissa dimulai.
"Hmmm.... Tapi kelompok Mafia Wolfe eye bukan sembarangan kelompok yang hanya bisa menggertak. Michael adalah orang yang nekat. Aku hanya khawatir jika kau akan terluka saat penyerangan. " ungkap Ares.
Mendengar kekhawatiran Ares. Hati Lissa sedikit menghangat. Namun dia tidak bisa jika harus diam saja. Dia juga ingin ikut membalas dendam.
"Tidak akan terjadi apa-apa pada ku. Kau tenang saja... Aku petarung yang handal. Kalau pun aku terluka. Anak buah ku akan dengan sigap menolong ku. Dan kau kan juga akan ada di sana... Jadi apa yang harus aku khawatir kan??? " jawab Lissa keukeuh.
Sudah lah.. Ares hanya bisa menuruti nya. Lagi pula yang di katakan Lissa ada benar nya.
"Ya sudah... Kalau tidak ada lagi yang ingin di bahas... Aku harus pergi. Martin mungkin sudah menunggu ku di Loby kantor. Aku duluan... " Lissa beranjak hendak keluar.
Namun di tahan oleh Ares. Tubuh Lissa ditarik hingga menabrak dada Ares. Lissa terheran. Ares memeluk nya sebentar.
Muach....
Sebuah kecupan mesra di kening Lissa.
"Hati-hati... " ucap Ares.
Dan Lissa segera melepaskan diri nya. Wajah nya semerah tomat matang. Sementara Ares hanya tertawa kecil melihat Lissa nya tersipu.