THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 16



Hai semua


Apa kabar


Semoga sehat selalu ya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Pamannn..... boleh ya pliisssss.... " Bujuk Lissa saat melakukan video call dengan Grey paman nya.


"Paman bukannya tidak mengizinkan kamu Lissa.. Tapi dengan pengetahuan mu itu, kau masih belum siap untuk terjun ke dunia bisnis.... " Grey menasihati


"Yahh.... tapi kan belum di coba... astaga paman... izinkan ya.. " Lissa memohon sambil Memonyongkan Bibir nya.


"Gak!! lagian kenapa juga bibir nya di monyongin gitu..?? mau paman ikat tuh congor!!? " Grey mendelik kan mata


"Haiiss... Hmm... gini aja deh paman... " Lissa memulai untuk nego nego.


"Apa??"


"Gimana kalo kak Remon dan kak Lucky suruh kesini aja.. buat ngajarin aku. " terang Lissa


"Tapi perusahaan induk gimana??? siapa yang urus nanti kalo Remon sama Lucky ke sana. ??" tanya Grey.


"Ya elah... Kak Sandrina sama paman kan ada.... " sahut Lissa


"Hadehh.. susah kalo punya ponakan keras kaya' batu sungai. " Grey memijit pangkal hidung nya.


"Ya sudah.. paman sih boleh boleh saja... Tapi.. momy kami gimana.. ?? Nanti dia kasih izin gak?" Grey setuju.


"Sep... lah... Urusan momy itu gampang.. " Lissa menepuk-nepuk dada nya dengan songongnya.


"Jadi... kapan nih kak Remon sama Kak Lucky datang??. " tanya Lissa


"Aaa.... minggu depan gimana??... Soal nya mereka berdua tidak bisa datang minggu ini.. " ujar Grey.


"Terus... mereka kemana??" cengo Lissa


"Ada urusan di negara C... paling lambat mereka akan pulang 3 hari lagi.... " jelas Grey.


"Heee..... oke deh... Janji ya.. minggu depan... " Lissa melayangkan tatapan tajam kepada Grey.


"Hahahah... iya.. iya janji... kalo gak lupa.. " tawa Grey dan lirih di 3 kata terakhir..


"Apa!!! .. Paman...... " rengek Lissa saat mendengar kata-kata terakhir


"Ya sudah paman mau istirahat dulu babayy.. " Dengan cepat Grey mematikan sambungan video call.


"Cis... dasar paman botak... Untung aja udah botak... Kalo masih ada rambut udah aku botakin tuh kepala... " sungut Lissa.


...◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇...


Jedag.. jedug.... jedah. jedug....!!!!


Begitu juga dengan seorang laki-laki yang usia nya kini sudah menginjak 31 tahun. Di samping kiri kanan nya 2 wanita berbadan aduhay duduk di pangkuannya, sambil sesekali membelai belai tubuh laki-laki itu.


Hingga dia merasa risih dengan sentuhan mereka. Dan memutuskan untuk mengusir mereka berdua.


"Pergilah!!! Dan jangan membantah!! " katanya dengan datar.


Dan dua wanita itu langsung pergi dengan tergesa-gesa. Dan datang lah teman nya yang seorang dokter.


"Wah.... sungguh keajaiban.. Seorang Ares Alexander, tidak mau wanita cantik... Mungkin kah kau sudah gak normal??hahah" kekeh Alvian.


"Kau yang sudah gak normal.... Banci diajak dugeman bareng. " balas Ares sambil meneguk minuman nya.


"Sial kau Ares... bisa bisa nya kau bongkar aib orang. " Alvian melempar Ares dengan biji kuaci.


Namun biji kuaci itu malah jatuh ke lantai.


"Hahhh... " Ares menghela nafas.


Alvian sudah tau.. jika Ares datang ke club seorang diri dan selalu menghela nafas dengan keras... Itu tanda nya di sedang Gegana... (Gelisah, Galau, Merana.)


"Bagaimana pencarian nya??kau sudah menemukan petunjuk. " tanya Alvian.


"Belum... sudah 4 tahun aku melakukan pencarian, namun hanya mendapat lelah saja. " jawab Ares.


"Mungkin memang kabar itu benar, dia sudah meninggal dunia.. " ujar Alvian.


"Tidak!!! Lissa tidak mungkin meninggalkan ku secepat itu... Dia masih belum tau, bahwa aku mencintai nya... " tukas Ares dengan kasar.


"Sudah lah Ares..!! kau tidak bisa lari dari kenyataan.. Kau harus mengikhlaskan nya... dia tidak akan tenang. " bujuk Alvian.


"Tapi... tapi.. itu tidak mungkin.. aku selalu bisa merasakan dia itu masih hidup.... dan akhir akhir ini, aku merasa... dia ada di dekat ku.. Tapi aku tidak tau... dia ada dimana.. " sahut Ares dengan suara bergetar.


Lalu Alvian mendekat dan menepuk-nepuk punggung sahabat nya itu.


"Hahh... aku tidak bisa melarang mu... Jika memang benar Lissa masih hidup, dan dia berada di sekitar mu... maka temukan lah...jika kalian memang berjodoh dan di takdir kan bersama... Aku yakin., kalian akan bersama. " tutur Alvian.


"Terimakasih.. " ujar Ares.


Alvian yang sedang meneguk air nya tiba-tiba menyembur kan air nya lagi.


Brrrruuuushhhhh.......


Dan air itu hampir mengenai wajah Ares. Untung saja Ares dengan cepat menghindar.


"Apa apaan kau ini!!? " pekik Ares.


"Ma.. maaf.. hanya kaget saja... Tiba-tiba kau mengucapkan kata-kata sakral... Aku kira kau di rasuki jin baik" ujar Alvian sambil mengelap mulut nya.


"Mmmmm!! " balas Ares dengan mendelik.


"Ehehehe peace✌✌" Alvian terkekeh.