
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu ya.
yuk lanjut
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tap... tap..... tap......
suara sepatu kulit yang bersentuhan dengan lantai dingin, membuat siapapun yang mendengar nya akan merasakan aura negatif.
Dengan rokok yang masih menyala dan sesekali dihisap lalu di hembuskan asap nya ke udara. Wajah yang menyeramkan dan aura negatif yang ditimbulkan seakan-akan mengintimidasi siapa pun.
"Bagaimana.. kau berhasil menemukan kelemahan nya???" tanya sosok itu.
Sambil duduk di sebuah kursi, dan menaikkan kedua kaki nya ke atas meja, sambil menyesap segelas anggur tahun 80'an.Lalu menghidupkan kembali rokok yang baru saja habis.
"Kami belum berhasil bos. Tapi akhir akhir ini dia terlihat d kata dengan seorang gadis muda. " lapor bawahan nya.
"hmm" menaikan sebelah alisnya... "wahh... hahah. hahahaha.... " kemudian sosok itu tertawa menyeramkan
"Sedekat apa dia dengan gadis itu??" tanya nya
"Bisa dikatakan, dia menyukai gadis itu bos.. namun gadis itu terlihat tidak menyadari nya!! " jawab bawahan nya dengan tegas.
"Kau sudah mencari informasi gadis itu??" dia kembali menyesap anggur nya.
"sudah bos. Dia hanya gadis biasa" ujar sang bawahan dengan tegas.
"heh!! ternyata hanya rakyat jelata!! tak ku sangka dia punya selera yang unik.. Hahahaahah"
"Jadi langkah apa yang harus kami lakukan selanjutnya bos??" bawahan itu bertanya
"Terus kau pantau gerak-gerik nya dan lapor kan pada ku tanpa ada yang tertinggal satu pun!!!! " kata sosok itu dengan tegas dan mengintimidasi
"baik bos.. " bawahan nya pun menunduk dan langsung pergi melaksanakan tugas nya.
tuk.... tuk..... tuuukk.... tuk...
Sosok itu mengetuk jari nya di atas meja, sehingga menimbulkan suara yang khas. Sesekali dia menghisap rokok yang entah ke berapa batang.
"Hahaah... hahhahaa... tak ku sangka ternyata kau juga bisa merasakan yang nama nya cinta Ares!!! " sosok itu bermonolog
"Dimana sosok mu yang dulu nya kejam!! bengis!! dingin.... dan tak kenal akan takut??!! "
"Cuih!!!!! jangan kau kira!!! karena tuan Mike menyerah kan Mafia Dark of Death kepada mu!!!!kau menjadi lebih kuat!!! " teriak nya.
PYYAARR!!!!...
gelas yang masih tersisa sedikit anggur itu dilempar nya Kesembarang arah.
"Disini bos!! " pria bernama Rolex langsung mengahadap
"Siapkan semua nya!!! sebentar lagi kita akan menghancurkan dia... HAHAHAHA... HAHAHAHAHA" tawa sosok itu.
"Siap laksanakan bos. " Rolex langsung melakukan tugas nya.
"Ares!!! kali ini kau pasti hancur!!! Dan kekuasaan mu akan menjadi milikku!!! HAHAHAHA... HAHAH...!!! "
"aku pasti akan menghancurkan mu!!! kau hanya Bajing*an brengs*k yang dipungut oleh tuan Mike!!! "
"kau akan HANCUR!!!!!! "
sosok itu, keluar dari ruangan yang hancur berantakan karena ulah nya yang memporak-porandakan seisi nya.
......................
"Tuan.. anak buah kita melaporkan ada beberapa orang mencurigakan yang akhir akhir ini sering mengawasi kita tuan." Lapor Felix
"Siapa mereka??? " tanya Frank
"Entah lah.. anak buah ku masih menyelidiki nya. " jawab Felix
"Kau tidak perlu menyelidiki nya.. aku sudah tau siapa dan dari kelompok mafia mana mereka. " Ares memutar kursi nya 360°.
"Maksud anda tuan??" Felix terheran
"mereka dari mafia Wolf Eye. " ujar Ares.
"tapi.. dari mana tuan tau??" Frank menyela Felix yang ingin bertanya.
"Kalian kira aku tidak menyadari nya?? aku sudah tau.. dan aku juga sudah lebih dulu mengawasi mereka dari pada kalian. " tukas Ares.
"Lalu... kenapa tuan tidak menghabisi mereka ??mungkin mereka sudah melaporkan hal ini pada bos nya. !! " celetuk Felix
"Aku hanya ingin melihat.. Sejauh mana mereka bisa bertindak. " Ares berdiri dan duduk di sudut meja.
"Kalian ingat kapan Lissa diterima disini???" Ares memainkan pulpen
"itu..... antara 8 atau 10 bila yang lalu tuan. " jawab Frank
"ya.. " Ares mengangguk
"Jadi.... mereka sudah mengawasi kita sejak itu...??!! kenapa aku tidak menyadari nya???" Felix terkejut hingga dia berdiri
"Kenapa kau??" Ares mengernyit
"Tidak tuan. Hanya saja aku heran.. jika mereka susah mengawasi kita selama itu.. kenapa kita tidak menyadari nya, kan??" Felix melirik Frank
"Ya.. kau benar abang hebat ku yang gila. " Frank memuji lalu menjatuhkan Felix saat itu juga.
bersambung...