
Hai semua
apa kabar
semoga kalian semua sehat selalu ya
yuk lanjut baca.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditengah hujan deras yang mengguyur langit negara T, malam itu seorang wanita yang baru saja menyandang status seorang ibu 2 jam yang lalu. Berusaha melarikan diri dari kejaran sekelompok pria berbaju hitam dan bersenjata.
"Berhenti!!!! Atau kau dan bayi mu akan kami tembak!!! " suara teriakan pria yang berlari mengejar wanita itu.
"Jangan!! jangan sampai bayi ku menjadi korban!! " ucap nya dengan suara bergetar.
Wanita yang seharusnya beristirahat dan menikmati waktu bersama bayi kecil dan keluarga nya. Kini dirinya harus melarikan diri dari kejaran musuh musuh nya.
Bayi yang seharusnya menangis jika terganggu akibat getaran atau gangguan kecil, kini sedang tertidur nyenyak. Seolah-olah dirinya sedang tidur di kasur empuk yang terbuat dari sutra dan kapas. Tidur tanpa merasa terganggu sedikit pun. Sungguh bayi yang mengerti situasi.
"Hoshh... hahh.. haaahh... huh..!! " nafas wanita itu tersengal sengal karena berlari tanpa henti.
"Akhu..... aku harus melindungi bayi ku!!! Aku harus membawa nya ketempat Helena. " ucap nya.
Untuk sementara wanita itu berhasil menghindar dari musuh musuh nya. Namun ia tahu, jika musuh nya pasti bisa menemukan dan menangkap mereka. Dan jika ia berhasil tertangkap, maka dia dan sang bayi akan di bunuh.
Sesampainya ia di tempat temannya yang bernama Helena. Ia mengetuk gerbang berkali-kali namun tidak ada sahutan. Ia mencari sebuah kardus dan melapisi bayi nya dengan jaket. Walaupun sudah menggunakan bedong namun itu tidak cukup untuk melindungi bayi nya dari dingin nya malam.
Diletakkan sang bayi yang berjenis kelamin perempuan itu dengan hati-hati dan penuh kasih sayang. Sedih.. itulah yang dirasakan wanita itu, Mengingat dirinya baru saja menjadi seorang ibu yang seharusnya melindungi , menjaga, merawat dan memberikan bayi nya kasih sayang. Sekarang bayi nya harus ikut menjadi korban dari musuh musuh nya.
Setelah meletakkan bayi nya, wanita itu meletakkan sebuah box kecil dengan hiasan mawar berwarna silver. Didalam kotak terdapat sebuah kalung, cincin, anting-anting dan sepucuk surat. Wanita itu sudah mengira jika hal seperti ini akan terjadi. Maka sebelum hal itu menimpa nya, ia sudah menyiapkan kan segala nya.
"Helena!!!!!!.....Helena!!!!!......buka gerbang nya!!!!. Helena!!!!...." Wanita itu terus menerus mengedor gedor gerbang kediaman Helena. yang sebenarnya Panti asuhan.
"Gawat.. mereka sudah dekat. Aku harus pergi sekarang!! " tanpa ba... bi... bu... lagi wanita itu langsung pergi menjauh. Tak lupa dia mencium kening bayi nya.Tak lama setelah kepergian nya pintu gerbang Panti asuhan pun terbuka.
Dan terlihat seorang wanita, betapa kaget nya melihat seorang bayi kecil yang cantik sedang tertidur nyenyak dalam sebuah kardus bekas. Ia melihat ke kiri dan ke kanan, secara samar ia melihat seorang wanita yang ia kenal.
"Hemm....?? Azira....???kenapa dia berlari....???dan kenapa ia dikejar oleh orang orang itu...???Dan bayi siapa ini...???" ia menghujani diri nya dengan banyak pertanyaan
"Ahhh...lebih baik aku bawa masuk bayi ini. " ia menepis semua pertanyaan itu.
" Wahh bayi kecil.. kau sangat pintar ya. Semua bayi pasti akan menangis kencang jika mereka kedinginan sedikit, tapi kau... kau malah tidur nyenyak saat kau kehujanan. " puji Helena pada bayi ini.
Sesampainya Helena di teras Panti, Helena memanggil seorang relawan Panti.
"Lina!!! Kesini sebentar!!! " teriak nya.
Relawan yang bernama Lina itu berlari dengar tergesa-gesa.
"Tolong kau ambil kan kain kering dan hangat untuk bayi ini!! " suruh nya pada Lina
"Baik bu!. " Lina masuk dan mengambil kan kain kering untuk bayi itu.
"Ini bu. " dia memberikan nya pada Helena. "Terima kasih" jawab nya dan dibalas anggukan kepala Lina.
Saat Helena mengangkat bayi itu untuk melepaskan kain basah yang membungkus tubuh sang bayi, ia melihat sebuah box kecil berwarna hitam dengan hiasan mawar. Ia memberikan bayi itu pada Lina untuk diganti kain nya.
"Box apa ini??" monolog nya. Tangan nya terulur mengambil box itu, lalu ia membuka nya.
Hal pertama yang ia lihat adalah sebuah kalung, perasaan familiar menghampiri nya. Ia mengangkat kalung itu, dan kemudian ia melihat sebuah cincin dengan ukiran mawar.
DEG...
"Ke-kenapa ???kenapa cincin ini a-ada di-sini???" suara Helena terbata bata.
Kemudian ia mengambil sebuah surat, dan saat ia hendak membuka lipatan surat itu, sepasang anting-anting jatuh. Matanya membulat.
"Ba-bagaimana????Bagaimana bayi ini bisa memiliki semua barang ini???" Helena mengusap wajah nya dengan kedua tangannya
"Owekkkk... ooweekkkk..... ooweekkkk... " suara tangis bayi itu pecah seketika.
Helena dengan cepat menyimpan semua barang tadi kedalam box dan menutup nya kembali. Tangan nya terulur untuk menggendong bayi tersebut. Bayi itu menghisap jempolnya sendiri.
"Bu, seperti bayi ini kelaparan" ujar Lina
"Apakah kita masih punya stok susu???" tanya Helena
"Masih bu. Tapi seperti nya hanya cukup untuk besok siang, " jawab nya.
"Tidak apa. Tolong buat kan ya. Aku akan membawa bayi ini kekamar ku. " Helena masuk sambil menggendong bayi yang masih terbangun itu.
"Bu. Kardus dan barang bayi ini, apakah mau dibuang??" tanya Lina.
"Untuk kardusnya kah buang saja, selain itu kau bawa masuk dan simpan di kamar ku saja. " ujar nya.
•
•
•
•
•
bersambung.......