
"Siapa mereka???" tanya Lissa
Melihat orang yang keluar dari mobil tak membawa senjata, Lissa mendekat.
"Siapa kalian!?? "
Pertanyaan Lissa, membuat laki-laki tua yang sedang asik melihat sekeliling menoleh ke arah nya.
"Hanya lelaki tua.. " balas laki-laki itu.
Blap....
Seseorang turun dari mobil. Memakai kacamata hitam.
"Dad... kenapa bicara pada orang aneh.!?? Ayo temui pemilik Panti ini!!. " tukas seorang pria lainnya.
Whatttt!!!! orang aneh!!! ..????
Lissa membelalak kan mata nya mendengar perkataan pria itu. Bibir nya komat kamit . Tapi ia di kejutkan ketika laki-laki itu melepas kaca mata nya.
Astaga!!!!!....
Laki-laki lucknut?!!! Dan dia kan pernah ku lihat saat pertemuan di AO Company..!!! batin nya...
"Maaf nona... Apa kami bisa bertemu dengan pemilik Panti asuhan ini??" tanya laki-laki tua.
"Daddy.. sudah ku bilang.. jangan bicara pada orang aneh!!? " ketus pria itu.
"Hehei.... Ron.... kenapa kau terlihat emosi???" tanya Justin.
Yup.... mereka adalah Justin dan Ronald......
Mereka langsung mendatangi Panti asuhan. Dan disini lah kedua pria berbeda generasi itu.
"Mari ku antar bertemu pemilik tempat ini. " sahut Lissa.
Justin dan Ronald mengikuti Lissa. Sedikit rasa aneh menghampiri benak Lissa. Di lihat dari penampilan nya, mereka bukan lah orang biasa. Mungkin kah pengusaha??..
Atau jangan jangan... mereka pengusaha yang ingin menggusur tempat ini?? Dan mendirikan gedung besar disini!!!!!????. pikiran Lissa sudah bercabang-cabang.
otor:.. Astogeh.... Lissa... kamu ini jgn suudzon!! gak baik😁
"Maaf... Tapi apa tujuan kalian datang kemari dan ingin menemui Bunda Helena???!! " cecar Lissa
"Chisss!!!! Hei maaf Nona Lissa .. Saya tau anda adalah salah satu pebisnis sukses yang menjalin kerja sama dengan tuan Ares. Tapi, apakah tujuan kami ke mari, menjadi urusan anda!!. " ketus Ronald yang merasa jengkel.
"Son... sudah lah... Maaf kan putra ku Nona. " pinta Justin.
Lissa hanya diam, dan menuju ke ruang tempat Bunda Helena. Rupanya hanya ada Sella di sana.
"Sella.. di mana Mommy dan Bunda Helena??"
"Ehh???" Sella baru menyadari, bahwa Lissa tidak datang sendiri.
"Ohh... mereka ingin bertemu Bunda Helena" jawab Lissa saat melihat ekspresi Sella.
"Siapa yang ingin bertemu Bun,..... ??"
Mata Bunda Helena membelalak saat melihat orang di belakang Lissa
"Ju-Justin...... ????" cicit nya.
"Helena??? apa itu kau??!! " tanya Justin..
Suasana apa ini???? 2 gadis itu kebingungan....
"Helena!! anak anak mencari mu... lebih baik kau tem..... hhhhaahhhhh...... "
Apa yang terjadi????...
******.
"Tuan... Michael menyerang markas kita yang ada di kota C!!! " lapor Felix..
"Apa??!! .. Astaga.. apa dia tidak bosan mengganggu kita terus... Arrghhh!!! " Frank menjambak rambut nya.
"Bagaimana ini Tuan??... Apa kita akan langsung membalas nya. ??"
"Hemm.... apa kerusakan markas nya parah?.. " tanya Ares yang duduk membelakangi 2 anak buah nya.
"Kerusakan nya lumayan tuan.. sekitar 60%.." cicit Felix...
"Bagaimana anggota ku di markas itu?? apakah ada yang meninggal ???"
"Hanya 2 orang yang meninggal tuan.. dan sisa nya terluka. " jawab Felix.
Ares mengangguk. Sambil sesekali mengusap dagu nya.
"Bagaimana menurut kalian?" tanya nya pada dua kakak adik itu.
"Dia hanya Ingin menggertak??.. " tebak Frank.
"Ya.. kau benar... dia hanya ingin membuat ku emosi saja... " sahut Ares.
"Iya... jika dia ingin melawan, dia sudah pasti akan menyerang seluruh markas, dan kerusakan yang dia lakukan sekarang pun tidak terlalu parah.. " tutur Felix.
"Kita biarkan saja dia. Melakukan hal yang tidak penting! Sungguh merepotkan! " sinis Ares.
"Heh!! Sudah lah... tidak penting untuk di bahas.!! " Kata Ares.