THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
hiburan malam.



Hai hai hallloooo semuaaaa nyaaa.


apa kabar hihihi.


gimana masih setia bacain novel ini kan.


yuk baca.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Samuel turun dari motor sport nya dan berjalan mendekati Lissa.


"Hai.Maaf ya lama. Nih, di pakai dulu. " Ujar nya seraya menyerahkan helm pada Lissa.


Lissa menerima helm tersebut dan memakai nya. "Iya nggak apa-apa. Lagian aku juga baru keluar gang kok. "


"Iya deh. Jadi sekarang kita mau kemana nih??" tanya Samuel yang sudah bertengger di atas motor nya.


Lissa menaiki motor milik Samuel dengan kesulitan. Dan dia bingung dengan posisi duduk nya. Bagaimana tidak??Lissa tidak menggunakan celana melainkan rok, jika ia duduk dengan posisi laki-laki maka akan sulit. Jika ia duduk menyamping maka itu akan menjadi bonus untuk para pemilik mata keranjang.


Samuel yang melihat raut bingung Lissa, mengerti. Ia melepaskan jaket biru nya dan langsung mengikat nya di pinggang Lissa.


Lissa agak sedikit kaget dengan tindakan Samuel, tapi sedetik kemudian dia tau kalau Samuel membantu nya menyelesaikan masalah kebingungan nya.


"Thanks ya Sam. " ucap Lissa. "Oh iya. Sekarang kita mau kemana nih??" tanya nya


"Jalan aja dulu. Kalo ada tempat bagus kita kesana. Ok?! " sahut Samuel.


"Hmm.. baiklah" Lissa pun langsung bertengger di atas motor.


Dan mereka langsung meninggalkan tempat itu.


Sedangkan manusia yang sedang mengawasi Lissa dari kejauhan, langsung menginjak pedal gas nya dan menyusul Lissa dan Samuel.


Namun, tidak lama ia mengikuti Lissa dan Samuel, Hp nya berdering.


zzrrrttt.... zzzrrrtttt.


Dia pun menjawab panggilan itu.


"Ya katakan!! " Ucap nya.


"Maaf mengganggu tuan Ares. Markas kita di serang oleh sekumpulan mafia secara bersamaan." Ucap orang di sebrang telepon yang tak lain adalah Felix.


"Jadi... " tanya Ares.


"Eee... ka-kami memerlukan anda tuan. Banyak anak buah kita yang sudah berjatuhan. " Jawab Felix dengan gugup.


"Tch!!. Shit!!!. Baiklah aku segera kesana. Dan pertahankan markas kita!! ".ucap Ares. Dan ia langsung mematikan sambungan telepon nya.


Sementara Lissa dan Samuel. Mereka sedang berada di taman hiburan malam. Karena Lissa melihat taman itu, jadi dia dan Samuel pergi kesana.


Pemandangan taman hiburan malam itu sungguh indah. Lampu lampu yang berkelap kelip menghiasi berbagai penjuru taman. Seperti bintang, hanya saja bintang ini tidak berada jauh di langit.



nihhhh pemandangan taman nya dari atas langit. bagus nggakkk???.


"Wahhh... Sam!!!! bagus banget. Ramai juga.Ini memang tempat hiburan malam yang bagus banget. " Seru Lissa sambil melompat lompat kegirangan.


"Kamu mau naik wahana nggak Liss??. " Tawar Samuel.


"Iya deh iya... " Jawab Samuel apa sih yang nggak buat kamu Lissa cantik. Samuel melanjutkan kalimat dalam hati.


Lissa sudah berlari menuju sebuah wahana kapal yang bisa berayun ayun. "Sammm!!!. Ayo... cepetan. Nanti gak dapet giliran kita. " Lissa berteriak pada Samuel.


Dan Samuel langsung berlari kecil dan mengajak Lissa naik wahana kapal ayun. Saat kapal mulai berayun dengan pelan, wajah Samuel tiba-tiba memucat.


Ia sangat takut naik wahana ini. Tapi demi Lissa dia rela menaiki wahana kapal ayun tersebut.


****************ditempat lain....


Brakkk.


Sebuah pintu tak bersalah ditendang dengan kuat oleh Ares. Mengetahui markas nya diserang oleh mafia yang hanya sebesar upil bulldog membuat ia berang.


"Berikan alasan mu.! CEPAT!!!! " tanya Ares dengan suara menggelegar seperti petir.


Para ketua mafia yang bekerja sama menyerang markas Dark of Death itu menjadi ciut. Mereka bekerja sama untuk menghancurkan markas mafia itu. Mereka hanya ingin memperluas wilayah kekuasaan mereka dan ingin menjadi kelompok mafia no 1 dia Asia.


"Hah hahah... kami ingin menghancurkan mu Ares sssss. " ucap salah satu ketua mafia.


"Ya.Dan kami akan menjadi mafia no 1 di Asia. hahahahahahahah" seru ketua mafia lainnya.


"Ck.ck.ck.ck.Kalian ini sungguh bodoh. Sangat-sangat bodoh sekali. " Ares berdecak dan menggeleng


"Hei.. dasar bajin*an!!!. Mengatakan kami bodoh . memang nya kau itu pintar apa??. " celetuk salah satu ketua mafia yang wajah nya sudah bonyok.


"Tentu saja.. Kalian semua itu bodoh. Pikir kan lah baik-baik. " Ares menarik sebuah kursi kayu tanpa senderan punggung.


"Jika kalian menyerang markas ku. Dan kalian menang. Otomatis kelompok mafia ku tidak akan menjadi no 1 lagi, bukan?" Kata Ares dan dibalas anggukkan kepala oleh beberapa mafia.


"Dan siapa yang akan menjadi mafia no 1 dia Asia setelah mafia ku bubar????" Ares tersenyum smirk😏.


"Tentu saja kami akan menjadi mafia no 1.Memang nya apa lagi?" seru salah satu ketua mafia.


"Hahahah.Benarkah??? Lalu jika kau menjadi mafia no 1 di Asia, apa mereka semua akan rela??".Pertanyaan Ares membuat para ketua mafia geblek itu terdiam.


" Benar juga itu"


"Jika dia menjadi ketua mafia aku tidak akan rela"


"Enak saja. Aku juga ikut melawan.


" Ya kau benar. Aku juga melawan, kenapa dia yang menjadi mafia no 1.??"


Para ketua mafia itu saling berbisik bisik. Ares yang melihatmu itu pun hanya tersenyum miring.


"Yahhh.. jika kalian sudah selesai berdiskusi. Maka bersiaplah. Kalian akan menemani ku menghabiskan malam bersama ku. " Ares menyeringai menatap para ketua mafia di depan nya.


Dan mereka yang merasa di tatap dengan tatapan seram oleh Ares tidak mampu untuk menelan saliva mereka.





bersambung............