THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 37



๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Betapa kaget nya Karin... Foto wajah Lissa, Asisten Miko, Felix, Frank, Naomi dan juga Ares. Tersimpan dengan apik didalam dokumen itu.


Ada foto saat mereka liburan di pulau pribadi milik Tuan Mike Alexander.. foto saat Lissa sedang beristirahat di kafe dekat kantor AO Company.. dan juga ada foto saat pembukaan Toko kue Lissa.. Dan masih banyak foto lagi.


"Apa mata ku berbohong??! " Gumam Karin syok.


"Kenapa??.. Maksud ku,.. kenapa ada Tuan Ares dan yang lain nya??.. Dan siapa gadis ini. (Maksudnya foto Lissa) "


"Aku harus melaporkan nya pada Tuan Ares!. " Karin mengirimkan data dokumen itu dalam bentuk file ke email Ares.


"Sudah!! Harus segera ku hapus. " Karin menghapus jejak pengiriman nya.


Klik...


Semua kembali seperti semula.


Setelah itu Karin bergegas keluar, memastikan tidak ada bekas jejak nya yg tertinggal. Setelah dirasa nya semua OK. Karin beranjak, dan keluar dengan hati-hati.


Begitulah cerita nya.......


Dan setelah Ares menceritakan bagaimana ia bisa tau bahwa wanita itu adalah Lissa. Yang selama 4 tahun itu menghilang seperti di telan bumi.


"Aku masih tidak percaya! " pungkas Frank.


Mereka sedang dalam perjalanan menuju markas. Formasi seperti biasa.. Frank sebagai sopir Felix di samping kursi kemudi, dan Ares menjadi bos di kursi belakang.


"Ya!, aku juga. Pantas saja saat baru bertemu dengan kita di RSJ.. dia langsung menyapa. " balas Felix.


"Kenapa dia menghilang ya??... " tanya Frank.


Krik... krik.... krik... krik..


Semua nya diam. Setelah pertanyaan yg dilontarkan Frank, tak ada yang menyahut.


selalu saja.... apa mereka tidak memikirkan perasaan ku??.. hais.. nasib.. nasib... hanya aku seorang yang waras.


Dengus Frank...


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Nona Lissa.. kapan kita akan menjalin kerjasama dengan perusahaan AO company itu???... Kalau saja waktu itu kau tidak sakit perut tiba-tiba, aku rasa kita bisa langsung... "


"Langsung apa!!!? " Lissa memotong perkataan Sella.


"Tidak Nona. " Sella langsung kicep setelah mendapat pelototan dari Lissa.


"Sebaiknya jangan dulu... Kita baru saja mulai, tapi sudah ada berkas yang menggunung.. " Ujar nya Sambil memijit keningnya.


"Iya... tugas kita hampir sama banyak nya... Aku kira tugas kita tidak terlalu berat.. haishhh... " Sella menghela dengan kasar.


Tok...


Tok...


Tok....


"Ya, Masuk! " sahut Lissa.


"Maaf Nona... Ada perwakilan dari perusahaan AO Company. " Ujar si sekertaris Baru.


Kenapa bukan Sella yang menjadi sekertaris??


Awal nya Lissa ingin menjadikan Sella sebagai asisten sekaligus sekertaris nya. Namun Sella langsung menolak. Menjadi asisten saja sudah lelah, apa lagi ditambah jadi sekertaris?? Jadi Lissa harus memilih sekertaris baru lagi.


Dan dia adalah Martin. Laki-laki usia 26 tahun. Ruangan nya terpisah dengan Lissa, sementara Sella satu ruangan dengan Lissa.


"Aaaappaaa!!!!!!.... " Lissa terjungkal dari kursi nya karena kaget. Ditambah juga posisi duduk nya yang aneh.


"Astaga Nona!! anda tidak apa apa kan..!!??? " sekertaris Martin kaget.


"Ya.. saya tidak apa.. Suruh dia masuk. Dan kau Martin, bisa kembali bekerja! " sahut Lissa.


"Baik Nona. " sekertaris Martin menunduk dan mempersilahkan tamu bos nya masuk. Dan dia kembali bekerja


"Selamat siang Tuan... " sapa Lissa dengan tangan melayang di udara hendak bersalaman.


"Miko.. Anda bisa memanggil saya Miko. " Miko membalas jabatan tangan Lissa.


"Selamat siang tuan Miko"..


" Selamat siang. " Balas Miko.


"Mari duduk. " ajak Lissa.


"Ekhem.. Sella.. tolong buat kan minum, dan cemilan.!! " titah Lissa.


" Baik Nona. " Sella menuju pantry.


"Baik lah Nona Lissa,untuk mempersingkat waktu, saya langsung saja menjelaskan kedatangan saya kemari. " ujar Miko datar.


Sambil tangan nya mengambil beberapa berkas.


"Be... "


"Permisi.. maaf menyela... " ucapan Miko terpotong dengan kedatangan Sella.


"Silahkan.. " ucap nya sambil tersenyum dan berlalu.


"Saya lanjut kan. Perusahaan kami, tertarik untuk menjalin kerjasama sama dengan Vero's Corporation yang berjalan di bidang kuliner. Perusahaan AO Company sudah berhasil di beberapa bidang di negara ini. Bahkan kami juga memiliki cabang di beberapa negara lainnya... Bla... bla.... bla... bla.. " Miko terus membahas pasal kerjasama nya.


"Jadi, bagaimana dengan keuntungan perusahaan Vero's Corporation, jika bergabung dengan kalian... ?? Berapa persen keuntungan yang kami dapatkan.. ??" Tanya Lissa dengan tatapan tajam.


"Kami menawarkan keuntungan 40-60...dalam kerjasama ini. " jawab Miko


Sebenarnya Miko kurang yakin dengan keputusan ini. Namun apalah di kata... Karena bos nya sendiri yang meminta nya. Bagaimana pun juga Vero's Corporation harus bisa menjalin kerjasama dengan Alex One Company!! Lakukan apapun caranya!. Begitu Kata-kata Ares yg menggema di pikiran nya.


Dan juga.. ini adalah kali pertama dalam sejarah perusahaan AO company yang memberikan keuntungan cukup banyak pada rekan kerjasama nya. Biasanya pada perusahaan yang menawarkan kerja sama... AO Company akan memberikan persen kurang dari 30%.


"Bagaimana Nona.. apa anda bersedia??" tanya Miko sekali lagi.


Aku mohon Terima... atau aku akan di cekik oleh tuanku yang kejam.. huhuhu


Miki terus merapalkan do'a dalam sikapnya yg datar dan diam.


"Ya... kita bisa menjalin kerjasama.. " final Lissa. Setelah membaca berkas dan juga setelah berpikir serius


"Terimakasih Nona.. Kalau begitu silakan tandatangani kontrak ini.. . " Menyodorkan sebuah kontrak kerja sama.


"Sudah." jawab Lissa


"Baiklah.. sekali lagi, Terima kasih Nona... selamat siang.. "Miko mengemasi kertas kertas nya.


Ia dan Lissa berdiri dan saling berjabat tangan tanda dari sebuah kesepakatan telah di capai. Lalu Miko keluar dari ruangan.


" Yes!!!.. " Sorak nya girang. Membuat kaget sekertaris Martin.


Gak jadi di cekik.... sambung nya dalam hati.


Sekertaris Martin hanya menggeleng dan tersenyum.