
πππππππππππππππππππ
H-2 menuju penyerangan.
"Ughh.... hhhoooaammm.... Dah pagi ya???".
" Ehmm... Mau mandi males... Tapi kalo gak mandi nanti gerah.. Au ah.. Mending gak usah mandi. Dingin. Orang cantik walaupun gak mandi ya tetap cantik. Cuci muka aja. " Lissa menyambar handuk kecil nya dan melangkah ke kamar mandi.
"Morning Mom... mau masak apa??" Lissa memeluk Mommy nya dari belakang.
"Mau masak sambal kentang sama bubur Ayam, nanti pakein kuah sop ayam aja.Tapi nasi juga ada kok . Soal nya cuman ada bahan itu di kulkas. " ucap Mommy.
"Lissa bantuin kupas kentang sama masak nasi nya ya??" tawar Lissa.
"Iya.. Tuh kentang nya udah Mommy kupas tadi, kamu cuci sama potong aja.. Nasi nya udah mateng. Jadi tugas kamu bikin sambal kentang aja... Sisa nya Mommy yang urus.. " ucap Mommy.
"Hemm.. Oke deh. Eh... bu Indah kemana Mom??" Lissa celingak celinguk..
"Lagi beresin ruang tamu. Tugas bu indah beres beres rumah aja.. Kita yang masak. Kasian bu Indah. " kata Mommy.
"Iya Mom.. "
Lissa dengan cekatan memotong motong kentang menjadi dadu. Lalu menggoreng kentang, setelah itu dia membuat sambal, setelah sambal nya setengah matang. Kemudian Lissa mencampur kan kentang lalu mengaduk nya hingga matang.
Tidka lupa dia menambah kan bumbu penyedap dan tes rasa. Setelah itu dia memindah kan nya ke dalam mangkuk. Dan menghidangkan nya di meja makan.
Di susul sepanci bubur yang masih mengepul asap nya. Dan terakhir semangkuk besar sop ayam. Lissa menyusun, sendok, piring dan mangkuk untuk bubur nya.
"Lissa panggil Daddy sama kak Ron kamu gih...!! " suruh Mommy.
"Siap Mom. Eh tunggu bentar. " Lissa melihat Mommy menambah kan satu sendok, piring dan mangkuk lagi.
"Itu buat siapa Mom??kan kita cuman berempat. Bu indah nanti juga makan sama bodyguard yang lain... " tanya Lissa.
"Tchh.... ada deh.. Sana gih panggil daddy sama kak Ron. " suruh mommy.
Lissa hanya mematuhi perintah Mommy nya.
Tuk... tuk... tuk...
"Daddy!!! Bangun Dad... Mom bilang sarapan dulu!!! " teriak Lissa.
Pintu pun terbuka dengan kasar.
"Ha'ahh.... Lissa bisa tidak kamu jangan teriak teriak... ??!! " ucap Daddy Justin sambil menguap.
"Tidak!!! Mom bilang sarapan. Ayo cepat ke bawah. Cuci muka dulu... " Lissa meninggalkan Daddy yang yang masih memejam di muka pintu.
"Ehehehehe.... Pintu nya gak di kunci... " Lissa tertawa jahat.. ππ.
ceklekkk...
Tampak lah Ron sedang tertidur pulas sambil mendekap bantal guling. Sambil berselimut, tapi hanya sampai lutut saja. Bawah nya tidak di selimuti. (Epic banget. Selimutan tapi kaki nya masih keliatan.).
Lissa perlahan menaiki kasur Ron. Lalu...
"KAKAK KU YANG ILERAN!!!! BANGUNNN!!!! MOM BILANG SARAPAN!!!! " . jerit Lissa sambil melompat lompat.
"Ahhhh!!!! LISSA!!!!! turun kauuu!!!! " balas Ron dengan berteriak.
Bahkan suara mereka terdengar hingga penjuru rumah.
"Lissa!! akhhh!!! kau keluar kau dari kamar ku adik lak***nat!!! " ketus Ron dengan sengit.
"Tapi Mom menyuruh ku membangun kan mu untuk sarapan. Kita sarapan sama-sama.. Karena Mommy masak sedikit. Nanti kau tidak kebagian!!!! " balas Lissa panjang.
"Husshhh!!!!! Sana... aku akan turun nanti.!! syuh.. syuh... sana.. Hush.... hush!!! " Ron mengusir Lissa.
"Huummm!!!! " Lissa memicingkan mata nya.
"Ya sudah!!! " Lissa berjalan sambil memeluk bantal milik Ron.
"Hei.. Kembali kan bantal ku!! " Teriak Ron.
"Iiieewwhhh... Jijik banget.. Banyak pulau nya. Humfff.. bau jigong... Nih ambil.!! " Lissa melemparkan bantal Ron dengan kekuatan penuh.
"Apa kau bilββmfff!!! " bantal Landing di wajah kusut Ron.
"Hahahaha.... Rasain!! " si pelaku langsung kabur dari TKP setelah 'menganiaya' si korban.
Di dapur......
"Haduuuhh... Nih anak... Ngapain aja kamu sama kakak kamu??... Suara kalian sampai terdengar ke dapur. " ucap Mommy melayani daddy yang sudah duduk manis di kursi nya.
"Salahin tuh Lissa Mom... Masa' dia lompat lompat di kasur Ku... mana lagi asik mimpi Huh!!! " Celetukan Ron saat turun.
"Iya lagi mimpi.. Mimpi basah tepat nya.. Wakawkakqkakakwa " ππ.
"Hush... Sudah sudah... Ayo makan.. Ini Ares juga lama banget sampai nya.?! " lerai Mommy.
"Mommy ngajakin dia sarapan bareng. Tapi Mom semalam lupa ngecek bahan makanan. Ternyata sisa dikit. " Ucap Mommy.
"Permisi!!! Morning semua.. " Sapa Ares.
Di tangan nya menenteng sekantong buah.
"Dih.. panjang umur.. baru juga di omongin udah dateng makhluk nya " cibir Lissa pelan.
"Ayo nak Ares kita makan dulu.... " ajak daddy.
"Iya Dad.. Ini Ares bawa buah, buat cuci mulut nya nanti.. Hehehe" Ares memberikan kantong buah ke Mommy.
"Makasih ya nak Ares.. " Mommy meletakkan buah di dalam wadah..
Dan mereka memulai sarapan dengan tenang. Setelah Hampir 45 menit mereka makan, kini mereka berkumpul diruang keluarga. Dengan Ares juga ikut di dalam nya.
"Nih cuci mulut nya.. " Lissa membawa buah yang sudah di kupas dan di potong.
"Wess asekkk... Mau semangka!! " pekik Ron.
Happ!!! sepotong besar di sambar nya dari nampan.
"Isshhhhhh!!! " desis Lissa.
"Oh iya Ares... Mmm... Kau ingin mengajak Lissa kemana ??" Tanya Daddy sambil mengunyah jeruk.
Daddy audah tau. Kedatangan Ares, selain di undang oleh istri nya, tentu ingin mengajak putri nya entah kemana...
"Ehehhe... Gak kemana mana sih.. Hanya Ares ingin mengajak nya ke markas Ares. " Ares menggaruk leher nya.
"Markas???" Daddy.
"Daddy lupa atau belum tau sih.???Dai itu bos Mafia terbesar di Asia Dad... Kelompok Dark oh death.. " ujar Lissa.
"Ohhh.... "
"Jika markas mu tidka berbahaya, Daddy mengizinkan mu.. Jaga putri daddy ini Ya, Res... Dia sangat berharga untuk Daddy selain Istri ku dan Ron... " nasihat Daddy.
"Siap Dad... Area akan menjaga Lissa" jawab Ares bersungguh-sungguh.
Skip..... Di markas pusat Dark of Death....
"Bos membawa wanita!!? "
"Siapa dia??"
"Cantik sekali!! "
"Apa dia kekasih nya bos???"
"Wajah nya sangat dingin... "
"Aura mereka berdua hampir sama.. hii.. seram.. "
"Mereka berdua sebelas, dua belas. "
Begitulah ujaran yang terlontar dari mulut para Mafioso di sana.
"Anak buah bu nyinyiran sekali " bisik Lissa.
"Mereka anak buah ku.. Biar kan saja.. " Balas Ares.
"Dihh!!! " cibir Lissa.
"Hai Nona Lissa... " sapa Felix yang tak sengaja lewat.
"Hai Felix... Seperti nya kau sibuk.. " balas Lissa.
(Note: Mereka sudah saling tau, bahwa dulu mereka berteman dulu. Gak di cerita kan ya part nya karena alur nya author cepatin. Jadi jangan kaget/heran saat mereka terlihat akrab.)
" Ya, sangat. heheh " balas Felix.
"Ya sudah kalau begitu. Saya permisi Nona. " Felix kabur setelah melihat tatapan Tahan dari mata Ares.
"Ayo.. Akan ku ajak berkeliling. Setelah itu kita akan membahas penggabungan kekuatan kita nanti nya. " Ares menggenggam tangan Lissa..
Lissa hanya bisa tersenyum, ketika Ares menggenggam nya dengan erat.
π£οΈ: **Aciieeee area bucin nich
Ares: Biarin, biar semua nya iri π.
π£οΈ: Ehh mau sombongnya kamu. π
Ares: Wleeekkkkππ**.