
"Tu-tunggu dulu... " Kata mommy Zira terbata.
"Bagaimana kau bisa mengenal Valentino?? "
πͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺ
"Nak Ares mari ikut kami, dan jika kau mau kau bisa menginap di kediaman anakku.!! " ajak daddy Justin.
"Wah.. Benarkah itu?. Tapi apa tidak mengganggu?" tanya Ares yang sebenarnya ingin menyindir Lissa.
"Tidak.. Kenapa kau menganggu?. Kau sudah ku anggap anak ku sendiri, kan'???" ujar Daddy Justin.
"Baik lah kalau begitu. Sebentar ya, aku akan memberitahu anak buah ku dulu. " ucap nya yang tak lagi menggunakan bahasa formal.
"Kami akan menunggu mu di parkiran " kata Daddy agak nyaring
15 menit kemudian.........
"Maaf, karena menunggu lama. " Ucap Ares.
"Tidak apa apa. Ayo kita pulang sekarang.! " ajak Mommy Zira.
Mereka menuju ke rumah Lissa. Mobil Lissa berada di depan dan mobil Ares mengikuti nya dari belakang.
Flashback....
"Tu-tunggu dulu... " Kata mommy Zira terbata.
"Bagaimana kau bisa mengenal Valentino?? "
"Karena... saya adalah putra nya. " jawab Ares.
"A-APA!!!? " Lissa terjingkat kaget saat Daddy Justin tiba-tiba berteriak.
Untung saja mereka duduk di tempat yang agak sepi, jadi tidak menarik perhatian orang lain.
"Ka-kau.... Anak sahabat ku??? Kau putra nya Valentino??.. " Daddy bertanya dengan tergagap.
"Lalu.. Bagaimana selama ini kau hidup?? Bukan kah dulu nama mu Sean??" Tanya Daddy
"Dia dia diadopsi oleh seorang pria, pria itu memberi nama baru untuk nya. Dan pria itu juga yang menolong ku saat di jadikan buronan sayang. " Jawab mommy Zira.
"Ya benar. Awal nya saya tidak mengenal wajah Nyonya Zira, saat pertama kali di adopsi. Bahkan saya tidak mengenal wajah Nyonya Zira sedikit pun. Saya mengira Nyonya Zira adalah wanita biasa yang dipekerjakan oleh papa Mike. " Timpal Ares.
"Tapi setelah melihat wajah tuan Justin. Saya perlahan mengingat masa lalu saya dulu. "
"Maaf kan kami nak Ares. " perkataan Daddy berubah sendu.
"Jika saja dulu kami telat waktu menolong kalian, mungkin kedua orang tua mu masih bersama mu sekarang. " Daddy Justin berkaca-kaca.
"Saat penyerangan keluarga kalian. Papa mu sempat meminta pertolongan. Dan malam itu juga aku dan tim menuju kediaman mu. Tapi, pesawat jet kami disabotase oleh seseorang. "
"Dan kami semua yang ada di pesawat itu nyaris tewas karena pesawat kami mengalami kerusakan. Beruntung, bisa diperbaiki dengan cepat"
"Tapi saat kami sampai. Semua terlambat. Rumah kalian hangus terbakar dan hancur sana sini. Kami berusaha menemukan mayat orang tua mu. Dan, saat menemukan nya. Tubuh kedua nya sudah hancur... Huks... huuhuuuuu..... "Daddy Justin menangis.
" Sayang... " Mommy mengusap punggung Daddy.
"Kami juga berusaha menemukan mu... Bahkan besok nya, kami masih melakukan pencarian di sekitar rumah mu. Tapi kau tak pernah kami temukan."
"Lengkap sudah kesedihan ku. huhuhuuu... Sahabat ku meninggal dan aku kehilangan anak istri ku beberapa tahun sebelum nya. " daddy Justin semakin terisak.
*Catatan buat yg bingung*
βͺ. Ares dan Lissa berteman saat umur Lissa 2 tahun dan Ares 5 tahun (Flashback saat Ares dan Lissa berteman di Panti waktu kecil).
βͺ. Daddy Justin kehilangan Mommy Zira dan Lissa ketika Lissa baru lahir. Bisa dikatakan saat itu Ares umur 3 tahunan lah yaπ.
βͺ. Keluarga Ares di serang saat Ares umur 7 tahun.
Ya kalo masih bingung, gpp baca aja ππ.
ok makasih