
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu ya
yuk lanjut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kalian boleh pulang sekarang. " Ares langsung berdiri dan keluar dari ruangan..
"Sampai jumpa besok semua nya. " Miko ikut meninggalkan ruangan itu.
"Ya deh.. Bye semua. See you tomorrow and good night" pamit Lissa dan segera mengemasi barang-barang nya.
Di luar gedung
"Haduuuhhh!!.. gara-gara Ares alay tuh. Kalo aja tadi nggak perlu nunggu dia pulang, aku kan nggak akan kemalaman pulang nya. " gerutu Lissa sambil berjalan ke halte untuk menunggu taksi atau bis yang lewat.
"Mana motor ku rusak lagi uhhhhh... sebel... sebel... sebeellll banget. " Lissa menghentak hentakkan kaki nya.
***
"Emmm.... ngapain gadis aneh itu bicara sendiri??. Terus dia nggak pulang??. Eh motor nya kemana??" gumam Ares.
"Frank kita lewat jalan xx saja. Aku ingin membeli sesuatu di toko itu. " yang Ares. Tapi boong... hayuk..
Sebenarnya Ares sengaja menyuruh Frank untuk lewat jalan itu supaya ia bisa melihat Lissa. Ketika mobil mereka hampir di dekat Lissa, Felix berujar. "Tuan seperti itu nona Lissa. "
"Lalu.... ??" tanya Ares sok cuek.
"Bisakah kita memberi nya tumpangan.. ???" tanya Felix hati-hati.
"Baiklah... jemput dia!! " Frank dengan senang hati menghampiri Lissa.
LISSA POV.
aku sedang menunggu taksi, bis atau angkutan umum apa pun di halte dekat kantor ku. Tapi saat aku menoleh ke arah kanan. Sebuah mobil Alphard mendekati ku. Aku heran dan hanya diam saja memperhatikan siapa yang akan keluar dari mobil itu.
Dan ternyata itu adalah rekan kerja ku sendiri. Dia Felix. Felix menghampiri ku.
"Kau mau pulang naik apa Liss??" tanya nya.
"Ya nggak tau nih. Soal nya motor ku lagi rusak, dan aku juga belum sempat bawa ke bengkel. " jelas ku.
"Gimana kamu bareng kita aja" tawar nya.
"Ya nggak lah. Malah tuan Ares mengizinkan. " jawab nya dengan senyuman.
"Ok deh. Tapi kamu duduk di belakang aja sama dia ya. Aku takut. " Lissa sudah berjalan terlebih dahulu.
"Sip deh " ujar nya.
Tapi beberapa langkah sebelum aku meraih pintu mobil, tiba-tiba Felix mendahului ku masuk kedalam mobil.
"Tapi boong.. hahahah " tawa nya.
Aku hanya mendengus pelan. Dan langsung masuk ke mobil. Aku menatap tajam ke arah Felix. Felix seperti tahu apa yang aku pikir kan.
"Jangan menatap ku begitu Sa... Siapa cepat dia dapat. hahahhaha" ejek nya
Dan aku hanya memutar bola mata ku dengan malas.
POV selesai.
Setelah sedikit perselisihan nya dan Felix. Lissa langsung manoh, duduk dengan manis dan diam seribu bahasa. Sambil sesekali melirik ke Ares dan keluar jendela.
yaampun kenapa ini begitu canggung???
Sama dengan Lissa, Ares juga sesekali melirik ke arah Lissa dan saat ia menyadari Lissa juga melirik nya, maka dia akan melihat kearah luar..
kenapa dia tidak bicara?? biasanya dia akan bicara dengan Frank atau Felix. Huhh kenapa dengan ku??.
Sementara dua saudara kembar yang berada du depan Ares dan Lissa hanya bisa tersenyum. Seolah memiliki pikiran yang sama seperti dua saudara kembar botak, yang menyukai warna biru dan kuning. Mereka saling melirik, tau dengan situasi sekarang.
"Ehem... " Deheman Frank memecah keheningan.
"Tuan, ini sudah malam. Boleh kah kita makan malam sebentar??" Frank berusaha berbicara dengan sangat.. sangatttt hati-hati.
"Ya silahkan. Aku juga lapar. Bagaimana dengan mu Lissa??"
Lissa kaget karena baru kali ini Ares menyebut namanya. Ares yang mengerti situasi dan dia juga mengutuki mulut nya.
"Jangan senang dulu.... Aku menyebut nama mu karena aku bosan dengan panggilan gadis aneh. " elak Ares.
"Apa boleh???saya tidak merepotkan tuan kan??" Lissa tau ini sudah malam dan dia takut akan menjadi beban.
"Memang nya kau ini sebesar apa sampai-sampai aku harus merasa kerepotan??" ucap Ares tanpa sengaja.
"Tapi terserah kau saja. Ingin ikut atau tidak" dengan cepat Ares menimpali ucapan nya sebelum nya.
bersambung........