
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini hari yang di tunggu pun telah tiba. Di sebuah gereja bernuansa putih. Keluarga dan tamu yang di udang memenuhi kursi panjang.
Di sisi lain.
" Ya ampun!!! Mom!! Dad!!! tangan Lissa dingin sekali!!! " kaki Lissa tidka bisa diam.
Kedua telapak tangan saling bertautan dan kadang ia mengelap tangan nya yang basah akibat keringat dingin.
"Hei.... Stay cool My Princess... Jangan gugup. Semua akan berlaku dengan baik. " Ujar Daddy Justin menenangkan.
"O-okey.... Tapi aku tidak bisa diam. " Angguk Lissa.
"Hahahaha... Lissa Lissa kau ini ada ada saja. " tawa Mommy Zira sambil mengusap rambut Lissa yang di style pendek keriting.
"Mommmmm!!!! " Rengek Lissa.
Di ruangan lain nya.
"Ohhh... God... bagaimana ini??? Gugup sekali!! " Ares meremas rambut nya.
"Hahahahha... Kalem dong Res.... itu gak sulit kok. Hanya mengucapkan janji suci.. hihihihihi" Ron cekikikan melihat Ares yang frustasi.
"Gak sulit?? Kata mu itu gak sulit???... Oke. aku pegang kata-kata mu ini. Jika suatu saat kau menikah. Dan kau gugup seperti ku sekarang... Maka kau sama saja dengan ku. " Balas Ares.
"Heh... Tidak mungkin... Aku tidak akan gugup hanya karena mengucapkan beberapa kata. " Remeh Ron.
Heheeh Awas aje lu Ron. Ngucapin janji pernikahan nggak semudah ngorek upil. Wkwkwkwk. 😂😂😂😂
Tok.... tok... tok....
"Nak, apa kau sudah siap?"
Daddy Justin mengecek.
"Huh.... okey Dad... Ares siap. " Jawab Ares mantap.
"Heheheh... Semangat calon adik ipar. " Ron menepuk bahu Ares yang terbalut jas putih.
"Kau bisa Nak. Papa mu akan bangga pada mu. " Dukungan dari Daddy Justin membuat Ares semakin semangat.
Mereka berjalan menuju altar. Disana seorang pendeta sudah menunggu dengan pakaian khas pendeta. (wkwkw author gak tau, karena author orang Islam.)
"Apa ini mempelai pria nya?" tanya si pendeta.
"Iya." jawab Daddy Justin singkat.
Lalu meninggalkan mereka berdua.
"Baiklah nak. Jangan tegang, mempelai wanita mu pasti akan ikut tegang jika kau tegang. " Ucap nya.
Wanita yang ia cintai, bergandengan dengan ayah nya. Raut wajah nya terpancar kebahagiaan. .
Cantik. Itu yang pertama terlintas di benak Ares.
Hingga akhirnya mereka sampai di tempat. Daddy menyerahkan tangan Lissa.
"Daddy percaya kan dia padamu. Jaga dia, karena selama ini Daddy gagal menjaga nya. Bahagia kan dia. Jangan pernah biarkan dia menetes sedikit air mata. Jika kau melakukan itu. Maka Daddy yang akan mengambil kembali dia dari mu. " Perkataan Daddy sudah sekaligus ancaman, dan permintaan seorang ayah.
"Aku tidak akan mengecewakan Daddy. " Jawab Ares mantap.
Lissa yang mendengar itu, menjadi terharu. Belum spa apa dia sudah meneteskan air mata.
"Baik. Sudah bisa di mulai pendeta. " Ucap Daddy.
Daddy Justin berjalan mendekati istri nya Mommy Zira. Mommy Zira sudah mengeluarkan ingus nya saat melihat Lissa di gandeng oleh Daddy nya.
Pengucapan janji suci pun dimulai. Pendeta menyatukan telapak tangan mereka. Dan meminta mereka untuk saling menggenggam.
Ares dapat merasakan dingin nya tangan Lissa. Namun ia menggenggam tangan itu, seolah menyalurkan rasa hangat..
Hingga.. "Baiklah. Kalian resmi menjadi suami dan istri yang sah secara hukum dan agama. " Ucapan lantang dari sang pendeta di susul tepuk tangan yang meriah.
"Mempelai laki-laki bisa mencium istrinya. " Sambung pendeta.
Ares meraih pinggang Lissa dan menaikkan dagu nya. Dan menempelkan bibir nya di bibir Lissa. Saling memejamkan mata. Meresapi nya dengan penuh kasih sayang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Resepsi pernikahan Ares dan Lissa di adakan di salah satu hotel mewah di negara T. Dengan konsep Indoor yang serba putih.
Kerabat dekat dan rekan kerja berbaur menjadi satu. Canda tawa dan perkataan saling menggoda terdengar di sana sini. Apa lagi di salah satu meja yang di isi oleh orang terdekat Lissa dan Ares.
Ada Si kembar Felix&Frank, Naomi, miko, Sella dan Martin si sekertaris muda. Mereka menjodohkan jodoh kan Frank dan Sella yang selalu berdebat tidak jelas.
Eitsss nanti dulu. Frank dan Sella nggak berjodoh loh. jangan salah paham. Nanti mereka ada jodoh masing masing.
"Cieeee!!! ehem.... kalian tau kata benci lama lama akan berubah jadi kata cinta. Hahahah" tukas Miko.
"Yhahahhaa...... Mungkin setelah ini akan ada yang menjalin hubungan hehehe" Felix ikut menggoda adik nya.
Wajah Frank dan Sella malah terkesan datar datar saja. Karena mereka memang tidak ada perasaan satu sama lain selain 'musuh'.
"Hei... dimana mana, kalau orang di goda itu, wajah nya merona. Kenapa kau tidak??" Heran Naomi.
"Kau tidak tau sayang, asisten Nona Lissa ini, punya kelainan. Hahah mungkin saja dia belok. ".
Perkataan Miko membuat ledakan tawa di meja itu. Bahkan orang orang melihat ke arah mereka. .