
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Sore ini Ares terlihat sangat lelah... Begitu banyak berkas dan dokumen yang harus dia cek dan tanda tangani... Jika di hitung, dia hanya beristirahat selama 1 jam... Dan sisa nya ia isi dengan melihat kertas kertas. Kantung mata nya terlihat hitam. Bahkan kumis nya terlihat berantakan karena tak di cukur.
"Felix..ke apartemen ku sekarang. Oh ya, sebelum itu, kita makan dulu... Aku sangat lapar" Suruh nya pada Felix.
"Baik bos " jawab Felix sekena nya.
Karena dia juga kelelahan. Dia harus bolak balik ke kantor dan markas bersama Frank.
15 menit...
"Bos di depan sana ada restoran... Kita makan di sana atau bawa pulang saja??" tanya Frank sambil menunjuk restoran.
"Kita makan saja di sana, Pesan VIP room. " balas Ares. Dia melepaskan jas nya, dan menyisakan kemeja hitam, dan menggulung nya ke siku.
"Kami pesan VIP room. " ujar Felix saat mereka sampai di restoran.
"Baik tuan.. Mari ikuti saya. " ujar pelayan.
Tiba-tiba, karena Ares terlalu lelah ia menabrak seorang lelaki.
Bruk!!.
"Ah!! maaf kan aku anak muda, aku tidak melihat mu tadi. " ucap lelaki itu.
"Ya... tidak apa. " jawab Ares singkat sambil melirik lelaki itu.
Lalu Ares pergi begitu saja meninggalkan lelaki itu. Dalam benak nya Ares terdiam. Berusaha mengingat sesuatu saat melihat wajah lelaki itu. Hingga dirinya tidak sadar mereka sudah tiba di VIP room mereka.
"Silakan di nikmati hidangan nya.. " senyum pelayan dengan ramah.
Ares tak mengubris... Dia masih berkenala dalam ingatan nya. Sesekali mata nya menyipit saat berusaha keras melihat masa lalu. Dan memiringkan kepala nya.
"Tuan... "... Tak di jawab.
" Tuan! " ... Tak di jawab lagi.
"Ekhem!! Tuan!!!! ". Seru Frank agak nyaring.
" Astaga!! anak buah kurang pendidikan!! . Aku tidak tuli, jadi jangan berteriak!! " sarkas Ares karena kaget.
"Maaf tuan.. Tapi makanan mu akan segera dingin jika tak dimakan. Tapi jika kau tidak mau, maka aku yang akan memakan nya. " ujar Frank sambil melirik ke arah makanan Ares.
Jujur saja... Dia masih lapar, makanan di hadapan nya seperti tidak cukup. Frank memiliki ***** maka yang besar. Tapi yang aneh dari nya, dia tak pernah kelebihan berat badan. Gak aneh ya, secara Frank itu mafia, jadi pasti punya body goals bangetππ ya nggak. π.
"Hei!! Apa kau mau menelan piring kaca di hadapan mu itu??.. Jika mau, akan aku suapi kau dengar piring itu. " jengkel Ares.
"Hahahaha... " Frank hanya tertawa sumbang.
Di sisi lain.
Klekkkk!!!
"Maaf Daddy agak lama ya. " ujar lelaki tua.
"Daddy dari mana?. " tanya anak satu nya yang laki-laki.
"Tadi daddy tidak sengaja menabrak seseorang, dia laki-laki wajah nya terlihat sangat lelah. Seperti nya dia baru pulang bekerja. Daddy minta maaf saja, dia hanya menjawab dengan singkat. " jawab lelaki tua itu.
"Hah....Ya sudah... Lebih baik kita serang makanan nya... aku sudah lapar.. " mata anak perempuan lelaki itu berbinar.
"Jhahahahh... Hei Lissa... Tidak perlu berbinar begitu.. Makanan nya bisa takut nanti. "
"Hei kak!! biar kan saja... aku mau, kenapa?? kau mau marah!!? ". balas Lissa.
Ron hanya menggedikkan bahu acuh.
" Ini sayang, makan lah.. " Mommy Zira memberikan sepotong daging ke arah suami nya.
"Terima kasih. " jawab suami nya yang tak lain adalah Justin.
"Aiiihhhhhhhh..... So sweet sekali... aku jadi itu melihat kalian berdua.. " Lissa tersenyum melihat kemesraan kedua orang tuannya.
"Hahaha... kasihan sekali kau... Tidak punya pasangan hahaha" ejek Ron.
"Hei... Dasar perjaka tua!! kau sendiri masih tidak punya pasangan, bahkan dekat dengan wanita saja tidak pernah... Aku ini masih mendingan. Aku pernah dekat dengan laki-laki, meski hanya teman. Kau??? hahaha.. mungkin wanita menganggap 'Ron junior' kecil mu itu tidak berfungsi dengan benar. Hahahahahahah!! " ejek Lissa.
π±!!! Ron merasa tertusuk jutaan pisau mendengar ejekan Lissa, dan sayang nya itu benar sebagian. Dia bukan nya tidak suka wanita hanya geli. Karena di mata nya wanita adalah spesies yang memiliki berbagai jenis. Ada yang licin, suka gatal, terlalu galak, dan masih banyak lagi. Dan mengenai 'Ron junior' nya, itu tidak benar.
'Ron junior masih tetap bisa berdiri lebih tegak dari keadilan jual melihat wanita cantik. Hanya saja pemilik nya yang terlalu pemilih. Dengan umur yang bisa dikatakan tidak lagi muda. Ron masih belum memiliki tambahan hati.
Ada yang mau nyalon jadi kakak ipar Lissa??ππ.
"Hei!! Hei!!.. Kalian ini, makan makanan kalian jika tidak ingin di tendang dari ruangan ini oleh Daddy. " justin melerai dua kaka adik itu
"Baik Dad. " jawab mereka serempak.
Keluarga kecil itu makan dengan tenang setelah perdebatan tidak berfaedah dari dua kaka adik yang baru saja berjumpa itu.
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
"Siapa lelaki itu??... Kenapa aku merasa pernah melihat nya dulu??" Ares meminum wine nya.
Jika kalian kira Ares akan merokok... No salah besar.. Ares tidak akan merokok lagi. Mungkin hanya sesekali. Dia masih mau hidup. Ya kali Ares di matikan oleh Sepuntung rokok kecil yang ukuran nya bahkan lebih kecil dari jari tangan nya.
"Arhhh.... siapa dia!!? " Ares mengacak rambut dengan dengan frustasi.
"Aku yakin dulu aku pernah melihat nya.. Bahkan jika lelaki itu lupa. Aku tidak akan lupa, tapi siapa ??... Arhhh... Lebih baik tidurnya. Mungkin besok aku bisa berpikir jernih untuk mengingat nya. "
Ares menuju tempat tidur nya. Hanya sendiri, tanpa seseorang. Hanya bertemankan guling setia tiap malam. Melepaskan pakaian nya karena merasa gerah. Ia malas untuk memakai AC, dia memilih untuk membuka jendela, dan membiarkan angin malam masuk sebagai pendingin alamai.
Posisi terlentang dengan kedua tangan sebagai bantal kepala adalah posisi favorit no. 1 Ares, Posisi tidur No. 2 terfavorit Ares adalah menelungkup kan wajah nya ke bantal.
Terus mencari posisi ternyaman.. Rawa bergerak gelisah. Kiri, kanan.. Guling sana, guling sini.. Dan akhirnya posisi nyaman di temukan. Menutup seluruh wajah kecuali hidung dengan bantal. Memeluk guling dengan posisi terlentang.
hihihih author juga suka posisi ini las tidur. Muka author hampir terlihat, jika seseorang tidak bicara kelas. .