THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)

THE MASTER OF MAFIA FALL IN LOVE (Season 1&2)
S2. 25



Hai semua


Apa kabar


Semoga sehat selalu ya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam sunyi menemani seorang wanita yang mulai memasuki usia senja. Mata nya menerawang jauh, tak terasa setetes cairan bening jatuh ke pipi nya. Merindukan sosok yang menemani, namun sekarang sudah tak dapat lagi.


Azira Veronica... Duduk di teras kamar nya seorang diri.. Di temani secangkir herbal hangat, dan nyamuk nyamuk yang berdengung.


"Aku merindukan mu... " ucap nya lirih..


"Apa kau tak ingin mencari ku lagi?? Aku merindukan juga, putra kita... Hiks....hiks... hiks.... " tangisan nya semakin jadi kalau mengingat kenangan yang mungkin tak dapat ia ulang kembali.


"Aku sangat merindukan sayang.... kenapa kau tidak mencari ku!!??? " isak nya, sosok


Disamping itu, Grey yang kamar nya bersebelahan dengan kamar Zira menahan tangis nya. Dia sedang ngopi, lalu mendengar suara tangisan... Dan ternyata kakak nya sendiri.


"Kak... aku juga merindukan kakak ipar... " lirih nya


Meskipun hanya saudara ipar, Grey sangat dekat dengan sosok


Zira, hanya bisa menahan rindu. Kemudian menyesap minuman herbal yang mulai dingin. Sementara itu, di sisi lain. Seorang pria yang seharusnya sedang menikmati hari hari tua yang bahagia bersama anak dan istrinya. Namun apalah daya nya. Sekarang putra nya sendiri membenci diri nya. Istri dan putri nya entah tak tau di mana.


"kenapa nasib ku begini ya Tuhan??? " Isak nya...


"Apakah aku dulu sudah berbuat dosa, sehingga kau memberikan ku azab ini??! "


"Aku merindukan keluarga ku yang dulu.. Bahagia, harmonis, saling menyayangi... Kenapa kau renggut semua nya dari ku!!!!!?? " Tangis nya dengan pilu


Sementara sangat asisten nya, Ferdinan. Dia hanya bisa menahan tangis nya, ketika melihat atasannya begitu terluka.


"Tuan.. Bersabarlah,,saya harap semua penderitaan mu selama ini berakhir sebentar lagi... " Ucap nya berusaha memberikan semangat.


"Terima kasih Fer, hanya kau yang selalu menyemangati ku.. " Kata Justin . aka. Atasan ferdinan.


"Sama-sama tuan. "


...■□■□■□■□■...


"Kenapa, semua penyelidikan ku gagal?? " Gumam Ares.


"Aku kan terus menyelidiki hal ini... " Lalu dia mengmbil HP nya.


"Halo Frank. Bagaimana dengan tugas mu? Kau sudah menemukan sesuatu?? " Tanya Ares.


"Belum tuan, seperti dia tau kalau kita akan menyelidiki nya. Keamanan di sini sangat ketat... Beberapa dari kami ada yang tersengat listrik. " Lapor Frank.


"Baik lah.. Kalian semua bisa mundur, aku punya rencana lain. " Ujar Ares dari ujung telpon.


"Baik tuan. " jawab Frank, dan panggilan terputus.


"Semuanya!! Bos menyuruh kita untuk mundur, dia memiliki rencana lain. " Kata Frank lewat alat komunikasi yang terpasang di telinga dan terhubung ke semua personil.


Dan semua orang suruhan Ares yang menyelidiki mundur teratur. Lissa merasa janggal dengan kemunduran mereka yang mendadak.


"Mungkin mereka sudah menyerah" Tebak Lissa.


"Hmm... Sebentar lagi aku akan tau, siapa kau... Heh! " Ares tertawa sinis.


..............


Besoknnya.....


Di perusahaan Alex One Company...


"Tuan rencara apa yang kau maksud kemarin?? " Tanya Frank saat Ares sedang mengecek beberapa laporan


"Kau akan tau sebentar lagi Frank." Kata Ares tanpa menoleh dan masih fokus dengan laporan.


"Seperti dia selalu tau semua gerak gerik kita.. " Celetuk Felix tiba-tiba.


"Ya... Kalau tidak, kenapa saat pertama kali bertemu dengan kita di RSJ. dia tau nama tuan Ares." Frank ikut membenarkan.


"Hei, kalian tidak berpikir ya?? Apakah publik tau kalau aku adalah CEO perusahaan ini?? . Sedangkan di perusahaan ini saja, hampir tak ada karyawan yang tau aku siapa?? " Tutur Ares membuat si kembar manggut manggut paham.


Memang benar sih yang Ares katakan, meskipun dia selalu datang ke perusahaan, dia tak pernah menampakkan wajahnya, hanya beberapa kali saja. Selalu nya Ares datang lewat jalan rahasia. Dan memang benar juga, jika hampir tak ada satu pun karyawan yang tau siapa Ares.


Secara, banyak karyawan yang dulu di pecat oleh nya, dan berganti dengan karyawan baru. Hanya karyawan lama, yang pernah melihat wajah Ares. Itu pun mereka pasti lupa, karena jarang melihat wajah Ares lagi.


Dan jika ada yang ingin melihat wajah Ares dengan alasan ingin mengantarkan berkas atau pun laporan, mereka selalu di hadang oleh Miko. Miko, yang akan mengantarkan berkas. Karena dia tau, bahwa para bawahan nya selalu mencari cari alasan untuk bertemu dengan CEO.