
"Aku tidak menyangka aku masih bisa bertemu dengan mu setelah kejadian itu... Aku kira kau akan pergi selama nya.. " ujar Bunda Helena.
Mereka sedang duduk di ruang tamu Panti. Beberapa anak anak melintas di ruang itu.
"Ya... sama hal nya dengan ku... Aku kira tak akan bertemu lagi dengan putri ku. Tapi takdir Tuhan mempertemukan kami.. dan sekarang juga, Tuhan mempertemukan kita.. " balas Mommy Zira.
"Hei..!!! kenapa Mommy dan Bunda malah mellow sih!?... Seharusnya kita itu bahagia sekarang.. bukan nya haru.. " celetuk Lissa tanpa perasaan.
"Maaf Lady... tapi wajar jika suasana sekarang haru.. karena ini adalah momen pertemuan 2 sahabat yang terpisah... " sungut Sella yang kesal, karena Lissa merusak suasana..
Ya.!! Lissa paling ahli jika merusak suasana... entah kemana dirinya yang sopan... Tapi itu lebih baik.. Pikir Lissa.
"Astaga Helena... Kau masih saja awet muda.... jika dibandingkan dengan ku, beban mu lebih berat... Karena kau mengurus semua anak anak di sini... " tukas Mommy Zira.
"Hei... kalau mau mengatai ku tua, silakan... jangan menyindir.. " cibir Bunda Helena.
"Tapi... meskipun beban ku berat, tapi aku tetap bahagia... karena keceriaan anak anak disini. " sambung Bunda Helena.
Sesaat suasana hening... hanya terdengar suara tawa anak anak yang bermain.. Tapi.... dengan cepat suara tawa mereka lenyap.!!!
"Bunnndaaaaa!!!!!!!! " teriak seorang gadis kecil dengan wajah takut sambil berlari ke pelukan Bunda Helena
**********
"Hai sayang ku.... aku datang lagii... " sapa Miko.
Yap... dia mengunjungi kekasih nya, Naomi.
"Hai... hari ini aku datang bersama keluarga mu... Mereka sangat merindukan mu... " lanjut Miko.
"Nak.... Naomi... Maaf ibu jarang menjenguk kamu... " sahut ibu nya Naomi.
"I.. Ibu... " kata Naomi.
"Iya... ibu datang bersama ayah dan adik kamu... " lanjut ibu.
Ayah Naomi mendekat. Mengusap rambut putri sulung nya.
Mereka sedang di taman.. Di tempat yang paling Naomi sukai.
"Ayah minta maaf... Ayah sekarang mulai sakit... Tapi tidak parah... hanya sering batuk saja... " tutur ayah Naomi dengan lembut.
Naomi tersenyum... memegang tangan ayah nya.
"Miko... Terima kasih" ujar ayah Naomi.
"Tidak apa apa Ayah... Itu sudah kewajiban Miko sebagai kekasih Naomi. " balas Miko.
Miko memanggil kedua orang tua Naomi, seperti Naomi memanggil mereka. Bahkan Miko sangat dekat dengan adik Naomi.
"Jika bukan karena kegigihan mu, mungkin Naomi akan sembuh dalam waktu yang lama... Kau memang calon menantu yang baik. " tutur ibu Naomi.
Miko sudah dianggap bagian keluarga Naomi... Bahkan saat Naomi sembuh nanti, Miko akan langsung melamar Naomi. Ayah dan ibu Naomi sudah memberikan 100% restu mereka. Melihat ketulusan Miko pada Naomi selama 4tahun ini, membuat mereka luluh.
Uhuhuhuhu.... ada gak sih cowok kayak Miko... kalo ada bungkusin 1 dong... gak pake toge.. ๐๐ ..
********
"Bunnndaaaaa!!!!! "
"Ada apa Maira???... kenapa berteriak..?!!! " Bunda Helena langsung mendekap gadis kecil bernama Maira itu.
"Bun.. daaa.. takut.... " lirih Maira...
"Kenapa nak.. " Mommy ikut menenangkan gadis kecil itu.
"Bundaaa...!!!! " Dan beberapa anak anak berlari dengan wajah takut.
"Kenapa mereka ini??! ".
Lissa bertanya tanya. Dia menggendong bocah laki-laki yang kira kira berusia 1 setengah tahun.
" Lady... mungkin ada orang asing, sehingga mereka ketakutan. " tebak Sella.
"Akan aku cek..!! " Lissa menurunkan anak yang ia gendong.
Lissa menuju ke halaman... Nampak sebuah mobil hitam pekat di halaman selain mobil nya. Wajah Lissa terheran. Melihat orang yang berada tak jauh dari mobil itu. Seorang laki-laki tua.. dan di dalam mobil nampak seorang lagi...
"Siapa mereka??.... " tanya Lissa.
**Siapa hayooo๐๐๐.
udah tau kannn**.....