
Hai semua
apa kabar
semoga sehat selalu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dokter Jason diam membisu. Takut ingin mengatakan kenyataan yang mungkin akan membuat orang di depan nya sedih.
"Grey.... " panggil nya lirih
"Hmm." jawab Grey singkat.
"Lissa... dia.... " Jason menjeda.
******
"Lissa..... jangan ke cahaya putih itu..!!! " teriak Naomi yang langsung membuat nya tersadar.
"Naomi kau sudah sadar??? ini minum lah dulu" Frank menuangkan air kedalam gelas dan menyerahkan nya ke Naomi
"Terima kasih Frank. " ucap Naomi
"Tadi... kau bilang Lissa??? Lissa akan kemana??" tanya Miko.
Ares dan Felix tidak berada di tempat karena suatu masalah.
"Lissa akan pergi.... pergi jauh... " tatapan mata Naomi kosong.
"Maksudnya??" Frank cengo
"Dia akan pergi untuk selamanya..... Pergi jauh... tidak akan kembali.... hhhhaaaaaaa...... " Naomi berteriak histeris hingga dirinya pingsan lagi.
"Naomi!!!! " Miko terus memanggil nama Naomi
"sudah lah Mik... mungkin dia kelelahan dan syok. " ujar Frank
******
"APA!!!??.. apa maksud mu Lissa..... " Grey berhenti berkata
"Ya... aku sudah memastikan nya... Dia pergi... pergi... selama nya.... " jawab Jason dengan suara bergetar
"LISSA!!!!!!!!!! " teriak Zira dengan histeris... saat tau putri nya pergi.
"Hiks... bangun Lissa..... Tolong jangan tinggalkan momy..... sudha cukup momy kehilangan kamu sekali.... "
"Momy tidak mau lagi kehilangan mu nak... Lissa!!!! bangun!!! bangunn!!!! kau harus bangun...!!!! "
di suatu tempat yang gelap, Lissa menangis sesegukan.... dia duduk menenggelamkan kepala nya di dalam lutut nya..
"hiks... tolong.... aku takut.... " tangis nya.
Tiba-tiba setitik cahaya muncul tepat di hadapan Lissa. Perlahan cahaya itu menerangi jalan lurus.
Lissa berjalan ke arah cahaya putih itu... namun ia mendengar tangis seseorang. Dia terus mencari asal suara itu...
"Bangun!!! kau harus.. bangun!!!!... " begitu suara nya.
"mom.... hiks... momy kenapa nangis.... ??"
Namun tak ada yang menjawab... Kaki nya melangkah dengan sendirinya menuju cahaya putih itu. Semakin dekat, cahaya yang menyilaukan mata.. Hingga ia tiba di tempat yang di penuhi awan...
"Hhhahhh!!!!! " mata Lissa terbelalak saat di depan nya di perlihatkan sebuah pemandangan..
Pemandangan dimana momy Zira menangis hingga meraung-raung di ruangan rumah sakit..
Pemandangan di mana Naomi menangis dalam tidur nya sambil memanggil nama nya..
Dan Pemandangan di mana seorang laki-laki yang berusaha menyelamatkan nyawa nya beberapa hari lalu.. Ares. Nampak wajah nya sangat frustasi.
"kenapa aku diperlihatkan semua ini???" tanya Lissa
namun ada suara misterius yang menjawab.
"Apa kau ingin kembali??" begitu pertanyaan yang keluar.. suara nya bergema
"Siapa kau!!?? " Lissa melihat sekitar, namun tak ada siapapun
"Apa kau ingin kembali???" suara itu kembali bertanya...
"Ya... aku ingin kembali... Aku tidak ingin membuat ibu dan teman-teman ku sedih!!!! " jawab Lissa mantap.
"Kau harus melewati ujian ini dahulu... " suara bergema itu hilang.
Dan di depan Lissa, muncul jurang yang dalam. Sangggatttt.... dalam...
info... Alira udah tidur kembali saat Lissa dan alira bertengkar ya..
"Bagaimana aku melewati ini??? Bisa-bisa aku jatuh " tanya nya.
"Yakin lah... maka kau akan berhasil... jika kau gagal makan kau tak akan pernah kembali, jika kau berhasil... Kau bisa kembali " sahut suara itu bergema gema.
"emmmm!!! aku harus yakin.. Demi momy.. demi Naomi dan.. demi Ares... " ucap Lissa.
perlahan kaki Lissa melangkah mendekati jurang itu. Saat kaki nya melangkah, ia sudah tau bahwa tak ada lagi tanah di sana.. hanya jurang... namun dia yakin, dia pasti berhasil.
Tap....
Lissa membelalakkan mata nya.. Saat sebuah batu melayang di udara menahan kakinya. Lalu satu kaki lagi melangkah.. Dan muncul batu melayang yang menahan kaki nya
Dengan yakin dan berani.. Lissa melangkah kan kaki terus menerus hingga ia sampai di ujung jurang itu. Namun keadaan berubah menjadi gelap gulita... Dan Lissa dikejutkan dengan seseorang berbaju hitam, yang mendorong nya kembali ke jurang.
"WWAAAAAAAAAAA!!!!!!!! " teriak Lissa
saat itu pula suara muncul.
tut..... tut.... tut.... tur... tur.... tur... tut.... tut.... tut....
semua orang diam.
"m-momy... " lirih Lissa
"Aahhhaaaaaahh... Lissa... Lissa.. syukur kah kau bangun... nak... momy takut kau akan pergi.... " Zira menghambur memeluk Lissa yang terbaring di brangkar
"Syukur lah. Kau di beri kesempatan kedua.. " ujar Jason saat memeriksa kondisi Lissa
"tubuh mu masih lemah... tapi kau sadar itu sduah membuat kalian sangat bahagia... "
"Mom.... " panggil Lissa sebelum kesadaran nya hilang lagi.
"Jangan khawatir... dia lemah.. jadi itu pasti terjadi... " Jason menjawab sebelum Zira histeris lagi.
bersambung