
-
-
" Siapa yang melakukan semua ini?" tanya Jiana dengan jemari bermain didada Bryan yang juga sedang memainkan rambut pendek Jiana dengan tangan yang menjadi bantal kepalanya. Keduanya masih saling menempel setelah saling melepaskan kenikmatan beberapa saat yang lalu
" Kamu pikir siapa yang melakukannya?" dengarlah kini panggilan Bryan mulai lembut pada Jiana membuat wanita itu terpaku dan menengadah menatapnya, lalu Jiana tersenyum dan segera mendapat kecupan Bryan dibibirnya
" Kau yang melakukan semua ini?'
" Ya anggap saja kita sedang berbulan madu."
Jiana terkekeh mendekatkan wajahnya kedada bidang sang suami dan melingkarkan tangannya dipinggang Bryan dengan begitu erat." Terima kasih, ini cukup indah untuk honeymoon." puji Jiana
" Cukup? kamu bilang hanya cukup?"
" He .. he maksudku sangat indah." Bryan tersenyum dengan kekehan wanita itu
" Katakan apa yang kamu inginkan, aku akan melakukannya." ini kedua kalinya Jiana mendengar panggilan Bryan yang lembut lagi, saat tadi ia pikir Bryan salah bicara
" Aku lapar aku ingin sashimi."
" Itu terlalu kecil, mintalah yang sulit bagiku."
" Aku harus meminta apa? sekarang aku hanya ingin makan sashimi." saut Jiana mengurai pelukannya dan menengadah lagi pada Bryan yang ikut menunduk menatapnya. Jiana tersenyum menatapi wajah Bryan yang berkeringat diarea pelipis dan dahinya
" Kenapa aku baru sadar, kalau suamiku setampan ini." gumam Jiana dalam hati
"Baiklah, Sashimi akan datang padamu dalam 20 menit."
" Kenapa secepat itu?"
" Itulah hebatnya aku."
" Kau atau teknologi?" tanya Jiana
" Sayang, sekali-kali pujilah aku. Jangan aku terus yang memujimu." gerutu Bryan pelan namun Jiana malah terdiam dengan bibir tersenyum manis
" Kau tampan." puji Jiana membuat Bryan tersenyum lebar
" Hanya itu?"
" Ya selain tampan kau tidak punya kelebihan lain lagi." ledek Jiana
" Tidak bisakah kamu berbohong padaku, misalnya saja aku hebat diranjang, aku suami idaman, suami yang baik dan penyayang, suami pengertian, sua-" ucapan itu terhenti karena kecupan bibir Jiana pada bibirnya
" Kau sempurna Bryan, kau memiliki segalanya." ucap Jiana lalu ia menyembunyikan wajahnya didada Bryan karena malu membuat Bryan terbahak karena tingkah Jiana
" Kau menggemaskan seperti Kya." ucap Bryan menarik dagu Jiana dan secepat kilat membenamkan bibirnya. Bryan kembali naik keatas tubuh Jiana dan mengurungnya lagi
" Bagaimana dengan sashimi?" tanya Jiana mendorong pelan dada Bryan
" Biarkan mereka menunggu ..." Bryan tampak berpikir sejenak
" 10 menit." tambah Bryan
Dan akhirnya Bryan kembali menggagahi tubuh itu untuk kedua kalinya membuat tubuh Jiana terasa lemas serta pangkal pahanya perih karena Bryan yang terus menghajarnya seakan pria itu menumpahkan semua hasratnya selama berbulan-bulan kebelakang tak menyentuh wanita sedikitpun
" Bryan. " rengek Jiana meminta berhenti dan berusaha mendorong perut Bryan
" Sebentar lagi sayang, aku belum selesai." sautnya parau diceruk leher Jiana
Tok tok tok
" Den .. ada paket makanan!" suara wanita diluar pintu kamar memanggil Bryan
Bryan segera membungkam bibir Jiana dengan bibirnya, ia tahu istrinya pasti akan banyak bertanya dan akan membuatnya tak fokus mencapai puncak. Tak lama cengkraman kedua jemari lentik itu mulai menguat dipunggung menancapkan kuku-kuku yang meninggalkan bekas merah dikulit Bryan, seiring dengan guncangan yang hebat pada tubuh Jiana
" Haaah haaaahh .. " kedua dada itu kembang kempis dengan manik saling menatap penuh damba lalu Bryan tersenyum manis diikuti Jiana yang ikut tersenyum
Mendadak Jiana terkikik lucu melihat rambut Bryan yang acak-acakan karenanya. Ia mengulurkan kedua jemarinya untuk menyisir rambut setengah basah itu
" Itu karena tangan nakalmu." bisik Bryan membuat Jiana kembali cekikikan, sangat mudah sekarang bagi Bryan membuat istrinya tertawa apalagi bersetubuh, jangan ditanya lagi kini Jiana tak pernah menolak dan selalu meladeninya
Lalu Bryan bangun dari tubuh Jiana, melepaskan penyatuan mereka. Ia menatap area sensitif istrinya dan wajah Jiana bergantian. Bryan mengulurkan tangannya menyentuh daging lembut yang terlihat memerah karena ulahnya itu, wajahnya terlihat merasa bersalah dan ini pertama kalinya Bryan merasa seperti itu. Jika wanita lain, ia mana mau perduli? tapi ini adalah Jiana, istri sekaligus wanita yang telah melahirkan putrinya. Tentu Jiana adalah wanita istimewa, pikir Bryan
" Apa sakit?"
" Ya dan itu karenamu!" saut Jiana
" Aku akan mengobatinya!" saut Bryan hendak menbungkukan badannya namun secepat mungkin Jiana merapatkan kedua kakinya hingga jemari Bryan terjepit dipangkal pahanya
" Tidak, tidak apanya yang mau diobati." saut Jiana dengan wajah merona
" Lihat saja biar aku mengobatinya."
" Tidak mau, itu membuatku malu."
" Malu, kita sudah sama-sama melihat tubuh masing-masing apa yang membuatmu malu hmm?" tanya Bryan seraya mencoba membuka kembali kedua paha itu namun Jiana malah semakin merapatkan kedua pahanya
" Sayang .. " panggil Bryan lembut
Jiana menggelengkan kepalanya dengan wajah memelas dan memerah. Bryan terbahak melihatnya. " Baiklah, baiklah kalau begitu lepaskan tanganku. Nakal sekali!" Jiana segera melepaskan jemari Bryan dan cepat-cepat meraih selimut untuk menutupi tubuh polosnya
" Mmmuuuaahhh. " ciuman Bryan pada bibir Jiana sampai bersuara
" Kamu lucu seperti Kya." bisik Bryan dengan senyum manis menuruni ranjang tapi tatapannya tetap tertuju pada Jiana
Lalu ia meraih koper yang masih tergeletak dilantai, menggeretnya menuju ranjang dan duduk disana membelakangi Jiana. Bryan membuka koper hitam itu sementara Jiana hanya menatap punggung kekar suaminya. Sama sepertinya Bryan pun belum memakai sehelai benangpun
" Sayang, kenapa pakaianmu banyak yang terbuka semua." gerutu Bryan
" Memangnya kenapa? bukannya kau suka aku memakai pakaian seksi?" seketika kepala itu berputar menoleh pada Jiana
" Hanya saat bersamaku, bukan untuk dipertontonkan pada orang lain." gerutunya lagi
" Semua pakaianku masih standar dan wajar tidak kurang bahan seperti teman-temanmu." jawab Jiana lalu ia bangun sambil menggulung tubuhnya dengan selimut. Jiana menempeli Bryan dari belakang menumpu dagunya dipundak Bryan, entahlah kini Jiana terasa sangat nyaman menyentuh dan bermanja pada suaminya. Ia tidak takut lagi malah sangat menyukainya apalagi jika Bryan yang menyentuhnya
" Aku tidak suka Ji, aku tidak suka pria lain menatap tubuhmu "
" Kenapa kau tidak suka?" tanya Jiana membuat Bryan mematung, sejujurnya Bryan juga tak tahu kenapa ia sangat tidak suka pria lain memperhatikan Jiana meskipun para pria itu akan kalah dengannya dalam hal apapun
" Tentu saja karena kamu istriku. Memangnya apalagi?" tanya Bryan sambil menyentuh puncak kepala Jiana yang dibelakangnya dan Jiana sangat-sangat suka diperlakukan selembut sekarang. Jiana yang selalu kekurangan kasih sayang kini mendapatkan kasih sayang dari Bryan meskipun ia tak tahu perasaan Bryan seperti apa padanya
" Emmh kupikir-" ucapan Jiana terpotong karena gedoran pintu untuk kesekian kalinya. Seketika itu juga Bryan bergerak menghadap Jiana, ia mengambil dress panjang hitam bercorak bunga untuk Jiana. Meskipun seksi dibagian punggung namun mau bagaimana lagi, ini lebih baik ketimbang Jiana memakai gaun tidur seksi
Lalu Bryan mengambil dalaman Jiana. Ia memaksa Jiana membuka selimut yang menggulung tubuhnya. Jiana tersipu malu saat Bryan membantunya memakai pakaian dalam
" Malu-malu kucing." bisik Bryan dengan tawa kecil semakin membuat Jiana tersipu malu dan semakin larut dalam pesona Bryan. Sifat lembut pria itu mulai meluluh lantahkan hati dan pikiran Jiana
Dan lihatlah kedua jemari itu begitu telaten memakaikan bra serta dress santai Jiana." Apa kau juga selalu melakukan ini pada semua wanita-wanitamu?" tanya Jiana pada Bryan yang kini dibelakang tubuhnya, pria itu sedang menalikan tali spagheti dress itu ke belakang leher Jiana
" Kenapa berpikir seperti itu? aku hanya melakukannya padamu." saut Bryan dengan tatapan meneliti kulit punggung Jiana yang halus
Cuuuuup
Kecupan lama dan dalam benda kenyal itu membuat Jiana memejamkan mata merasakan hangatnya bibir Bryan dikulit punggungnya dan rasa hangat itu menjalar ke setiap tubuh Jiana sampai ke ulu hati, dan desiran aneh itu selalu datang disertai jantung Jiana yang dag dig dug cepat
" Aku jatuh cinta padamu Bryan!' batin Jiana
-
-