
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ares berdiri dan meraih gelas nya.
Ting!.. ting!!... ting!.. ting!.. ting!!!...
Semua perhatian tertuju kepada Ares.
"Kenapa nak, Ares??" tanya Mommy Zira.
"Ares ingin menyampaikan sesuatu Mom.. " jawab Ares.
Semua menyimak.
"Aku ingin menyampaikan sebuah berita. Bulan depan, aku dan Lissa akan melangsungkan pernikahan. Semua persiapan pernikahan akan di bantu oleh dua calon mertua ku... " ucapan Ares berhenti ketika Lissa sedikit menarik baju nya.
Ares menundukkan kepala nya ke Lissa.
"Why?? kenapa sayang??"
"Kau yang benar saja... kenapa sangat cepat.. Aku menerima pernikahan ini bukan berarti harus menikah bukan depan.! " protes Lissa.
Lissa berdiri dan hendak bicara.. Namun Daddy menyela...
"Wahhh!! Itu berita yang sangat bagus.. Itu kabar gembira untuk kita semua... Nak Ares... Kau tenang saja, Daddy dan Mommy akan membantu mu mengurus pernikahan ini. "
Daddy Justin tau, putri nya ini akan memprotes. Dia ingin Lissa segera menikah dan ada seseorang yang akan menjaga dan menyayangi nya.
"Dad!!! " Lissa memberenggut. 😫.
"Iya nak.. Kami pun ingin segera menggendong cucu yang lucu... Umur kami sudah tua dan kami ingin cucu..Heumm" 🥺. ujar Mommy.
"Tapi kan.... Kak Ron belum menikah... Dia harus menikah lebih dulu dong Mom... " rengek Lissa.
"Aku masih tahan membujang... Dan aku belum menemukan pasangan yang cocok... Sedangkan kau sudah punya calon.. bahkan calon mu ini orang yang hebat di Asia. " timpal Ron.
"Hiiissshh!! " 😖.
"Hehehe.. Tidak apa apa Lissa, semakin cepat semakin baik.. Aku dan miko saja akan melangsungkan pernikahan, tapi tidak dalam waktu dekat ini.. Tapi ayah dan ibu ku sudah setuju bahkan merestui kami. Jadi tidak ada salah nya jika kau menikah bulan depan. " Tutur Sohib nya alias Naomi.
"Heuummm... Iya deh.. iya... " Lissa kembali duduk di kursi nya.
Mereka melanjutkan makan makan mereka. Hingga semua makanan tandas. Para perempuan membereskan alat makan sedangkan laki-laki membereskan meja dan alat pembakaran.
Tak membutuhkan waktu lama, semua perkara sudah selesai dan bersih. Satu-persatu mereka pamit pulang. Dimulai dari Ilham, keluarga Naomi dan para buntut Ares (Felix, Frank dan Miko.)....
Lissa mengantarkan mereka hingga depan gerbang. Lissa juga sempat bertukar nomor dengan Ilham dan Naomi. Dan sekarang Ares yang akan pamit.
"Sudah sana kau pulang.! " usir Lissa dengan nada ketus.
"Yah.. aku harus memanggil mu apa ya?? heumm.. Baby... ?? Honey.. ??Babe.. ?? sayang?? My sweety??.. atau my Love??" goda Ares...
"Iyyyaakkkhhh... Jangan membuat ku mual dengan panggilan alay mu itu. " Lissa tersipu namun berusaha menutupi nya.
"Heummm ?? mungkin honey akan cocok... Karena calon istri ku yang cantik ini manis seperti madu... " Ares mencubit hidung Lissa.
"Isshhh... Sakit tau.. " judes Lissa.
"Hmmm.. kau tau honey.. Kau itu sama seperti matahari dan juga bulan. " ujar Ares.
"Hei enak saja.. Aku manusia.. " jawab Lissa.
"Kau itu sama seperti matahari dan bukan. Kenapa?karena kau menerangi siang dan malam ku.. " gombalan receh yang ia dengar dari sepasang kekasih saat melewati lampu merah di lemparkan ke Lissa.
"Chihhhh!!! Hei!!... Receh sekali.. apa-apa'an kau ini.. hahhh!! " Lissa tergelak.
"Kenapa?? apa salah.. ??" balas Ares.
"Tidak.. Hanya saja.. tidak cocok menurut ku.. Sudah sudah.. pulang sana! " usir Lissa.
"Kelihatan nya aku tertinggal sesuatu.. "
"Iya.. kau tertinggal telapak kaki mu haha.. " lelucon Lissa. Tapi... terdengar tidak lucu..
"Haha... kau lucu.. " timpal Ares, 😐.
"Hhhaaaiisssshh Apa yang tertinggal??.. " Lissa lama lama jenuh.
"Kiss... " ujar Ares singkat.
"No! Big No! " tolak Lissa cepat.
"Come on.. Please honey" 🥺😘.
"No... Sudah lah Ar—.... "
Muach!!
"Heii!! aku bilang tidak... " Protes Lissa
"Kalau cium tidak boleh.. Kalau kecupan boleh dong.. "Goda Ares.
" Hei itu sama saja.. Sama-sama menguntungkan mu!! " Lissa berkacak pinggang.
" Bye honey selamat malam...!! "
"Dadahhhh... Jangan lupa mimpikan aku dalam tidur mu... " Ares masih saja berbicara walaupun mobil nya sudah mulai melaju.
"Ya.. selamat malam juga, sayang... " lirih Lissa di kata terakhir.
Lissa melangkah menuju rumah nya dengan hati berbunga dan tersenyum merona.. Penjaga yang menutup gerbang hanya bisa ikut tersenyum melihat majikan nya sedang jatuh cinta.
Tomorrow....
"Selamat pagi Mommy, Daddy dan Kak Ron... " sapa Lissa pada semua di meja makan.
"Selamat pagi putri ku.. " Balas Daddy
"Pagi sayang, muach... " Mommy mengecup kening Lissa.
"Pagi.. " balas Ron sibuk dengan makanan nya.
"Lissa!. "
"Iya Mom??"
"Tugas mu hari ini serahkan saja pada Martin dan juga Sella.. Kau tidak usah bekerja hari ini. " ujar Mommy melayani Daddy Justin.
"Kenapa??"
"Hari ini, kau akan melakukan fitting baju pengantin mu... Dan juga sewa gedung, dekorasi dan masih ada beberapa lagi.. "
"Kenapa tidak di serah kan saja pada pihak WO ??... Kan itu tugas mereka. " sambil menyuap kan sesendok makanan.
"Haaahhh... Iya Mom tau.. Tapi Mommy ingin kau ikut terjun kedalam nya.. ini pernikahan mu... Apa kamu tidak mau sebuah resepsi pernikahan impian?? Mommy yakin setiap wanita menginginkan nya....
Mommy bisa saja meminta pihak WO mengerjakan sesuai yang kamu mau. Tapi, jika kamu dan Ares tidak turun langsung memantau, takut nya hasil tidak sesuai dengan keinginan. " tutur Mommy.
"Hemmmm Baik lah Mom.. Dimana Lissa akan fitting baju pengantin nya. ??"
"Nanti Ares akan mengantar mu. Dia juga ikut bersama mu. Tempat nya di jalan 12345... Itu adalah butik milik salah satu teman Mommy dulu.. Mom sudah mengabari nya. Dia akan menyambut kalian. Panggil saja dia Madam Yohana. hihihi" Jawab Mommy.
Skip!!!!
Butik Madam Yohana...
"Apa di sini?? " Lissa
"Iya, ayo turun! "
Saat turun, mereka di sambut oleh seorang laki-laki...eh!! ehmm salah!! Wanita jadi-jadian lebih tepat nya.
"Permisi Tu—Nyonya.. Bisa kami bertemu Madam Yohana??" tanya Lissa.
"Kamu Putri nya Vero??" tanya wanita jadi-jadian itu.
"Ehmm ?? Siapa??" 🤨.
"Aahah... Slaah maksud nya Azzira.. Kamu putri nya Zira kan?"
"Iya.. Benar.. Mommy ku Zira. Bisa saya bertemu dengan Madam Yohana??" Lissa mengulang.
"Haduh Cinta... Aku adalah Madam Yohana... Kamu tidak Lissa nametag ku. Madam!! --Yohana!! "
"Ooouuhhh... begitu.. " cicit Lissa pelan.
Sementara Ares sedikit kelas dan merasa agak lucu. Kesal karena Madam Yohana yang dimaksud adalah laki-laki dan bukan wanita. Namun dia sedikit Tergelitik melihat dandanan orang di depan nya ini.
"Baik mari kita masuk. " ajak Madam Yohana.
Nama aslinya Yohana adalah Yohanes ya guys. xixixixixi
"Ehmm Bisa kah kau tidak menggandeng calon istri ku Madam.. " tatapan tajam area menusuk Madam Yo..
"Eeiitsss Ganteng kok marah... Nggak kok Madam tidak melakukan nya.. iyuhh!! " Madam Yo mengelap tangan nya yang menggandeng Lissa dengan gaya nya yang ngondek.
Jujur saja.. Madam Yo terintimidasi saat di soroti tajam nya mata Ares. silet kali ya.. maka nya tajam hahahakwkwk.
Area dan Lissa mengukur gaun dan jas untuk mereka kenakan saat resepsi pernikahan nanti. Mereka menghabiskan waktu hingga 3 jam karena Ares.
Area protes karena desain gaun untuk Lissa terlalu terbuka. Bahkan Madam Yo kelelahan melayani tamu seperti Ares yang cerewet ini. Pokoknya banyak sekali komplain.
"*Di Bagian dada terlalu rendah, lah.. "
"Bagian punggung sangat terbuka.. "
"Gaun yang membuat Lissa nampak gendut, lah.. "
"Warna yang jelek*. "
"Aargghhh Ya Tuhan.. Ada apa dengan manusia satu ini!!?? kepada ku hampir pecah!! " keluh Madam Yo. Namun hanya bisa mengeluh di dalam hati nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...