
ππππππππ
JEDERRR!!!!! π©π©π©πͺπͺπͺ.
Bumi gonjang ganjing, gunung berapi meletus:v(amit-amit), dan hewan hewan bertaburan:v.
Ares membeku. Bahkan ia terpaku.
Lissa berjalan perlahan menuju mobil, senyum nya masih belum luntur bahkan semakin cerah. Ares sampai salah fokus saat melangkah. Hampir saja dia terslip sepatu nya sendiri.
Jawaban Lissa membuat otak cerdas nya blank seketika. Bahkan wajah nya seperti kambing conge'.
"Lissa apa maksud mu???" tanya Ares.
Dia sudah ketar ketir, tidak lucu kan jika jawaban dari lamaran nya di anggap prank. Mungkin bagai ditikam jutaan pisau.
"Iya.. kita tidak bisa menikah dalam waktu dekat ini. Aku memang menerima lamaran mu kok. Tenang saja
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
"Jadi... apa maksud mu???" Tanya Ares.
"Aku masih punya beberapa urusan untuk ku selesai kan sebelum kita menikah. Aku tidak akan tenang". jawab Lissa.
" Apa itu.... " tanya Ares.
Sejenak Lissa terdiam. Ingatan Lissa memutar kembali ke masa lalu. Masa dimana dia di siksa oleh Michael. Ya.. Lissa memiliki dendam besar dengan Michael. Michael lah yang sudah membuat dia harus mengubah wajah nya dan membuat sahabat terbaik nya menjadi pasien RSJ.
Ya... meskipun kini wajah Lissa yang sekarang, nampak cantik dan sempurna, ia masih memiliki dendam. Meskipun Naomi kini hampir sembuh dan bisa keluar bersosialisasi dengan orang-orang kembali... Tapi dia masih dendam.
Dia ingin menghancurkan Michael. Hancur!! sehancur hancur nya.!!! . Membuat nya jauh dari orang yang ia sukai dan jauh dari sahabat. Dan membuat Wajah nya menjadi berbeda.
Eiyttsss... tunggu tunggu... Ingatan Lissa kembali ke masa sekarang π .
Jika wajah nya dioperasi, sudah tentu berubah 180Β°.Jadi?? bagaimana bisa... Ares mengetahui diri nya adalah Lissa 'mantan asisten nya'.
"Tunggu sebentar TUAN Ares!!! " ucap Lissa dengan penekanan.
"Hei.... kenapa panggilan nya berubah!!? " protes Ares.
"Hemmm... Seharusnya aku merasa heran di sini. " kata Lissa.
"Heran?? Dengan apa???"
"Kau tau aku siapa???" tanya Lissa
"Apa kita pernah bertemu sebelum nya. ??"
"Ya... kau kan Mantan asisten ku.. " Ares tanpa sadar.
"Ohw... ya?? Dari mana kau tau itu. ??" Lissa semakin menginterogasi.
"Emm... Tau saja.. Sebenarnya...saat melihat mu orang
pertama kali aku curiga lalu aku........ " Ares menceritakan bagaimana ia bisa tau bahwa Lissa di depan nya adalah Lissa si mantan asisten nya dulu.
Ares bercerita dengan santai. Tanpa menyadari bahwa di depan nya ada sebuah petasan yang hampir meledak.
"Begitu cerita nya..... kenapa kau penasaran dengan cerβββEhh... !! ???" Ares langsung ciut.
"BERANINYA KAU!!!!!! " tatap Lissa dengan penuh penekanan.
Seolah olah Lissa adalah raksasa besar dan Ares hanya seekor serangga yang siap dai geprek oleh Lissa.
Sebelum nyawa ku melayang dan batal nikah. Lebih baik aku menyelamatkan diri.... Batin Ares berkecamuk. Dan....
Wussshhhhh.....
Ares berlari sekencang mungkin. Dan terjadi lah kejar kejaran antara dua manusia itu. Namun karena kodrat wanita sedikit lemah dari laki-laki. Sedikit ya guys... jadi cewek-cewek jgn tersinggung ππ. Karena Lissa sedikit lemah di banding kan dengan Ares. Dia langsung kelelahan.
Ares mendekati Lissa yang kelelahan. Sedikit kasian menghampiri nya.
"Kau lelah??" tanya Ares melihat Lissa terduduk dengan kaki lurus kedepan.
"Ishhh Jangan sentuh... Aku mau pulang sekarang!! Atau kau mau batal nikah!! ? " Lissa langsung berdiri dan berjalan menghentak kan kaki nya menuju mobil.
Ares ketar ketir...
"Gawat... Harus di turuti ini... " gumam nya. Dan dia mengantarkan Lissa pulang kerumah.
Singkat nya, saat mereka sampai rumah. Lissa langsung menyambar cokelat, HP dan dompet nya. Dia meninggalkan bunga nya, di jok belakang.
"Hei.. bunga nya...!! " teriak Ares.
"Tidak mau!!.. Huh!!!! " balas Lissa diakhiri dengusan.
"Tanpa pamit?? tanpa cium**an pengantar ???aisshh malang nya mau Ares Ares... Tapi sudah lah... Yang penting lamaran mu diterima.. Yesss!!!!! " ungkap Ares.
Dan dia melakukan mobil nya ke apartemen. Untuk beristirahat..