
Hai semua
Apa kabar
semoga sehat selalu ya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 10.05. Lissa dan juga Sella sampai di RSJ. Fi belakang nya di ikuti mobil bodyguard yang bertugas membagi kan kue.
"Kalian berdua ingat kan, apa yang ki katakan tadi??" Sella memastikan kerja bawahan nya.
"Kami ingat.. " jawab 2 bodyguard itu.
"Sella!! uhh... kamu kemana sih?? " tanya Lissa
"Maaf Lady. Hanya memastikan beberapa hal saja.. Dan juga kue nya juga akan di bagikan sebentar lagi. " jawab Sella.
"oh... begitu.. Baiklah, mari kita temui Naomi sekarang. " ajak Lissa.
Sella dan dua bodyguard tadi mengikuti Lissa dari belakang.
"Kalian berdua, bisa menjalankan tugas kalian sekarang! " tegas Sella.
Dua bodyguard itu langsung membagikan kue buatan Lissa.
******
"Akhirnya sampai juga.. kangen aku sama Naomi" ujar Frank
"Ya.. aku juga. Udah lama gak lihat keadaan nya. " timpal Felix.
Sedang kan Ares hanya diam. Entah kenapa dari tadi jantung nya berdebar debar.
"Sudah lah.. Berhenti mengoceh. " Ares langsung keluar dari mobil.
"Kalian duluan saja.. Aku belakangan. "sahut Ares.
"Baik tuan. " jawab kedua nya bersamaan.
*******
"Haah.... Lissa.. aku merindukan mu..." monolog Ares.
Mengikuti kemana kaki nya melangkah, hingga sampai di atap RSJ yang cukup luas. Pemandangan di bawah nampak sangat jelas dari atas. Banyak pasien RSJ yang berjalan ke sana kemari.. Nampak pria berjas sedang membagi bagikan makanan pada orang-orang.
"Hem..?? sedang apa mereka??.... " gumam Ares ketika melihat para bodyguard Lissa membagikan kue.
"ah... bodo lah.. itu aja di urusin.. " Ares cepat menepis rasa ingin tau nya.
Mata terus mengawasi di bawah, dan melihat seorang wanita sedang berbicara dengan pasien yang akan ia jenguk, Naomi. Dan yang berbicara dengan Naomi adalah Lissa. Ares semakin menajamkan mata nya.
Wanita itu dan Naomi nampak sangat akrab. Bahkan Naomi sampai tertawa terbahak bahak.
******
"Ahhahahahah... Naomi kau lucu sekali hahah... " tawa Lissa melihat Naomi yang bertingkah nyeleneh.
"Hahahah.... hahahaha... hahaha.. " Naomi bahkan memegangi perutnya.
Lissa hanya bisa menggeleng melihat tingkah Naomi. Mata nya menatap sekeliling, dan melihat 2 Saudara kembar. Siapa lagi kalo bukan Felix dan Frank
"Felix!!! Frank!!! " teriak Lissa
Si kembar yang merasa di panggil melihat sekeliling, namun tidak ada melihat orang yang memanggilnya. Hingga Mata mereka sama-sama tertuju pada wanita yang sedang melambaikan tangan.
"Siapa dia??" tanya Felix
Lalu mereka mendatangi Lissa.
"Siapa kau?" tanya Frank sebelum Felix bertanya
"Nih buat kalian.. " Lissa menyodorkan Dua kue.
"Eh!! .. I.. iya makasih. " mereka menerima kue itu.
"Sekali lagi... Kau siapa??" tegas Frank.
"Kalian tidak mengenal ku?" tanya Lissa
Ya.. iya lah gak kenal.!!!! Orang kamu udah operasi wajah... Gak kenal Dua budak tuh... gimana sih Lissa 🤦🏻♀️🤦🏻♀️.
"Tidak.. " jawab 2 F serempak.
"Cie... kompak.. " celetuk Naomi sambil melompat lompat..
"Hai Naomi... " sapa Frank..
"Hahahah..... kue... kue... Lissa.. kue... hahah..." Naomi berjingkrak seperti bocah yang mendapat kan mainan
"Hah!! Lissa!! dimana??? katakan dimana dia!!? " Mata Felix membulat saat Naomi menyebutkan nama Lissa
"Jawab aku Naomi!! Dimana dia??" bentak Felix sambil mencengangkan bahu Naomi
"Eeaaaahhh.... lepas!!!.. Jahat!! jahat!!! jahaaattt!!!! .. huhuuuu... huuu..... Lissa.. huuu" Naomi berteriak dan masuk ke dalam pelukan Lissa.
"Hei..!! Siapa kau..??apa yang kau lakukan!! kenapa kau membentak nya!!? " bentak Lissa balik.
"Hei.. nona!! kau yang siapa!! kau berteriak dan memanggil nama kami!.. Dan seharusnya aku yang bertanya.. siapa... kau!!. " Felix memarahi Lissa.
Bruughhhh.....
"Sial.. berani kah memarahi atasan ku!! Mau ku robek mulut mu itu.. HAH!!! " Sella datang dan langsung melayangkan bogem mentah pada rahang Felix.
"Ada apa ini??.. " Suara bariton yang khas mengejutkan mereka yang ada di situ.
"Tuan.. " gumam Frank dan Felix..
"Siapa lagi kau??!! " ketus Sella yang masih emosi.
"Maaf tuan.. Tapi bawahan mu ini sudah membentak atasan ku.. Dan kau lihat warna biru di wajah nya itu??" kata Sella
" Ya aku melihat nya. " jawab Ares
"Aku yang melakukan nya.. dan jika anak buah mu melakukan yang lebih dari tadi... Maka jangan salahkan aku, jika aku merobek mulut mereka berdua..!! " Ujar Sella, dengan Mata berapi-api
"Terserah" jawab Ares cuek. Lalu menatap Naomi yang di dekapan Lissa
"Hai Naomi.. apa kabar mu??" tanya Ares basa basi.
"....... " Naomi diam dan menatap Ares.
"Hei!! kau tidak lihat dia itu takut pada Nak buah gila mu ith??!! " cibir Lissa pada mantan bos nya itu..
Lalu Ares menatap Lissa
Dag..... dig..... dug..... dag... dig..... dug.....
Jantung Ares berdebar debar melihat sorot Mata yang ia rindukan.
"Lissa... " lirih nya tanpa sadar..
Mata Ares dan Lissa saling terpaku satu sama lain.Untuk sesaat keadaan sunyi.