THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
Pemberian Mommy



Hai para readers sekalian


Masih tetep baca novel ini kan.


jangan lupa kasih like, vote, dan komen kalian ya.


yuk lanjut!!


▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫


Bunda Elena mengajak Lissa kesuatu ruangan. Dulu Lissa tidak pernah melihat ruangan tersebut. Dan kenapa bunda Elena mengajak nya masuk kesana. Otak mya masih belum bisa menebak


"Sebentar ya nak. " bunda Elena melepas tangan Lissa.


Lissa masih berupaya menebak, kamar siapa ini??, kenapa aku di bawa kesini?? . Dan kenapa aku tidak pernah menyadari kalau di Panti jni ada kamar yang berada di loteng.


Ya. Bunda Elena membawa Lissa ke loteng, terdapat banyak barang-barang disana. Tapi semua barang nya, ada tanda bunga mawar berwarna silver dan hitam.


"Bunda. Kamar siapa ini bun?? " Lissa bertanya pada bunda Elena


Namun pertanyaan Lissa tak di gubris nya. Ia masih sibuk mencari sesuatu yang penting. Dan itu menyangkut dengan kehidupan Lissa.


"ini dia!!. akhirnya ketemu juga.!! " Bunda Elena bersorak kegirangan.


"Kotak apa'an tuh bun?? " Lissa terheran. Keran baru kali ini dia melihat wanita yang sudah ia anggap ibu kandung nya, melompat kegirangan.


"Ini... barang yang sangat berharga bagi kamu nak" bunda Elena menatap Lissa dengan sendu.


"Maksudnya bunda?? " Lissa masih belum mengerti.


"Ini, barang yang ditinggalkan oleh mommy kamu". Ucap bunda Elena


DEG!!!


Lissa menatap kosong ke sebuah box kecil berwarna hitam yang dihiasi lambang bunga mawar silver.


" Bunda ngomong apa'an sih.??! Bunda ngaco deh bun!. Kan... bunda, dulu bilang.. ka-kalo Lissa gak punya orang tu-tua.. " suara mulai bergetar menahan sesak.


"Itu... itu.. mommy kamu yang minta ke bunda, untuk merahasiakan dirinya, sebelum kamu dewasa nak. " Bunda Elena berusaha menjelaskan kan.


"Tapi... ke-kenapa bunda...?? Apa me..reka nggak sayang sa-sama Lissa??.... Apa Lis-ssa nggak berguna buat mereka?? ... kenapa mereka buang Lissa??hiks.. huks huks.. " Suara nya sesegukan.


Bunda Elena, berusaha menceritakan masa lalu mommy nya Lissa. Dia juga berusaha menahan sedih, mommy Lissa adalah sahabat dari bunda Elena. Mereka lebih dekat dari saudara.


Lissa berusaha mencerna setiap kata-kata bunda Elena. Banyak sekali hal yang tidak bisa dia duga tentang masa lalu mommy nya itu.


Dan, sepeninggalan mommy nya Lissa. Mommy nya mewariskan beberapa barang yang akan membantu hidup Lissa, dan membantu nya mengurus sebuah organisasi rahasia.


Lissa membuka box barang milik mommy nya, yang sekarang menjadi miliknya. Didalam box itu terdapat sebuah surat, sebuah liontin berbentuk kepala Singa, anting-anting berbentuk naga, dan cincin orang dewasa berbentuk bunga mawar.



author kurang yakin apakah ini benar penampakan liontin. 😅😅😂.



Ini tampilan dari cincin bunga mawar nya Lissa.


maaf ya kalau menurut para readers nggak mewah. 🙏



begini lah kira-kira bentuk giwang/anting-anting nya. 😅😅


kemudian Lissa meraih surat yang masih setia di dalam box hitam itu. Masih membisu. Dia sangat tidak percaya dengan apa yang di cerita kan oleh bunda Elena.


"Lissa.. nak, mungkin kamu sebaiknya pulang dulu ke rumah kamu. Supaya kamu bisa mengistirahatkan pikiran mu. Bunda tau, kamu pasti sangat syok dengan apa yang bunda katakan. " tangan nya mengusap sayang kepala Lissa


"Tapi itu lah kenyataan yang sebenarnya Lissa. Kamu tidak bisa lari dari kenyataan." nasihat bunda Elena.


"Baik lah bunda, Lissa mengerti. Lissa pamit pulang dulu ya bun. " Lissa memeluk bunda Elena. Dan dia beranjak pergi.


Diperjalanan Lissa, tidak bisa sama sekali berkonsentrasi. Karena melamun, hampir saja dia menabrak kendaraan di depan nya.


Begitu juga saat di lampu merah, Lissa masih saja melamun, pikiran nya melayang kemana-mana.


**Tin!!!!


Tin!!!


Tiiiiiinnnnnn**!!!!!!


"woy.. !!! cepetan orang juga mau lewat nih.!! emang nya jalan punya kakek lo, kakek sugiono?!! " teriak seorang pengendara mobil yang berada di belakang motor yang Lissa kendarai.


Lissa tersentak, langsung saja dia melakukan motor nya ke tempat tinggal nya.


untuk sudut pandang orng nya author ganti ya. karena saya sndiri merasa kurang nyaman, dan kurang cocok.


JADI.. UNTUK KATA


"GUE"SAYA GANTI DENGAN " AKU"


KATA "LO" GANTI DENGAN "KAMU"


Bersambung....