
Hari-hari Lissa lewati dengan biasa saja. Sebagai asisten plus sekretaris pribadi Ares Alexander, tugas nya tidak terlalu banyak. Karena dia juga di bantu oleh Miko. Ralat,, dia yang membantu Miko. Terkadang dia di buat kesal dengan atasan sendiri .
Karena sikap cuek Bebek bos nya, perasaan yang awal nya cerah seperti ada pelangi, berubah jadi mendung seperti mau hujan. Ada saja perintah yang membuat hati nya dongkol.
Tapi, ya sudah lah. Nama nya juga bekerja pada orang.Memang harus extra sabar. Harus rajin dan terampil, kalo nggak ya..... alamat deh. Di pecat.
Hari ini Lissa pulang kerumah dengan cepat. Tugas yang biasanya menggunung, sudah tak ada lagi. Mungkin bos nya kasihan melihat nya harus menyelesaikan tugas, dan pulang terlambat.
Sampai dirumah Lissa langsung meluncur ke kamar mandi. Badan nya sudah sangat gerah dan lengket seperti tidak mandi tiga hari tiga malam. Padahal dia ini anak nya rajin mandi.
Setelah mandi dia langsung merebahkan diri nya di kasur yang ia beli dari hasil berjualan bersama Naomi. Ngomong-ngomong soal Naomi. Sekarang dia yang memiliki Stan berjalan mereka. Di bantu oleh adik nya Lissa Chyro. Hasil berjualan mereka cukup banyak.
Jadi mereka memutuskan untuk membuat kedai sederhana. Chyro setiap pulang sekolah pasti selalu membantu Naomi berjualan. Dia merahasiakan nya pada kedua orang tuanya, karena dia tahu.Orang tua nya pasti akan meminta uang pada nya.
iya... kembali ke Lissa....
Mata Lissa perlahan mulai terpejam, namun tiba-tiba terlintas di pikiran nya tentang cerita dari Bunda Helena, perihal barang-barang peninggalan mommy nya. Lantas dia bangkit lagi, rasa kantuk sudah tak ada lagi di mata nya.
Lalu dia berjalan ke arah lemari pakaian nya, mencari box yang berisikan barang milik mommy nya. Dia sudah melihat giwang, cincin dan liontin dari mommy nya. Namun dia belum sempat membaca surat yang ada di bagian paling bawah. Lissa menyimpan kembali barang-barang itu, kecuali surat.
Dia berjalan ke atas kasur, dan merebah kan diri. Di bagian depan amplop surat terdapat tulisan
"Dari Mommy untuk Lissa"... Lissa membuka surat itu, dan membaca nya. Begini isi surat nya.
" ***Halo Lissa nya mommy. Mungkin, di saat kamu membaca surat ini, mommy udah nggak bersama kamu lagi sayang. Mommy minta maaf, untuk semua kesalahan mommy sama kamu. Mommy nggak bisa melihat tumbuh kembang kamu, mommy nggak bisa meluk kamu saat kamu nangis, mommy nggak bisa bawa kamu jalan-jalan seperti anak lainnya, nggak bisa liat kamu jadi juara kelas."
"Saat kamu udah selesai baca surat ini. Kamu hubungi saja nomor yang ada di bawah surat ini. Orang itu akan membantu kamu, Jangan pernah sungkan sama dia, ya nak. "
"Tapi, kalau kamu nggak mau menghubungi nomor itu... Kamu bisa datang ke tempat nya langsung. Alamat nya nggak akan berubah."
"Lissa, kamu nggak sendirian nak. Kamu punya Daddy, dan abang kamu. Mereka mungkin masih mencari kamu nak. Sekarang mereka, mungkin masih sedih atas kepergian kamu dan mommy"
"Sayang mommy. Jaga diri kamu baik-baik ya. Mommy sayang sama kamu. Ingat ya nak, harus berbuat baik sama siapa saja, nggak boleh pandang bulu. "
"Dan jangan lupa. Liontin dan cincin itu kamu pakai ya nak. Dan untuk anting-anting, kamu harus memakai nya pada saat yang tepat. "
"Sekali lagi.. mommy minta maaf nak. Tolong jangan benci sama mommy, tolong jangan terluka untuk mommy. Tolong..... Kamu harus kuat ya, sayang mommy. "
Begitu isi surat nya. Air mata Lissa sudah tidak bisa di bendung lagi. Dia menangis berjam-jam. Tapi air mata nya seolah tak bisa mengering. Kalau saja dia tidak mengingat jika dia harus bekerja besok, mungkin dia akan menangis sepanjang malam bahkan mungkin hingga pagi.
Bersambung....................
**buat para readers yang baik hati . pliss dong... kasih like nya. Yang banyak. kasih komentar juga.
makasih untuk kalian yang masih setia membaca.
love you all. πππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππ**