
Hai semua
lanjut yukkk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"ahh.... tuan. maafkan saya tuan. saya sudah menghalangi nya tadi.. " Lissa menunduk ketika mendapat tatapan tajam dari bos nya.
Apa yang terjadi saat itu membuat suasana hening seketika. lalu Lissa memecah kan keheningan.
"A-aku akan membuat minuman" belum sempat ia keluar suara bariton milik Ares mencegah nya.
"Tidak.!! kau tidak perlu membuat kan dia minuman!!! " tukas Ares.
"Ba-baik tuan. " Lissa menunduk.
"kenapa dia bisa masuk keruangan ku???apa kau tidak bekerja dengan baik???hahh!!! ?" bentak Ares.
"su-.... sudah tuan. saya sudah mencegah nya. bahkan tadi ada seorang resepsionis yang terluka karena mencegah nya masuk. " jawab Lissa jujur
lalu hening sejenak.......
"maaf.sebaik nya anda segera keluar nona jesika. " ucap Felix dengan sopan tapi senyum di paksakan
"hmmmpppf... tidak akan.!! " lalu jesika berjalan mendekati Ares, namun di hadang oleh Frank.
"apa yang dikatakan abang ku benar nona jesika. sebaiknya kau keluar dan bila perlu jangan kembali lagi kemari.!! " nada suara Frank terdengar dingin dan mengintimidasi
"HEH!!!!!.... BERANI-BERANINYA KAU!!! KAU ITU HANYA PELAYAN DARI KEKASIH KU!!! TAHU??!!!! " teriak jesika.
"SIAPA YANG MENYURUH MU BERTERIAK!! HAAHH!!!!??? ".kini suara Ares yang menggema di ruangan itu.
Lissa hanya diam dan menyaksikan. sebenarnya ia ingin keluar karena suasana mulai memanas. tapi jiwa kepo nya Lissa sudah meronta ronta ingin mendapat jawaban.
hufft apakah AC di ruangan ini mati??? kenapa begitu panas????. Lissa membatin.
"Kau!!! gadis aneh. " Ares menunjuk Lissa
"cepat bawa wanita sial*n ini keluar!!! CEPAT!!!!!. " terik Ares.
"mari nona. pintu keluar nya ada di sebelah sana. " Lissa menunduk sopan, namun jesika tidak mengindahkan ucapan Lissa. dan akhirnya Lissa menarik tangan jesika. karena mendapat tatapan tajam dari bos nya.
"TIDAK!!! LEPAS KAN AKU!!! DASAR JAL*NG BRENGS*K!!!! " hardik jesika. dan mendorong tubuh Lissa dengan kuat hingga membentur meja kaca.
"aawwwww...... ssstttt" ringis Lissa karena kepala nya terkena pinggiran meja kaca yang agak tajam. kepala Lissa mengeluarkan darah.
dan nasib Lissa sama dengan resepsionis yang dibawa oleh Miko. pingsan. Frank hendak menolong Lissa namun ia urung kan, karena dia melihat bos nya yang sudah terlebih dahulu menggendong Lissa.
"Felix, kau urus wanita gila ini.!! Dan Frank cepat bawa aku ketempat Alvian!!! " Ares langsung keluar dari ruangan.
jesika yang hendak mengejar Ares ditahan oleh Felix.
"Hei!!! lepas kan aku.!!! " bentak jesika pada Felix.
lalu Felix menggendong jesika seperti karung beras. menuju ke luar gedung. lalu menurunkan nya di pinggir jalan.
"Jesika sebaiknya kau jangan kembali lagi ke kehidupan tuan Ares.!!! dan jangan menampakkan diri mu lagi di depan kami semua.! " Felix sudah tak bicara Se-formal tadi.
di rumah sakit.....
di ruangan UGD, kepala Lissa sedang di jahit oleh seorang dokter. karena benturan dari pinggiran meja kaca tadi membuat luka yang lumayan lebar di kepala Lissa.
"kenapa dia bisa terluka??" tanya Alvian.
"jesika yang mendorong nya. dan kepala nya mengenai meja kaca di ruangan ku. " jelas Ares.
mata Alvian terbelalak mendengar nama jesika.
"APA!!!. jesika kembali lagi???? bukan kah dia sudah kau kirim jauh dari sini???" Pekik Alvian
"mana ku tahu??. jika aku tahu aku pasti sudah membuat persiapan. " tukas Ares.
"apakah anak buah mu tidak mengabari mu??" tanya Alvian.
"tidak.aku rasa wanita itu pergi kesini dengan bantuan seseorang atau dia datang kesini tanpa menggunakan identitas asli nya. " tebak Ares.
bersambung.......