THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 10



Hai semua


apa kabar


semoga sehat selalu ya


selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ•Œ


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepasang mata tajam itu menatap lekat wajah asing yang berada di depannya. Mata yang ia rindukan selama 4 tahun ini... Akhirnya bisa ia lihat kembali. Tanpa sadar bibir nya menyebut nama seseorang " Lissa.. ". Untuk sesaat Hening menyelimuti pikiran nya.


Ia mendekat, tanpa melepaskan tatapan mata cantik itu. Mulut nya terus menggumamkan sebuah nama... " Lissa... Lissa.. dan Lissa.. " . Hingga jarak yang cukup dekat, merentang kan kedua tangan nya untuk memeluk sosok cantik itu. Namun....


Bruaggghhhh......


**********


Di kafe tak jauh dari RSJ. Ares, 2F , Lissa dan Sella duduk di satu meja yang sama. Perasaan kesal dan dongkol masih menyelimuti Ares. Pipinya lebam dan agak membiru. Wajah nya di tekuk hingga berlipat-lipat.


Sedangkan Lissa hanya bisa mengulum senyum nya. Sementara si pelaku yaitu Sella, dia sedang duduk manis sambil menikmati segelas minuman dingin. Kalo panas panas dini enak nya minum yang seger seger... begitu pikir nya.


"Kenapa kau memukul bos kami!? " celetuk Felix dengan ketus.


"Kenapa kau tidak bertanya pada bos mu sendiri??" Sella balik bertanya.


"Apa maksud mu hah!? " tukas nya tak Terima.


"Hei... kau tuh buta atau rabun sih??.. kau bisa lihat dengan jelas apa yang akan bos mu lakukan pada atasan ku. " sungut Sella.


Tadi.......


Mata Ares dan Lissa saling terpaku satu sama lain.Untuk sesaat keadaan sunyi. Sepasang mata tajam itu menatap lekat wajah asing yang berada di depannya. Mata yang ia rindukan selama 4 tahun ini... Akhirnya bisa ia lihat kembali. Tanpa sadar bibir nya menyebut nama seseorang " Lissa.. ". Untuk sesaat Hening menyelimuti pikiran nya.


Ia mendekat, tanpa melepaskan tatapan mata cantik itu. Mulut nya terus menggumamkan sebuah nama... " Lissa... Lissa.. dan Lissa.. " . Hingga jarak yang cukup dekat, merentang kan kedua tangan nya untuk memeluk sosok cantik itu. Namun....


Bruaggghhhh......


Sebuah bogeman mentah mendarat mulus di pipi Ares. Hingga diri nya mundur beberapa langkah.


"Ngapain kau mau peluk peluk hah!!? mau ku patahin tangan sial mu itu??!! " Ujar Sella penuh kemarahan.


"Hei!! apa-apaan kau ini... kau belum tau kami ini siapa!!? " Frank yang dari tadi berusaha diam kini tersulut emosi


"Diam!!! Semuanya diam!! " Suara Lissa dengan tegas.


Membuat mereka yang ribut menjadi kicep seketika. Lalu Lissa tersenyum


"Naaahhh... gini kan enak.. diam. " Ujar Lissa dengan santai namun terdengar menyeramkan.


"Naomi, kamu istirahat ya... kapan kapan aku akan datang lagi.. " ujar Lissa sambil mengusap surai hitam Naomi.


"Kalian !! kemari" panggil Lissa pada 2 bodyguard nya.


"Ya.. Lad... bos.. " jawab mereka


"Bawa Naomi istirahat.. Setelah itu kalian boleh pergi.." titah nya.


"Baik bos. " jawab mereka, lalu membawa Naomi.


"Da... da... Lissa... daa..... " Naomi melambaikan tangan nya, begitu juga Lissa.


"Lady... kita bisa pulang sekarang. " ucap Sella dengan tegas. Dia sudah muak berada di dekat 3 cunguk.


"Hmmm???? nanti saja.. aku ingin bersantai dulu.. Dan kalian.... " ucap Lissa, sambil menunjuk 2 Dan Ares.


"Kalian bisa ikut dengan kami, jika ingin pertanggungjawaban" katanya Lissa, lalu pergi.


Dan mereka menuju ke sebuah kafe yang tak jauh dari RSJ. Dan di sini lah mereka. Pipi Ares yang agak lebam menjadi bahan tertawaan Lissa.


wkwkwkwk... bos mafia muka nya lebam karena cewek.. hahahah. ingin tertawa namun takut dosa... begitu pikir Lissa.


"Tuan.. memang apa yang tuan lakukan???" Tanya Felix yang jengah.


"memang apa yang ku lakukan.. ??" tanya Ares balik.


"Hei... Tuan. Ares.... bukan kah tadi kau ingin memeluk bos ku ini?? benar bukan?.. " tebak Sella.


Hahahah.. dasar tuan Ares, masih saja sama seperti dulu... gengsi nya lebih tinggi dari langit. kekeh Lissa salah hati.


"Oh.. bagus lah... " jawab Sella


"Bos.. mari kita pulang sekarang! " ajak Sella yang minuman nya sudah habis.


"Oke." jawab Lissa


"Tunggu sebentar!! " sergah Ares cepat.


"Ya... " jawab Lissa singkat


"Dari mana kau tau nama ku??" tanya ares dengan datar..


Sella langsung jadi gelagapan, bukan apa... Ia hanya tidak mau di curigai karena tau siapa Ares. Karena Lissa sudah menceritakan tentang nya.


Lalu Lissa bilang "Maaf tuan... Apa asisten ku ini salah bila menyebut nama anda??" tanya Lissa dengan anda profesional


"Tidak... aku hanya penasaran" jawab nya datar


"Haduh... seperti than ini sudah ketinggalan zaman ya... " Lissa menggeleng


"Tentu saja kami tau.Dan anda tidak perlu tau kenapa kami bisa tau siapa anda. " jawab Lissa datar dan dingin.


"Selamat siang.. kami undur diri. " ucap Lissa dengan sopan. Dan keluar dari kafe.


******


"Bahahahahahahha..... hahaha... hihihi.... " tawa Lissa langsung pecah saat masuk kedalam mobil.


Sella yang baru saja ingin masuk, kaget dan kening nya terbentur mobil.


Duk!!!


"Awwst!!! " ringis nya sambil mengusap.


"Lady!! kau membuat ku terkejut. Bagaimana jika nanti aku serangan jantung " protes Sella.


"Hahaha... kau lihat wajah mereka bertiga yang bingung itu.. pfft hahhaa..... " tertawa hingga perutnya kram.


"Adu.. du... du.. duh..... perut ku sakit... bhahah.... " sakit tapi masih bisa ketawa...


"Sudah lah... bicara dengan orang seperti mu ini... Lama lama bisa bikin stroke stadium 21!! " ketus Sella


"Hahaha.. mana ada store stadium 21 kau ini mengada ngada saja.. "


"Hah... sudah lah... capek.. gelap. " Sella langsung bungkam.


Sementara Lissa masih saja tertawa namun tak sekeras tadi. Dan mereka menuju ke rumah Lissa.


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...