
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Hoiiii !!! pengantin baru sudah tiba!!! ".Sebuah teriakan membuat perhatian tertuju pada dua sejoli yang sudah resmi menjadi suami istri tersebut.
Lissa mengutuk sangat kakak di dalam hati nya. Bisa-bisanya dia berteriak begitu. Tapi ya, sudah lah Tidak ada salah nya juga kan. Kakak nya hanya kelewatan bahagia.
Wooaahhh!!!!
Suiiit!!! Suittt......
Selamat!!!
Semoga bahagia!!!
Begitu lah sorakan yang dilontarkan oleh para tamu.
Lissa tidak bisa membendung kebahagiaan nya. Sungguh ini adalah hari terbahagia nya setelah bisa bertemu keluarga nya.
"Terima kasih Tuhan... " Gumam Lissa terdengar oleh Ares.
"Kau bahagia honey??" tanya Ares.
Pasangan itu sudah duduk di tempat yang memang khusus untuk mereka.
"Sangat... Sangat bahagia... " Jawab Lissa di iringi senyum cerah.
"Kita semua bahagia.. Aku sangat bahagia karena menemukan cahaya dalam hidup ku. Dan cahaya itu adalah seseorang yang sekarang sudah menjadi istri ku. Istri tercinta ku. Lissa-ku. " Ujar Ares dalam.
Lissa hanya tertawa....
"Ladyyy!!! "
"Lissa!!!! "
Dua suara mengejutkan mereka yang asik berdua. Itu adalah suaranya Naomi dan Sella.
"Huwaaa.... Lady... Akhirnya kau menikah... Jangan lupakan aku yang Lady.... " Sella terisak dramatis.
"Aaahhhhh..... Lissa!!! Kau mendahului ku.... Tapi tidak apa, asal kau bahagia.. Huwaaa.. aku ikut bahagia" Naomi ikut ikutan.
"Hahahaha kalian ini lebay sekali... " tawa Lissa meledak melihat tingkah konyol dua sahabat nya itu.
"Heii!! Ayo kita berfoto... Sebagai kenangan kita nanti" Usul Miko.
Sedangkan Sekertaris muda Lissa, Martin hanya diam memperhatikan tingkah dari sahabat bos nya.
"Selamat Nona dan tuan. Saya turut bahagia. " ujar nya memberikan sebuah kado.
"Terimakasih Martin. Bersenang-senang lah di pesta ini. " Balas Lissa.
"Heii... Kalian tidak membawa kado untuk ku hmmm???" Tanya Lissa.
"Ohh?? apa itu perlu. Aku kira, kalian yang akan memberikan kami hadiah. Kalian berdua kan CEO dari 2 perusahaan besar. hehehheeh" Celetuk Naomi enteng.
"Astaga!!! Punya teman kok seperti ini" Lissa menepuk kening nya.
"Tuan, kami punya hadiah. Khusus untuk mu. " Ujar dua kembar gila itu, Felix dan Frank.
Mereka saling berbisik. Lalu tertawa, entah apa yang di tertawa kan oleh ketiga laki-laki aneh itu.
"Hahaha... kalian memang terbaik jika menyangkut urusan ku. "Ucap Ares.
" Haiii... apa aku telat??? huh.. huh... huaahh.... capek sekali " Tiba-tiba seseorang yang paling jarang muncul di cerita author datang.
Heheheh dokter Alvian.
"Siapa dia??" tanya Sella.
" Bro... Maaf aku terlambat. Aku baru saja selesai mengoperasi pasien kritis. " Kata Alvian.
"It's Oke. " jawab Ares menepuk bahu Alvian.
"Kau Lissa kan?. Selamat yah... Semoga rumah tangga kalian berjalan dengan harmonis. " ucap Alvian.
"Terima kasih dokter Alvian.... Dan doa ku.... Semoga kau menyusul. heheheh" jawab Lissa.
"Ares... Sssttt.. hoi... " bisik Alvian.
"apa?" Ares ikut berbisik.
"Kemari sebentar! " pinta Alvian.
"apa??apa?... " tanya Ares.
"Ini!! Hadiah dari ku.. hihihiihihi.... semoga kalian menyukai nya. Aku mendoakan yang terbaik untuk kalian." Alvian menyerahkan bingkisan itu.
"Terima kasih Vian..... Kau sahabat ku yang terbaik. " Ares memeluk Alvian.
Hadiah dari Alvian adalah set perlengkapan bayi. Mulai dari pakaian hingga alat makan nya.
"Apa yang kalian bicarakan??" Lissa menghampiri mereka berdua.
"Semoga kau suka hadiah ku. "
"Waaahhh... Perlengkapan bayi!! Ihhh lucu nya... " gemas Lissa.
"Kenapa kau memberikan nya secara sembunyi sembunyi??" tanya Lissa.
"Heheh tidak apa apa. Aku hanya ingin hadiah ku dilihat oleh kalian. " jawab Alvian terdengar aneh bagi Lissa.
"Terima kasih. Aku sangat suka. " Ucap Lissa.
"Ya ampun, susah tidka sabar ingin punya bayi... pasti akan lucu dan ramai kan?kang" ujar Lissa.
"Iya kau benar. "
"Lissa.. " Sebuah panggilan mengalihkan Lissa.
"Mommy... Daddy... kakak ku yang jelek... " Lissa berjingkrak tanpa memperhatikan sesuatu.
Krakkk!!!
"Alamak!!! Lissa hak mu patah!!! hahahahah" pekik Ron...
"Ahahaha biar saja... Hanya sebuah sepatu. Bisa diganti lagi. " ujar Ares.
"Selamat anak ku... Putri Permata ku... akhirnya kau menikah juga. " Kedua paruh bayar itu memeluk putri semata wayang mereka.
"Bahagia lah dengan pernikahan mu nak. Kami tidak akan ikut campur jika kau meminta nya. "
"Heiii Adik ipar... hahahah... bagaimana perasaan mu?? Nanti malam jangan lupa. bikin kan keponakan untuk ku. "
Lalu Ron menyelipkan sebuah barang kecil. Sangat kecil....
"Apa ini??" Bisik Ares...
"Inihhh obathh kuathh" Ron berbisik hingga syarat nya terdengar samar.
"Ihhhsss mulut mu bau sekali... huekkk" Ares menutup hidung nya.
"Hehehe... Aku belum gosok gigi. " Ron terkikik.
Para tamu undangan perlahan menyusut jumlah nya. Karena hari hang semakin larut. Dan acara pun hampir selesai. Satu persatu, tamu bersalaman dan mengucapkan selamat kepada pasangan itu....