
Hai. Semua..
Lanjut baca yuk. Jangan lupa kasi like, vote dan coment
Supaya novel nya bisa terus berkembang.
***************
"Memang nya dulu papa sakit apa sampai harus di operasi mah??" Tanya Lissa pada mama nya
"Papa dulu operasi usus jantung nak" Jawab papa nya Lissa
"Kok mahal banget sih pah, mah. Setau Lissa kan nggak sampai sebanyak itu.?? " Ucap Lissa yang ragu-ragu.
"E.. E.. Oh iya mama baru ingat, setelah di operasi papa kamu harus dirawat inap selama hampir sebulan" Jelas mama Lissa yang pasti nya berbohong. Dan Diangguki oleh Lissa.
"Mm... Pah, mah. Lissa ada sedikit tabungan di ATM Lissa gak banyak sih cuman 4 juta aja. " Ucap Lissa
"Mama sama papa kapan perlu uang nya?? " Tanya Lissa
"Huks huhuhu..... Teman papa mu bilang nanti malam dia akan datang kerumah, dan jika kami tidak membayar nya, dia akan memasukkan kami ke penjara" Jelas mama Lissa mengeluarkan air mata buaya nya.
Sementara itu Naomi dan Ilham yang melihat mereka bertiga merasa kepo.
"Eh. Mi'" Panggil Ilham
"Hmm apaan?? " Jawab Naomi malas
"Dua orang tadi siapa nya Lissa sih.. Kok mereka kaya' nangis gitu ya??? " Tanya Ilham
"Hhhuuhhfft" Naomi menghela napas panjang.
"Mereka itu orang tua angkat Lissa" Ujar Naomi
"Dan kalau lhi mau tau nih ya... Mereka itu gak pernah sekalipun peduli sama Lissa!!. Gila nggak tuh. Mereka juga kadang sering minjem uang.. Eh salah bukan minjem uang. Tapi minta uang ke Lissa. Dan Lissa mau aja ngasih mereka uang. Mereka juga malas Ham. Uang yang mereka ambil dari Lissa gak pernah dibalikin sama mereka " Jelas Naomi panjang kali lebar.
"Huh!!! Dasar gila harta. " Celetuk Ilham lantaran kesal.
"Iya.. Bener banget lho Ham. Mereka itu ya, udah lah pengangguran, suka berfoya-foya, terus uang parah nya anak kandung mereka sendiri aja nggak di perdulikan!!!.." Seru Naomi yang sudah berapi-api.
"Untung aja sifat anak kandung mereka itu nggak nurun ke anak nya. Kalo gue nggak salah ingat Lissa pernah bilang ama gue nama adek angkat nya itu......" Ujar Naomi menggantung
"Chyro!!! Iya Chyro..!! " Pekik Naomi
"Ohhh" Balas Ilham.
Setelah berbintang panjang akhirnya kedua orang tua angkat Lissa pergi. Lissa kembali ke standar nya bersama Ilham dan Naomi.
"Liss!!. " Panggil Naomi
"Hmm iya Mi?? " Sahut Lissa
"Tadi nyokap ama bokap lho ngomong apaan??? Kok sampe nangis gitu gue liatnya?? " Jiwa kepo Naomi sudah tak bisa dibendung lagi.
"Ohh itu tadi.. Mereka lagi ditagih utang lama" Jawab Lissa
"Terus?? " Sambung nya lagi
"Ya... Aku niat bantuin mereka bayar utang nya. Kalo nggak mereka bakalan masuk penjara" Jelas Lissa.
"Malah bagus lah kalo mereka masuk penjara, orang seperti mereka nggak pantes ku tolongin terus Sa' " Seru Ilham
"Ehh!! Ternyata lho masih disini???!? " Ilham mendengus kesal,sedaritadi dia berada disitu. Tapi malah tidak di sadari Lissa.
"Emangnya gue ini lho anggep apaan lissaaaaaa...!!! " Kata Ilham
"Yaa... Gue kan nggak sadar. Ya maaf deh peace✌✌" Ucap Lissa menunjukkan Dua jari nya membentuk V.
"Hmm... Ya udah deh. Gue balik duluan ya. Bye" Pamit Ilham lalu meninggal kan dua gadis itu.
"Eh Mi. Lho udah ngecek kondisi keuangan kita belom?? " Tanya Lissa pada Naomi
"Nah itu dia Sa' baru mau gue omongin ama lho!. " Jawab Naomi
"Hha? " Lissa heran. "Maksudnya??? " Tambah nya lagi
"Eheheheh.... Gue nggak tau ngitung nya Sac.. Banyak banget angka nya, pusing gue" Ungkap Naomi menyengir
"Hmmm. Yaudah mana sini... Biar gue ngecek sekalian sama pengeluaran dan pemasukan bulanan kita" Akhirnya Lissa lah yang mengeceknya.
Sementara itu mobil Ares yang berhenti karena ban mobil nya pecah berada tak jauh dari tempat Lissa. Karena, perbaikan ban mobil nya dia harus menunda diri nya untuk segera sampai di apartemen. Frank melihat ban mobil bos nya ternyata bukan hanya satu yang pecah tapi Dua sekaligus. Mengakibatkan mobil nya masuk bengkel.
"Tuan" Panggil Felix.
"Hmm kenapa?? " Jawab Ares santai
"Disana ada stan nona Lissa, mungkin sebaik nya kita istirahat disana dulu sambil menunggu mobil nya keluar dari bengkel tuan. Dan juga dekat stan nona Lissa itu... Sepertinya ada bengkel tuan" Jelas Felix panjang
Ares melihat stan milik Lissa, ia sebenarnya bisa saja menyuruh anak buah nya yang lain untuk menjemput nya sekarang itu juga. Namun, Ares enggan melakukan itu, ia ingin melihat Lissa. Dan, perkataan Felix ada benar nya juga, mereka sangat jarang bersantai, apalagi di pinggir jalan begini. Tidak pernah pikir Ares.
"Baiklah, mari kita kesana!. " Ares mengajak serta Frank , tak lupa Frank membawa mobil bisa nya ke bengkel yang tak jauh dari kedai kecil Lissa.
"Permisi nona" Sapa Felix
"Ah ya selamat datang" Ucap Lissa,
"Naomi tolong kesini bentar dong!! " Panggil Lissa
Naomi pun datang.
"Kenapa??"
Lissa masih belum menyadari bahwa di depan nya ada tiga pria yang cukup akrab dengan nya. Sedang kan Frank yang baru tiba menyapa Lissa
"Hai Lissa" Ucap nya.
Lissa pun menoleh kearah orang yang memanggilnya, ketika ia mendongak kan kepalanya, alangkah terkejutnya dia. Yang pertama ia lihat adalah sorot mata tajam, yang menatap nya penuh arti.
"Astaga!!!!!.. " Pekik Lissa melompat dari kursi nya, yang menyebabkan ia terjatuh
Brukkk!!!! Lissa jatuh.
Naomi kaget, sahabat nya yang biasa jarang kaget, bisa-bisanya seperti itu. Aneh batin Naomi
"Ya Tuhan..!!! Lissa!!! Lho ok kan?? " Tanya Naomi
"Iya Mi. Nggak apa-apa kok" Ujar Lissa mengelus bokongnya yang mencium lantai.
"Sakit ya Liss?? " Tanya Naomi mengejek Lissa.
"Nggak tuh biasa aja. " Sahut Lissa.
Padahal batinnya mengatakan "it's ok. Stay cool". Rasa gengsi Lissa menyelimuti rasa malu nya.
" Ekhem..!! " Deheman Ares memecah suasana. Kemudian melirik Felix
"A-ah ya.. Lissa kami mau istirahat disini boleh nggak?? " Ijin Felix
"Ya ampun lho ini udah kayak sama siapa aja.... Ya boleh lah. Masa' temen sendiri nggak boleh" Jawab Lissa
"Eiiiittss!!!!. Bentar dulu dong" Celetuk Naomi tiba-tiba
"Masa' cuman istirahat doang. Pesen dulu dong. " Ujar nya.
"Oh.. Ok. Menu kalian apa aja nih? " Seru Frank yang sedari tadi diam
"Ok. Lissa sebutkan!! Hehe aku kan gak hapal menu nya" Perintah Naomi pada Lissa bak bos, lalu menyengir. Lissa pun menyebutkan menu mereka dengan lancar
" Makanan disini ada:"
" Red velvet 🍰.french fries🍟. Roti manis🥨. Kukis 🍪. Donat 🍩. Burger🍔. Dan burrito🌯 "
"Minuman disini ada:"
"Jus buah 🧃 . Kopi (hot/ice) ☕. Green tea (hot/ice) 🍵. Teh biasa 🥃. Susu. 🥛. Cappucino. Air mineral biasa🥤. Dan smoothie 🍹.
" Untuk dessert kami ada:"
" Pudding🍮, ice cream🍦, dan pie🥧 "
Semua menu Lissa sebutkan dengan jelas.
"Jadi mau pesen apa? " Tanya Lissa seperti waiters restoran.
"Mmm gue pesen burger, sama green tea aja deh. " Ucap Felix
"Kalo gue pesen..... Jus buah sama.. Burrito. Mm tapi jus buah apa aja nih?? " Ujar Frank
"Kita pakai buah apel 🍎,alpukat 🥑,,melon 🍈,sama jeruk 🍊" Jawab Naomi
"Yaudah deh, gue pesen jus jeruk" Ujar Frank
"Kopi aja" Seru Ares singkat.
"Ok. Tunggu bentuk ya, siapin dulu, silahkan duduk" Ucap Lissa tersenyum manis pada pelanggan nya.
Tak berapa lama pesanan mereka sampai.
"Silahkan di nikmati" Ujar Lissa
"Eh Liss!!. Udah selesai belom ngecek data nya?? " Tanya Naomi
"Ohh.. Iya hue lupa!! Belom selesai Mi. Yaudah gue lanjutin sekarang aja" Sejurus kemudian Lissa duduk, dan kembali berkutat dengan 'tugas negara nya'.
Bagi Lissa mengecek keuangan mereka bukan lah hal sulit karena Lissa adalah murid teladan yang berprestasi di sekolah dulu. Namun, manusia pasti punya kekurangan. Ada beberapa hal yang membuat Lissa kesulitan.
Sebuah kebiasaan yang tak bisa dihilangkan dari Lissa, saat sedang berpikir serius makan akan menggigit sesuatu, entah pensil, pulpen, jari atau Bibir nya sendiri.
Kala itu Lissa memang memegang sebuah pena. Dia menggigit pulpen itu, hal tersebut tak lepas dari pandangan Ares.
Sejak tadi dia hanya memperhatikan Lissa, sesekali ia tersenyum sanggaaaattt tipis, ketika melihat ekspresi lucu Lissa, dan saat dia melihat Lissa menggigit pulpen nya, entah dari mana Ares membayangkan kalau dia adalah pulpen itu.
Dia membayangkan jika bibir Lissa lah yang menyentuh nya.
Lissa terus menerus menggigit pulpen nya, bahkan sesekali menjilati dan mengemut tutup pulpen itu. Ihhhhhss Lissa jorok juga yah😂😂.
Sementara Ares masih membayangkan diri nya adalah pulpen dan tutup nya. Namun, fantasi nya terputus kalau Felix menyentuh bahu nya.
"Tuan" Felix menyentuh bahu bos nya
"Hm"
"Mobilnya sudah diperbaiki tuan"ujar Felix lagi
" Hha" Ares menghala nafas pelan, tapi suara helaan nafas Ares masih bisa didengar telinga Felix. Ares sedikit kecewa ketika harus meninggalkan tempat itu.
"Lissa!!. Naomi!.. ". Seru Frank. " Kita pergi dulu ya, soalnya mobil udah bener tuh" Tambah Frank seraya menunjuk ke mobil.
"Oh.. Iya.. Hati-hati ya dijalan ya" Ucap Lissa melambaikan tangan.
Bersambung...