
"Terima kasih tuan" Lissa menunduk dan keluar dari ruangan tersebut.
Namun dia teringat dengan orang yang tadi dia lihat di parkiran. Dia berhenti dan memutar tubuh nya menghadap ke Ares.
Ares masih menatap Lissa yang masih belum keluar dari ruangan nya. Menaikkan sebelah alis nya. Lissa berjalan beberapa langkah mendekati Ares.
"Mmmm.... Tuan apa saya boleh mengatakan sesuatu.??? " Lissa bertanya sesopan mungkin.
"Ya.Katakan! " jawab Ares.
"Tadi diparkiran saya melihat seseorang yang mencurigakan, dia berbicara dengan rekannya dari telpon.... " Lissa sengaja menggantung kan kata-kata nya, menunggu reaksi wajah Ares.
Dan Lissa melanjutkan kata-kata nya saat melihat wajah Ares yang nampak B Aja.
"Dia nanti bakalan menyamar sebagai salah satu karyawan disini tuan. Dan kalau tadi saya nggak salah dengar, dia itu....." Lissa kembali menggantung kan kalimat nya, dia berusaha mengingat.
"Ha!!!! Lissa berteriak. " Kata nya di akan masuk ke ruangan ini saat situasi lengah. " jelas Lissa. "Lalu, dia bilang akan mengambil data-data perusahaan. " tambah Lissa lagi.
Sementara itu, raut wajah Ares tampak biasa saja. Sedangkan Felix, wajah nya terlihat bingung.
"Menurut mu, apa yang harus dilakukan?? " Ares bertanya pada Lissa. Bukan nya dia tidak tau, dia hanya ingin menguji Lissa saja.
"Ehek... ekhem.. Begini tuan... eeeeee" Lissa menggantung kan kalimat nya lagi. "Boleh saya duduk tuan, kaki saya pegel nih??? " Lissa bertanya dengan santuy nya, seakan dia lupa kalau Ares adalah bos nya.
Ares mengangguk. Lissa berjalan menuju sofa dan duduk. Kemudian menjelaskan ide-ide nya untuk si karyawan abal-abal itu. Ares menyimak begitu juga Felix yang masih berada di ruangan itu.
selang beberapa lama mereka berdiskusi, akhirnya mereka sepakat untuk memberi pelajaran .
" Baiklah. Aku izinkan. Tapi kalau ada satu saja yang kurang di ruangan ini, maka kau yang bertanggung jawab. Dan lakukan tugas mu dengan benar. Aku tidak suka kesalahan. " Ares berbicara panjang, namun masih mengizinkan Lissa.
"Tenang saja tuan. Aku ini sangat berpengalaman dalam hal seperti ini. Jadi tidak akan ada kesalahan. Hhehehh" Lissa Lissa berkata dengan percaya diri, dan mencolek hidung nya dengan jari jempol.
Setelah diskusi yang lumayan memakan waktu. Lissa kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan tugas nya. Dia mengerjakan dengan serius hingga tak menyadari bahwa sudah jam makan siang kantor.
"Lissa. Makan yuk!! " Ajak Miko sambil menepuk bahu Lissa.
"Mmmm.... aku nggak bisa nih. Soal nya nanti aku di panggil tuan Ares. Aku nitip makanan boleh nggak?? " Ujar Lissa.
"Huhhh.Ok deh. Mau nitip apa.?? " Tanya Miko.
"Aku nitip air mineral 2 botol sama salad buah aja deh. " kata Lissa
"Ok.Aku pergi. Bye!! " Pamit Miko
"Makasih Tian!!!!. " ucap Lissa agak berteriak karena Miko/ Tian sudah agak menjauh.
Kemudian Lissa membereskan meja nya dan pergi ke ruangan Ares.Dia sedang bersiap-siap untuk menjalankan misi kedua nya setelah menangkap karyawan curang. Dan sekarang dia harus menangkap karyawan abal-abal.
Sedangkan untuk karyawan abal-abal itu sendiri. Dia sedari tadi memperhatikan kondisi kantor, saat jam makan siang adalah waktu yang tepat untuk menyelinap masuk ke ruangan CEO.
Saat kantor benar-benar sepi, dia menuju ruang CEO. Dan masuk kedalam ruangan CEO. Di dalam Lissa sudah menunggu di balik sofa. Dia menunggu saat yang tepat untuk menangkap basah karyawan itu.
bersambung........