
Hai👋👋👋 semua. apa kabar semua.
Masih pada baca novel ini kan.
pliss kasih like vote dan komen kalian semua
kalo gitu.Lanjut baca lagi.
Yuk!!! simak. bareng-bareng.
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
Minggu pagi. Sesosok gadis muda sedang asyik melamun di atas tempat tidur nya. Mengingat sedikit memori indah sewaktu berada di Panti asuhan dulu.
"Hahhh... " Lissa menghela nafas panjang.
Ia sangat merindukan masa-masa kecil nya
yang penuh tawa bahagia saat masih di Panti.
"Mumpung hari ini kantor libur, lebih baik gue ke Panti aja deh. Udah kangen sama Bunda Elena. " monolog nya
Lalu dia bersiap, untuk mengunjungi "rumah" nya dulu sebelum dia adopsi oleh Hector dan Marika. Senyum nya terpancar kala ia membayangkan wajah-wajah ceria, yang penuh kebahagiaan.
Berharap anak-anak di sana menyukai makanan yang ia bawa. Lissa membawakan mereka kue buatannya. Dia juga sempat membeli beberapa peralatan belajar untuk diberikan pada anak-anak disana.
*************
Tiba lah dia di Panti asuhan "KASIH SAYANG".Memarkirkan motor nya di halaman kecil yang tak jauh dari taman tempat anak-anak bermain.
Dapat ia lihat, ada banyak wajah baru disini. Lissa bertanya pada salah satu anak laki-laki yang lewat.
" Hai. Jagoan, kamu tau di mana bunda Elena? " Anak itu lalu menarik tangan Lissa masuk kedalam ruangan.
Kemudian dia berlari ke arah sesosok wanita paruh baya yang sedang mengajak anak lain bernyanyi bersama.
Anak laki-laki itu menarik lengan baju nya, dan menunjuk ke arah Lissa. Wanita itu menoleh, dan melihat gadis manis yang dulu pernah ia jaga.
"A.. Alissa.. Ini.. Apakah benar ini kamu sayang?? " Suara nya mulai bergetar.
"Iya bunda. Ini Alissa... Bu.. bunda masih ingat Lissa?" Suara Lissa sudah mulai serak.
"Lissa.. Bunda kangen kamu nak. Kenapa kamu baru datang mengunjungi bunda? " Wanita yang di panggil Bunda oleh Lissa, langsung berlari memeluk Lissa.
"Apa bunda mengurus semua anak-anak ini sendirian?? ".
" Tidak nak. Ada 7 orang yang membantu bunda, karena sekarang hari libur jadi beberapa dari mereka sedang di luar Panti. "jawab nya. Dan di jawab anggukkan oleh Lissa
Tatapan rindu sangat terpancar di mata kedua wanita berbeda generasi itu. Yang menandakan bahwa mereka sudah sangat lama tidak bertemu.
Semenjak Lissa diadopsi, dia tidak pernah lagi bertemu dengan bunda Elena.
Saat ia masih kecil dulu, hanya ada dua ayunan yang ada di taman Panti, Fasilitas kesehatan masih belum sebagus sekarang . Dan juga bangunan Panti ini, dulu sangat sederhana. Sepertinya sudah banyak orang baik, yang berdonasi untuk Panti asuhan ini. begitu pikir nya
"Oh.. Iya. Bun, Lissa bawa kue sama peralatan belajar buat anak-anak. Meskipun nggak banyak sih. heheh" Ujar nya sambil memberikan satu box berisi peralatan belajar anak-anak
"Iya.. sayang . Terima kasih, kamu baik sekali. Dan Terima kasih juga sudah mengunjungi Bunda dan anak-anak disini" Bunda Elena memeluk Lissa lagi.
"Mari nak. Kita duduk disana bersama anak-anak " ajak nya menarik tangan Lissa, menuju anak-anak berusia rata-rata 5 sampai 6 tahun.
"Hai adik-adik semua.. apa kabar?? " sapa Lissa melambaikan tangan.
"Baik kak cantik" sahut para anak-anak
"Adik-adik, perkenalkan nama kakak Alissa Veronica. Kalian bisa memanggil kakak dengan nama kak Lissa." kenal nya pada anak-anak disana
"Hai kak Lissa" sapa anak-anak kompak.
"Kak Lissa!. Kakak bawa apa itu?? " seorang gadis cilik mengangkat tangannya.
"Oh.. iya.. kakak lupa. Kakak bawa kue untuk kalian" Lissa menepuk keningnya.
"Wah.. kue.. "
"Horeee.. kak cantik bawa kue.. "
"Wah enaknya.. "
Begitu lah kira-kira yang anak-anak katakan. Lissa pun membagikan kue kepada anak-anak disana. Raut wajah bahagia terpancar di wajah mereka.
Seorang anak laki-laki yang tadi Lissa tanyai, tiba-tiba menarik baju Lissa. Lissa pun berjongkok di depannya
"Hei jagoan, ada apa? " Lissa mengelus kepada nya lembut
Lalu anak itu memberikan selembar kertas berisi tulisan
"Hai kak, nama ku Langit. Terima kasih ya kakak baik sekali. Kue kakak juga enak banget. Kakak sering sering kesini ya." Begitu lah isi kertas nya.
Lissa mengelus pipi anak itu.
"Hai langit. Kakak senang kalo kamu suka sama kue buatan kakak. Kalau ada waktu luang, kakak akan sering datang kesini dan bermain bersama kalian. " Lissa tersenyum pada anak itu.
"Nak Lissa.. "Panggil bunda Elena
" iya bunda, ada apa bun? " Lissa menghampiri bunda Elena.
"Mari nak. Ikut bunda sebentar!! " dia menarik lengan Lissa ke sebuah ruangan.
Bersambung......