
"Wtf!!! mata ku ternodai!!! " umpat Lissa. Dia langsung masuk kedalam kamar nya dan bersiap untuk kembali kantor.
Sementara di bawah, Ares sebenarnya menyadari kalau Lissa menutup mata nya. Dia hanya terkekeh lucu, dan menyelesaikan olahraga nya. Ron terheran saat Ares tertawa sendiri.
Di ruang makan.
"Pagi Mom... muach... " sapa Lissa sambil mencium pipi Mommy Zira.
"Pagi juga kesayangan Mommy. " balas nya.
"Kau tidak libur Lissa?" tanya Daddy
"Tidak Dad. Aku akan membantu karyawan ku membersihkan sisa acara semalam. " jawab Lissa sambil mengambil air putih.
"Kenapa kah tidak mau memakai jasa tukang bersih bersih saja??"
"Aku hanya ingin menjalin hubungan dengan semua karyawan ku. " jawab Lissa enteng.
"Selamat pagi semua. Maaf kami terlambat. " seru Ronald. dan di samping nya Ares.
"Hemm... Mommy rasa nya memiliki 3 anak " celetuk Mommy tiba-tiba.
"Wahh... Iya, daddy juga merasa begitu. " sahut daddy.
"Iya.Aku merasa memiliki adik laki-laki, tapi dengan umur yang tidak jauh. Hahaha" timpal Ron.
"Ayo, sarapan bersama kami nak Ares.!! " ajak daddy.
"Terima kasih tuan. " Ares menuju meja makan.
"Jangan memanggil Tuan lagi. Kau bisa memanggil Daddy seperti Lissa dan Ron. " tukas Daddy.
"Eh... iya Daddy" Ares dengan cepat menyetujui tanpa ragu.
"Mari makan... "
Mommy Zira mengambil makanan untuk Daddy Justin dan juga Ron. Lissa mengambil makanan nya sendiri. Begitu juga Ares.
"Eeiittss!!! tunggu dulu!! " Tiba-tiba Daddy mengejutkan semua nya.
"Apa Dad?!! "
"Lissa apa kau bisa mengambil kan Ares makanan??. Dia kan tamu di sini. " ucap Daddy.
Dalam hati Ares dia sangat menyetujui usulan Daddy Justin. Sorakan kegembiraan memenuhi batin Ares.
"Ya aku bisa. " Jawab Lissa.
Lissa berdiri dan mengambil sepotong ayam goreng. Sesaat ayam itu melayang di udara, belum jatuh ke piring. Dalam hati Ares sudah sangat bersemangat dan bersorak sorai. Namun...
Plukk.
Kreekkk..... kretakk... tak....
Ares mematung. Dia sudah di terbangkan ke langit 21 namun di jatuhkan dengan kecepatan 10 tahun cahaya dan di hempaskan lagi dengan kekuatan 7,9 skala richter.
πππππ.
"A-... ahhahahah... tidak apa. Aku bisa mengambil makanan ku sendiri. " Ares sadar diri.πππ€£π€£.
"Tuh kan.. liat sendiri. " sahut Lissa dan mulai memakan sarapan nya.
Nasib punya anak gadis tidak peka... Batin Daddy.
Setelah itu semua nya makan dengan tenang.
Skipppp..... di kantor Vero's Corporation's. .........
"Wahhh.. sudah ramai saja kantor ini.... Karyawan ku memang rajin... " gumam Lissa.
Oh iya.. jika ada yang nanya, Sella kemana ??
Sella sedang melakukan misi penting, yang mempertaruhkan nyawa nya. Dan Lissa juga sudah memberikan beberapa rekan untuk Sella. Dan misi nya di mulai beberapa hari sebelum acara di kantor Vero's Corporation's di adakan.
back to story...
"Haaahhh.... Jika saja ada Sella.. " keluh nya pelan.
"Jangan khawatir Lissa.. Aku akan menolong mu.. heheh... "
"Aahhhh...!!!! " Lissa terkejut
Bagaimana tidak. Tiba-tiba saja seseorang berbicara pada nya sambil memegang kedua bahu nya. Ditambah suara itu terdengar menyeramkan.
Buukkk
"Awwhh" pekik orang yang mengejutkan Lissa.
"Kenapa kau ini!!? " suara Lissa yang agak keras menarik perhatian beberapa karyawan disekitar nya.
Lissa hanya menyengir sambil berkata "Heheh maaf.. maaf.. Kalian lanjutkan saja.. " begitu ujar nya.
"Siapa kau ini??? datang datang mengagetkan kan saja.??! " tugas Lissa
"Aku???... Heheh.... Aku calon suami mu..!! " bisik orang itu...
Hehehehehe..... tau nggak siapa orang nya??
πππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππππ
πππ