THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
Felix gila...



hai semua


apa kabar


semoga sehat selalu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Lissa/Alira berada di dalam pesawat yang membawa nya ke negara R. Zira menangis melihat kondisi Lissa yang mengenaskan. Tubuh nya bengkak dan berdarah. Apa lagi wajah nya.


jika tak melihat dengan teliti mungkin Lissa tidak akan di kenali. wajah nya merah, dan terdapat goresan silet yang dia dapat kan dari Michael


"Kak... maaf kan aku. Aku terlambat menyelamatkan Lissa.. " Ucap Grey. Berusaha menahan tangis nya.


"Sudah lah Grey. Mungkin ini memang takdir Lissa. Bersyukur karena kita mendapatkan Lissa kembali. Kau jangan menyalahkan diri mu atas kesalahan yang tidak kau perbuat. " jawab zira dengan lembut.


"ya... Grey.. ini bukan lah salah mu!! ini adalah salah orang yang menyerang kita itu!!! " Sandrina menyela dengan ketus.


"Hmm... iya. " jawab Grey lesu.


sementara itu di markas Dark of Death pada malam hari nya...


"eughh... di dimana aku sekarang?? " Ares akhirnya bangun.


"tuan... tuan anda sudah sadar!??! " Felix langsung bangun dari tidur nya.


"Akhh.. kepala ku s-sakit Felix.. " Ares memegangi kepala nya.


"ini tuan... minum lah" Felix menyodorkan segelas air, dan langsung di tenggak Ares hingga tak bersisa.


"b-bagaimana... bagaimana aku di sini??? di mana Lissa??! " Ares bertanya dengan raut wajah panik.


"Hmmm.. tuan... kau ini juga terluka... kenapa kau malah memikirkan orang lain!!??" Felix agak geram dengan bos nya itu.


"kenapa malah kau yang marah!!? .. Aku hanya bertanya. " tukas Ares dengan sinis.


"hahhh.... entah lah... saya lelah... saya juga butuh istirahat... Frank akan menemui sebentar lagi tuan. Kau bisa bertanya pada nya. " Felix lirih dan meninggalkan Ares di ruangan itu sendirian.


******


"Grey" panggil zira


"iya kak... ada apa?" jawab Grey


"Kita harus melindungi Lissa dengan baik kali ini" ujar zira


"ya.. Aku tau.. " jawab Grey singkat.


"Caranya???" tanya Sandrina


mereka bertiga sedang duduk di dalam ruangan yang bisa di bilang cukup santai.


"Aku tau caranya" jawab zira, tatapan mata nya lurus kedepan.


"baiklah.. aku akan ikut.. apa pun cara mu.. Yang penting Lissa aman. " jawab Grey pasrah dia juga tak punya ide saat ini.


*******


"kenapa wajah mu dilipat begitu???" tanya Frank saat melihat muka Felix kusut.


"hhahhhh... aku lelah... aku mau istirahat" tanpa menjawab pertanyaan Frank


"hei.... tunggu dulu.. ada yang harus.. ku katakan pada mu.. " Frank menahan Felix


"Apaan sih!!! kau tidak tau bahasa manusia ya??? aku bilang aku lelah..!!! aku perlu istirahat!! kau ini apa hanya bisa bahasa binatang!!! " sembur Felix dengan ketus.


"Heh!!! kau pikir kau saja yang lelah??? aku juga lelah.... aku bahkan tidak duduk setelah kita menyelamatkan tuan Ares.... bahkan kotoran mataku pun tak ku bersih kan saking aku sibuk nya!!!! " balas Frank tak kalah ketus


"HHHAAAAHHHH" kedua saudara kembar itu menghela nafas panjang.


mereka memang sangat lelah... luka yang ada di tubuh mereka pun tak di obati.... Bagi mereka itu hanya luka kecil. Jadi tak masalah.....


"hei Frank. "


"hem... "


"apa kau mengerti dengan perkataan laki-laki yang membawa Lissa tadi???"...


" ahhhaaahh.... ntah lah... aku heran... " jawab Frank menghela nafas.


"apa yang kau heran kan. ??"


"orang tadi bilang, kalua Lissa terluka karena tuan Ares.. " kata nya.


"oh... " jawab nya singkat


"kenapa kau hanya bilang 'oh' ??" Frank menepak wajah Felix


"awssttt.... apa kau ini bodoh???.. Kau lupa kalau yang menyerang kita itu Michael Bardolf. " ketus Felix mengusap wajah nya.


"astaga... kenapa aku bisa seblo'on ini????.... " Frank menepuk jidat nya.


"nah, paham kan sekarang??" ucap Felix


"Nggak." jawab Frank dengan wajah tanpa dosa, yang ingin sekali Felix menggaruk nya dengan pengeruk sampah.


"Hhhhaaaaaaaaaaa!!!!!!! aku gilaaaaa!!!!!!!!! " teriak Felix dengan kencang.


untung saja di ruangan Ares tidak bisa mendengar suara apa pun.


"hei!!! kau gila ya!!? jangan teriak di telinga orang dong. " Frank mengusap hidungnya.


"woi!!! " Felix berdiri lalu berkacak pinggang


"Kau yang gila!! sudah gila, blo'on pula!!! kau itu!!! eeeeaaarrgggahhhh.... bisa stress lama lama bersama mu!!!! percuma tuan Ares menyekolahkan mu setinggi bintang di langit, tapi otakmu hanya sebesar otak udang..!!! " Felix mengeluarkan makian nya dengan pedas.. Lebih pedas dari pada mulut Ibu ibu komplek pas lagi gosipin rumah tangga orang lain. 😂😂


"heh!!! gak ada gunanya ngomong sama ta*k kucing.... Mending ngomong sama tuan Ares. Lebih berguna... " Frank meninggalkan Felix yang kepala nya masih berasap asap.


bersambung