Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Mengantar Kya sekolah



-


-


Bryan terus mengikuti Jiana kemanapun wanita itu pergi, kali ini Jiana mengantar Kya ke sekolah. Sekolah yang terletak hanya puluhan meter itu membuat mereka hanya jalan kaki menuju kesana. Jemari Kya tak henti bertaut dengan ayah dan ibunya, gadis kecil itu riang hingga jalannya meloncat-loncat


" Apa Kya sudah punya teman?" tanya Bryan memperhatikan putrinya dengan senyuman, rambut dua dikuncir dan ransel kecil dipunggung membuat Kya semakin lucu dimata Bryan


" Kya punya teman namanya Andrea dan Jesly."


" Mereka pria?"


" No, meleka sepelti Kya, lambutnya suka dikuncil dua." saut Kya


" Bagus sayang, jangan sekali-kali bermain dengan pria oke?"


" Yes of course." Bryan tersenyum lucu dengan jawaban Kya sangat berbeda dengan Jiana, wanita itu tetap menampilkan wajah juteknya sejak tadi pada Bryan


Saat tiba didepan gerbang Kya langsung melepaskan dirinya, gadis kecil itu berlari pada sekumpulan anak-anak seusianya didalam sekolah tk tersebut membuat Bryan bergerak jadi menggandeng Jiana


" Lepaskan aku." pekik Jiana meronta namun Bryan tak melepaskan Jiana begitu saja, pria itu menggeret Jiana masuk kedalam mendekati Kya


" Kya .. " panggil Bryan lembut, Kya menoleh dengan wajah cerahnya lalu menarik Bryan


" Ini Daddy Kya." ucap Kya memperkenalkan sang ayah pada teman-temannya, anak-anak kecil itu menatapi Bryan yang menjulang tinggi didepan mereka


" Kya cantik ternyata itu dari Daddynya ya." ucap salah seorang wanita mendekati mereka. Wanita itu melirik Jiana dengan tatapan tak sukanya begitupun Jiana


" Aku pikir dia hanya seorang wanita single parent yang tak bersuami." cibir wanita dengan penampilan mewah nan elegant itu


Jiana mendengus kesal dan itu terdengar Bryan


" Emmh kenalkan aku suaminya Jiana .. " ucap Bryan sopan tapi itu membuat Jiana menggerutu tak jelas. Bryan menoleh pada Jiana dan tersenyum lucu


" Jangan cemburu." bisik Bryan


" Gila." gumam Jiana membuat Bryan tertawa pelan


" Dimana anda bekerja Tuan, sepertinya anda juga tak berasal dari sini."


" Ya, kami dari Indonesia dan aku bekerja disana. Jadi kami berjauhan untuk sementara waktu." saut Bryan tenang


" Apa yang anda kerjakan?" tanya wanita itu kepo dengan tatapan menyelidiki penampilan Bryan, wanita itu tahu Bryan bukan dari kalangan biasa mengingat apa yang dikenakan Bryan terlihat bermerek semua


" Saya bekerja di A&D group."


" A&D? perusahan besar itu?"


" Ya dan dia seorang Ceo disana." Jiana menyaut dengan kesal. Setiap mengantar Kya sekolah selalu saja ada wanita-wanita yang mencibir dan mengejeknya karena Jiana tinggal disebuah rumah yang sederhana tak sebanding dengan rumah-rumah mereka disana. Saat mengantar Kya sekolah Jiana juga selalu jalan kaki, wanita itu tak mempunyai teman disana karena dianggap tak sederajat dengan mereka


" Ah tidak mungkin, jangan mengarang. Kenapa Ceo A&D mempunyai istri seperti gembel?"


Jiana mengepalkan kedua tangannya benar-benar geram dengan ledekan wanita itu didepan Bryan


" Dia memang wanita sederhana, itulah yang membuatku memilihnya. Dia tak pernah meminta apapun padaku meskipun aku bisa memberikan apapun untuknya." saut Bryan dengan senyum manis dan mengusap bahu Jiana lalu berjongkok didepan Kya mengabaikan wanita itu, sebenarnya Bryan sangat geram dan ingin merobek mulutnya namun ada Kya didepan mereka tentu Bryan tak ingin menunjukan sisi kejamnya dihadapan putrinya


" Sayang Daddy akan kembali dalam 5 hari oke?"


Bryan mengangguk." Daddy akan selalu menghubungi Kya hmm."


Kali ini Kya yang mengangguk dan berhambur memeluk Bryan. Mengerucutkan bibir yang langsung dibalas kecupan bibir Bryan." Ingat pesan Daddy?"


" Jangan nakal, jaga Mum dali ayah tili, pukul dan gigit meleka dan Kya jangan main belsama pria." saut Kya dengan kepala melenggak-lenggok kekiri dengan genitnya


" Astaga anak Daddy Blayen sungguh pintar." puji Bryan setengah berteriak sambil menoleh pada Jiana yang jengah mendengar ucapan putrinya, bisa-bisanya Bryan meracuni otak putrinya


Sedangkan wanita yang tadi mencibir Jiana hanya melongo tak percaya dengan Bryan didepan matanya setelah melakukan pencarian di internet. Bryan tentu ada disana sebagai pengusaha muda yang sukses. Saat Bryan berdiri wanita itu menunduk malu dari pandangan Bryan dan Jiana, kesombongannya menguap begitu saja tapi yang membuatnya aneh adalah tidak adanya berita mengenai pernikahan Bryan, dikatakan pria muda itu masih lajang sampai sekarang


Bryan membelakangi wanita itu, ia memegang bahu Jiana, wanita itu hanya diam dengan tatapan kesembarang arah. " Tidak ingin menciumku sebelum aku pergi?" tanya Bryan dengan suara lembut


" Ayolah, kiss me." rengek Bryan membuat Jiana beralih menatap dengan wajah garangnya


" Dalam mimpimu." bisik Jiana membuat Bryan terbahak


" Sayang nanti Mum akan menjemputmu lagi hmm. Jangan nakal dan belajar oke." ucap Bryan


Kya mengangguk lalu lanjut bergabung lagi bersama teman-temannya. Bryan segera menarik Jiana tentu saja wanita itu meronta mencoba melepaskan dirinya dari Bryan


" Apa yang kau lakukan aku harus menunggu Kya." bentak Jiana pelan tapi tak digubris Bryan, pria itu terus menarik Jiana memaksanya berjalan mengikuti Bryan


Bryan masuk kesebuah hotel kecil dekat tepi pantai tak jauh dari sekolah Kya." Brengsek apa yang kau lakukan." teriak Jiana membuat beberapa orang disana memperhatikan keduanya


" Apa yang kau lakukan, jangan kasar terhadap wanita." seorang pria menegur Bryan


" Shut up ini bukan urusanmu." bentak Bryan menatap tajam dengan manik hitam pekatnya membuat pria dengan tubuh tinggi itu menciut takut


Bryan tak membuang waktu ia segera menarik Jiana menuju meja resepsionis disana. Bryan meletakan blackcardnya membuat mata resepsionis berbinar terang, tidak pernah ada tamu dengan blackcard berkunjung kehotel mereka


" Bryan jangan gila dan selalu memperdayaiku." teriak Jiana, wajahnya meminta tolong pada setiap orang disana tapi semua orang mengabaikan Jiana karena takut dengan Bryan


Bryan segera menarik Jiana lagi setelah resepsionis memberikan kunci kamar hotel itu. Mereka menaiki tangga." Aku tidak mau lepaskan aku."


" Diam." bentak Bryan membuat Jiana membungkam dan takut


Tak lama mereka sampai didepan pintu, Bryan membuka pintu itu dan langsung menarik Jiana masuk kedalam." Aku tidak mau aku tidak sudi."


" Ayolah sayang beri hal yang manis sebelum aku pergi." ucap Bryan lembut membuat Jiana merasa heran, apa pria itu punya kepribadian ganda? tadi Bryan terlihat seperti singa yang menakutkan tapi sekarang malah seperti kucing rumahan


" Jangan harap." saut Jiana melangkah mundur


" Kau tidak punya pilihan, ingat Kya .. " Bryan mendekati Jiana membuat Jiana melangkah lagi dan terpentuk pada pintu. Bryan segera mengurung Jiana dengan kedua tangannya


" Kenapa ada pria sepertimu, Kya itu putrimu jangan menjadikan dia sebagai ancaman untuk terus memperdayaiku. Bryan aku juga wanita yang punya harga diri, jangan selalu menginjakku." Jiana mulai menitikan airmatanya


" Aku tak memperdayaimu, aku ini suamimu bukankah aku masih berhak mendapatkan semua itu."


" Aku tidak mau jangan memaksaku." tolak Jiana cepat menepis kedua tangan Bryan sekuat tenaga. Ia hendak membuka pintu namun Bryan segera menarik pinggangnya dan menyergapnya lagi


" Maaf Jiana, sepertinya aku harus memaksamu lagi." ucap Bryan


-


-