THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 11



Hai semua


Apa kabar


Semoga sehat selalu ya


Marhaban ya Ramadhan 🙏🙏


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lissa sedang bersantai di teras kamar nya. Angin malam yang berhembus tak membuat ia merasakan dingin. Entah kenapa ia merasakan gelisah.... Namun ia tepis dengan menghirup banyak oksigen, lalu menghembuskan nya dengan perlahan. Tapi tetap saja dia masih merasakan gelisah.


Tiba-tiba Sella masuk tanpa izin dan berteriak "Lady!!! Markas kita di serang!!! " lapor nya.


Lissa berbalik dan menampilkan ekspresi dingin. "Siapa??" tanya nya datar dan dingin.


"Mafia Big Boss.. Lady... " Jawab Sella.


"Baiklah, 10 menit lagi temui aku di bawah... " Lissa melirol jam dinding di kamar nya.


"Baik Lady. " Sella langsung keluar dari kamar Lissa


"Chih.... merepotkan saja.. " ujar Lissa dengan malas...


"Let's we play!! " seru Lissa dengan nada yang dingin dan senyum iblisnya.


Lalu dengan cepat Lissa mengganti pakaian nya dengan warna serba hitam...


Aaaeelah.... thor... emangnya mau ngelayat pake baju item item😅.. ?? ok balik ke cerita....


Dia mengikat rambutnya bak ekor kuda, dan mengenakan kacamata hitam Juga sepatu hels.... Kenapa hels.... ???kan biar cucok mehong 😆.


Tak lupa dia membawa senjata favorit sekaligus senjata kesayangan nya.. Sebuah pisau yang paling mematikan di dunia. Dan hanya di produksi terbatas yaitu hanya 2 Di dunia.


Skip~~~


"Pergi sekarang!! " Lissa mulai memacu si putih kesayangan nya.


Sedang kan Sella menggunakan si Black milik nya.


Letak markas Lissa yang sangat jauh sekali dari kediamannya saat ini. Jadi ini adalah saat yang tepat untuk mengendarai si putih kesayangan nya itu. Tanpa basa basi dengan secepat kilat mobil mereka melesat dengan mudah nya di jalan yang sepi saat itu.


Skip markas>>>>>


Setiba nya di markas nya, hal pertama yang dapat Lissa Lihat dengan jelas adalah, Mayat. Mayat yang bergeletak di mana-mana Dan bau amis dan anyir darah segar langsung menyeruak ke dalam penciuman nya.


"Cis!!!! merepotkan saja mereka ini... mengacau pada tempat yang tak seharusnya mereka kacau... " ujar Lissa dingin.


"Sudah lah..!!! kita masuk sekarang!! aku muak jika markas ki yang bersih ini di kotori oleh sekelompok orang bodoh. " kata kata Lissa membuat Sella agak merinding. Dia sudah menduga, bahkan pasti jika di dalam tempat itu akan ada ritual penghilangan nyawa.


BBRRAAAAKKKKK


"Wah..... hanya ada kera gendut yyaaa.. mau bermain??" ucap si pendobrak pintu, siapa lagi kalau bukan Lissa.


"Siapa kau!!!? Katakan cepat!! Di mana atasan kalian!!!? " teriak nya.


"Woooiiiilah!! ternyata musuh ku ini rabun ya, oh.. atau katarak, hmm... ow.. ow... mungkin saja musuh ku ini BUTA!!? " ujar Lissa mengejek namun penuh tekanan.


"Heh!!! kurang ajar!!! Mati saja kau!!! " bos dari mafia BB itu mengeluarkan pistol dari balik baju nya.


Dor.... dor... dor... dor... dor... dor... dor...


Peluru melesat kearah Lissa. Tapi bukan Lady Lissa namanya kalau tidak bisa menghindar. Dengan luwes nya Lissa menghindar. Malah seperti menari.


"Ciiisss..... kau mengejek ku ternyata!! Baik lah aku tidak akan bermain main lagi!!! ... AAAAAAAAAHH" bos BB itu berlari sambil membawa pisau.


"Aduh.... merepotkan.. Sella kau saja.. aku akan mengambil bagian ku nanti. " suruh Lissa. Dan Sella langsung mengangguk cepat dan menyerang bos BB itu.


Hap.... buagghhh.... brukkk... cringg..... cringg..... sslleepp.....


Dengan gesit nya Sella menangkap pergelangan tangan bos BB dan merebut pisau nya. Lalu memukul titik lemah nya di bagian ketiak kiri dan kanan. Namun bos BB masih menyimpan satu pisau lagi, Sella menyadari itu dan dengan cepat ia menangkis nya dengan pisau milik nya sendiri. Hingga bos BB itu lengah, Sella menusuk paha kiri nya.


Aaaaarrrgghsssss.......


"Sialan kau jala*g bangsa*t!!!! " Maki nya. Ia berusaha menutup keluar nya darah dengan tangan nya.


"Sella!!! Bantu aku mengikat nya... " Lissa langsung mengambil tali yang memiliki kawat duri.


"Baik Lady... " Sella mendekati Lissa dan mengikat bos BB.


"Panggil 2 orang lagi, dan bawa di keruangan kematian. " titah Lissa dan berjalan pergi.


Glek....


Mendengar nama 'ruangan kematian' , membuat Sella menelan susah payah liur nya sendiri.. Buluk kuduk nya meremang dengan sendirinya. Lalu dia memanggil 2orang untuk membawa bos BB.


Bos BB sempat memberontak, namun karena itu lah Lissa mengikat nya dengan tali kawat duri supaya dia tidak bisa memberontak dengan leluasa.


Kini sampai lah mereka di ruangan kematian. Hawa mencekam dapat mereka rasakan begitu sampai dipintu nya. Kaki mereka gemetaran, begitu juga bos BB. Pelipis nya sudah di banjiri oleh keringat dingin.


Kriiitt


Suara derikan pintu, itu mirip seperti di film horor.


Astaga... aku sudah beberapa kali masuk kesini, tapi rasanya seperti masuk ke rumah hantu.. bakan ini lebih eeram dari rumah hantu.. mungkin hantu saja ketakukan masuk ke sini. Batin Sella.


"Sudah sampai??" suara seseorang terdengar menyeramkan