
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sluurrrrppp.. Aahhh..
Suara seruputan dan helaan terdengar aneh di telinga Ares. Apa lagi makan di tempat yang ramai dengan manusia berlalu lalang. Bahkan cuaca siang ini sangat terik membakar kulit.
"Herggh.. Kenyang nya perut ku... " Lissa bersendawa tanpa memikirkan image nya di tempat umum.
"Astaga.. Kau jorok sekali honey.. " Ares mengipas hawa nafas sendawa Lissa.
"Ini bukan jorok.. Tapi ini umum. Hal lumrah yang terjadi jika kau makan terlalu kenyang.. bahkan presiden pun pernah bersendawa.. " Delik Lissa.
"Hehmmhh... Terserah apa kata mu. Lalu setelah ini kita kemana lagi? Atau kau mau langsung pulang. ?" tanya Ares.
"Ehem.. Apa kau tidak bekerja setelah dari sini?" Tanya Lissa.
"Tentu saja aku akan langsung bekerja. Tidak mungkin aku akan lalai dalam tugas ku. Di bahu ku ini banyak beban. Banyak manusia yang bergantung dari perusahaan itu. Jika bangkrut maka banyak sekali kerugian yang dihitungkan. "
Lissa mengangguk ayam. Kemudian beranjak dari tempat nya. Karena makanan sudah di bayar saat awal tadi, mereka bisa langsung meninggalkan tempat makan itu.
Di mobil....
"Kenapa kau memilih makan di tempat ramai seperti tadi?" tanya Ares.
Melajukan mobil dengan lambat.
"Sebelum aku menjawab. Apa aku boleh bertanya?" bukan menjawab Lissa balik bertanya.
"Iya."
"Apa kau pernah makan di tempat seperti tadi?" tanya Lissa
Area menggeleng.
"Itu alasan nya.. " jawab Lissa.
"Alasan apa?"..
" Aku ingin kau mengenal kehidupan orang menengah hingga kebawah. Karena kita adalah pemilik perusahaan yang lumayan besar. Kehidupan kita tidak jauh dari kata mewah dan sangat berkecukupan. Sebelum aku bertemu Mommy dan masih menjual Kue.. Begini lah kehidupan ku..
Justru kehidupan ku yang dulu menyenangkan. Meskipun aku harus bekerja extra. Seorang pembeli ku pernah mengatakan hidup nya seperti seekor ayam. "
"Hhhaaahh... maksud mu ayam apa??" Ares heran.
Dan saat aku memberi nya satu box kue isi sedang dan isi nya hanya ada 5 potong. Dia sangat senang. Bahkan sampai menetes kan air mata. " Lissa mengusap setitik bening yang jatuh.
Ares mendengar kan dengan seksama...
"Dia menangis.. hhuuu... Karena terharu, dia bilang, dia dan adik nya tidak makan selama 2 hari... Hanya minum air putih saja. Dan makanan terkahir mereka hanya sebutir telur yang di rebus kuas bening, dan sepiring nasi. Aku sempat bertanya di mana orang tua mereka. Dia bilang kedua nya sudah tiada. hiks... hisk... huuuuhu....
Dia rela tidak makan, demi kedua adik nya. Bocah itu hanya mengambil air rebusan yang mungkin rasa nya hambar. Tapi dia tetap kuat. Hiks... hiks... Dia begitu bahagia mendapatkan satu box kue itu. Dia dan kedua adik nya bisa makan walau hanya kue.."
Ares memenangkan Lissa dengan memeluk nya. Karena asyik bercerita, Lissa tidka sadar mereka sedang berada di taman.
"Ssuussttt... Jangan sedih honey. Don't cry... " Ares mengusap pucuk kepala Lissa dan mengecup nya.
"Kemudian aku memberikan satu box lagi pada nya. Tapi bocah itu menolak. Kata nya dia masih belum mendapatkan uang. Tapi aku memaksa dan akhirnya dia mengambil box kue itu. Huhuhuuuu.... huwaaaa... "
"Nasib setiap manusia berbeda honey... Setiap manusia akan merasakan indah nya dan nikmat dunia jika mereka, berusaha dan bersyukur atas apa yang ada... Bagi bocah itu satu box kue itu adalah nikmat yang luar biasa. Karena dia mensyukuri rezeki apa yang dia dapatkan. Kebahagiaan setiap manusia berbeda...
Ada yang sangat bahagia ketika mendapatkan uang. Ada yang sangat bahagia ketika mendapatkan baju, walaupun baju bekas. Ada yang sangat bahagia walaupun tidak punya uang yang banyak...
Dan ada yang bahagia karena masih bisa melihat hari esok, masih memiliki nyawa dan masih bisa bernafas."
"Semua tergantung manusia nya honey. "
"Iya kau benar. Dan aku bahagia. " angguk Lissa.
"Karena apa ?? "
"Karena semua.. Aku bahagia untuk semua.. aku bahagia bisa bertemu keluarga lengkap ku.. aku bahagia Naomi bisa sembuh. Aku bahagia akhirnya bocah laki-laki itu mendapatkan pekerjaan tetap. Dan aku bahagia Bisa mengenai pria baik seperti diri mu. "
"Kau sangat manis Honey. "
"Oh iya... dari mana kau tau bocah laki-laki itu mendapatkan pekerjaan tetap. ??"
"Kau tidak perlu tau " jawab Lissa.
Sebenarnya, bocah laki-laki Lissa lihat sedang membawa adik nya dengan gerobak. Saat Lissa mendekat, ternyata adik dari bocah itu sakit. Dan RS tidak menerima adik nya. Lalu Lissa membiayai semua ongkos kesehatan adik bocah itu hingga sehat. Dan bocah itu Lissa beri pekerjaan di toko kue nya. Sebagai tim penghias kue. Dan bocah itu bekerja dengan baik.
Itu terjadi ketika Lissa baru beberapa hati kembali ke negara T, dan baru pulang dari meeting bersama kepala pabrik produksi nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...