Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Kapal pesiar



-


-


" Eits eits jangan menghapusnya atau kamu akan tau akibatnya." ancam Bryan mencengkram pelan kedua pipi Jiana dengan satu tangannya


" Aku akan menahan ponselmu untuk sementara waktu."


" Kenapa seperti itu, lalu bagaimana aku bekerja, ponselku termasuk salah satu yang penting dalam pekerjaan." Jiana tak menggubris Bryan, ia menggenggam erat ponsel itu dan melipatnya didada


" Kalau begitu jangan harap bisa bercint* denganku." ancam Jiana membalas membuat Bryan berdecak kesal, Jiana melepaskan dirinya dan berbalik pada Bryan


" Kenapa? apa disini banyak sekali rahasia? atau dibelakangku kau mencoba selingkuh seperti waktu itu?"


" Tidak Jia bukan seperti itu, meskipun aku brengsek tapi kamu tahu selama ini aku setia padamu kan."


" Kalau begitu apa yang kamu takutkan?" tanya Jiana menaikan alisnya sebelah membuat Bryan menyerah


" Ya ya lakukanlah sesukamu, aku mengalah." saut Bryan lalu berjalan menuju lemari pakaian Jiana, memilah gaun-gaun milik istrinya


Jiana tersenyum puas, ia mendekati Bryan berdiri disampingnya dan ikut memilih gaun untuk malam ini


" Ini saja." ucap Jiana menunjuk sebuah gaun peach yang menjuntai panjang kebawah dan juga berlengan panjang, meski bagian dada dan punggung sedikit terbuka namun itu masih wajar karena Bryan akan mengajak Jiana makan malam private


Bryan langsung mengangguk dan memperhatikan Jiana memakai gaun itu dengan bersedekap dada dan menyandarkan tubuhnya pada lemari. Jiana kembali mengambil ponsel Bryan diatas meja tempat segala macam aksesoris Bryan, seperti jam tangan, dasi, dan pin


Jiana menuju meja rias diikuti Bryan, Bryan merapihkan sedikit rambutnya lalu duduk diatas meja rias memperhatikan Jiana yang sedang merias diri. " Sudah jangan terlalu tebal, kau sudah cantik. Bibirmu sudah merah, alismu sudah membentuk dan kulitmu sudah putih." tutur Bryan membuat Jiana tersenyum


" Apa kau juga selalu melihat wanita yang suka berdandan seperti ini?"


" Tidak, sudah kubilang tidak. Aku tidak memiliki banyak waktu bersama wanita, aku hanya tidur dengan mereka tidak lebih jadi berhenti membanding-bandingkan dirimu dengan para wanita itu. Kau istriku bukan teman kencanku." gerutu Bryan membuat Jiana terbahak dan menepuk pahanya kencang


" Aku hanya bertanya, kenapa serius sekali." saut Jiana lalu ia kembali pada cermin dan mempercantik dirinya lagi tanpa terlepas dari pandangan Bryan sedikitpun


" Jangan menggulung rambutmu."


" Kenapa?"


" Tidak jangan, nanti kau semakin cantik." Jiana mengulum senyumnya, entah kenapa sekarang ia selalu senang mendapatkan gombalan Bryan


Bryan menarik Jiana berdiri didepannya lalu menyisir rambut Jiana dengan kedua jemarinya. Lalu ia menarik dagu runcing Jiana, mengecup bibirnya pelan." Your beatifull." bisiknya lembut


Kemudian ia menautkan jemarinya dengan Jiana membawa wanita itu keluar dari kamar mereka. Menuruni tangga menuju kamar bi Amy dan pak Deden yang terletak didekat dapur. Bryan mengetuk pintu itu, tak lama pintu terbuka menampilkan pak Deden yang memakai sarung menutupi tubuhnya


Bryan terbahak melihat pak Deden." Apa mengganggu?" tanya Bryan


" Tidak Den, baru saja selesai." sautnya dengan cengiran


" Pak, saya mau menitip Kya. Saya dan Jia akan pergi makan malam diluar."


" Iya Den, non Kya aman. Silahkan saja pacaran berdua." sautnya menyengir kembali membuat Jiana maupun Bryan tertawa


Setelah berpamitan keduanya keluar dari rumah dan masuk mobil. Didalam mobil Bryan menuntun tangan Jiana untuk melingkar dilengannya lalu melajukan mobil itu sekencang mungkin


" Jangan gila."


" Kalau begitu berpeganganlah yang erat."


" Bryan jangan mengebut seperti ini." gerutu Jiana, Bryan melirik dan tersenyum lucu melihat raut wajah Jiana yang ketakutan lalu ia menunjuk pipi kirinya


Cup


Seketika itu juga Jiana menciumnya dan perlahan mobil itu memelan sesuai perintah Jiana. Mereka tiba setelah perjalanan 30 menit lamanya. Bryan turun dari mobil diikuti Jiana, pria itu menepuk jidatnya, Jiana malah keluar sendiri padahal pria itu akan membuka pintu dan menuntunnya keluar layaknya seorang pangeran yang menyambut putrinya


" Apa ini tempat yang sama seperi hari pernikahan ke 3 bulan?" tanya Jiana


" Tidak, ini kapan pesiar yang berbeda." saut Bryan lalu ia membawa Jiana menaiki kapal pesiar yang tentunya sangat mewah, semua serba mewah dan terlihat gemerlap dimata Jiana


Mereka disambut dengan beberapa pelayan disana lalu di ajak menuju meja makan yang sangat romantis memang dikhususkan untuk pasangan honeymoon. Serta lagu pengiring yang menenangkan syaraf


Saat Jiana dan Bryan sudah duduk, kapal itu mulai berlayar pelan mengitari lautan disekitar sana. Jiana hanya terpaku menatapi sekitar sementara Bryan tampak tersenyum, Jiana yang sekarang sangat berbeda dengan Jiana 3 bulan lalu, Jiana yang pertama kali diajak kesini sangatlah datar jutek, dan hanya menatap Kya saat itu


" Hanya beberapa kali." saut Jiana. Lalu Bryan menuangkan sebotol wine diatas meja kedalam dua gelas berganti


Bryan memberikan segelas pada Jiana yang langsung mengambilnya. Keduanya saling melepar senyum dan menyatukan gelas mereka hingga bersuara


Ting


Bryan maupun Jiana meminum cairan merah itu hingga tersisa setengah. Kemudian Bryan mengambil piring dengan hidangan ala makanan barat untuk Jiana dan dirinya. Keduanya makan dalam diam sembari menikmati semilir angin yang berhembus menerpa pori-pori kulit mereka


" Dingin?" tanya Bryan menyentuh pipi Jiana


" Hmm sedikit."


Bryan segera mendekat mendekap tubuh Jiana dengan satu tangannya saat mereka telah selesai menghabiskan makan malam. Bryan kembali meminum wine didalam gelas dan menghabiskan sampai tak bersisa lalu kini mendekap Jiana dengan kedua tangannya seraya menempelkan sebelah pipinya dengan manja dipipi Jiana


" Kenapa melamun? bukannya suka hal romantis, bukankah makan malam disini sangat romantis?"


" Ini sangat romantis makanya aku melamun, aku terharu sayang." saut Jiana seraya menoleh pada Bryan. Pria itu tersenyum lebar dengan panggilan sayang Jiana


" Aku akan selalu memberimu hal-hal seperti ini, Jia katakan padaku, apa yang membuatmu bahagia selain Kya."


" Kau!" saut Jiana cepat membuat Bryan tertegun untuk beberapa saat


" Apa alasanmu? kenapa aku?"


" Karena bersamamu Kya bahagia-"


" Apa kamu juga bahagia bersamaku?" potong Bryan


Jiana mengangguk dan memberikan senyuman manisnya, itu membuat hati Bryan meloncat kegirangan. Pria itu menarik dagu Jiana dan segera mendaratkan ciumannya, ciuman lembut penuh cinta untuk Jiana


Saling ******* mengabaikan sekitar, keduanya seakan larut dalam ciuman itu hingga tak sadar hujan mulai menitik membasahi seluruh kota malam ini. Saat tersadar keduanya terkejut dan segera berlari masuk kedalam kapal pesiar itu namun naasnya kaki Jiana tersandung gaunnya dan terjatuh


" Kamu baik-baik saja? mana yang sakit?" tanya Bryan, pria itu sudah tak memperdulikan hujan lagi baginya Jiana yang terpenting


" Kakiku." saut Jiana


Bryan segera memangku tubuh itu masuk kedalam kapal pesiar, ia mendudukan Jiana dimeja bar dan menyingkap gaun Jiana yang basah oleh air hujan. Wanita itu meringis saat Bryan menyentuh lututnya yang memar


Lalu Bryan segera meminta es baru pada pelayan disana. Saat Bryan mendapatkannya ia mengambil sapu tangan yang biasa tersedia disaku celananya, menggulung es batu itu dengan sapu tangan dan menekannya pada lutut Jiana yang memar


" Masih sakit?" tanya Bryan


Jiana menggelengkan kepalanya." Terima kasih."


Bryan menghembuskan nafas lega, baru seperti itu saja ia sudah khawatir. Lalu ia duduk disebelah Jiana, membawa wanita itu dalam pelukannya yang hangat saat baju keduanya sama-sama basah


" Kita pulang saja." ucap Jiana


" Kita sedang berada ditengah laut, pulang akan memakan waktu. Kita akan kedinginan."


" Lalu harus bagaimana?" tanya Jiana


Bryan tersenyum akan kepolosan itu, ia mendaratkan ciumannya lagi dibibir Jiana lalu menggendong wanita itu masuk kesebuah kamar. Jiana terpaku lagi, kamar itu sangat sangat mewah dari yang pernah ia lihat


Bryan mendudukan Jiana disofa lalu membuka celana dan kemejanya. Setelah itu pada Jiana, wanita itu hanya terdiam berpikir dia akan menjamah tubuhnya tapi ternyata Jiana yang berharap sedikit kecewa. Nyatanya Bryan malah keluar dan memanggil pelayan menyuruh pelayan untuk mencuci bajunya dan baju Jiana yang basah


Bryan kembali pada Jiana dan langsung merengkuh tubuh itu


" Berikan ponselku sebentar." perintah Bryan menengadahkan telapak tangannya. Jiana segera mengambil tas dan mengambil ponsel itu memberikannya pada Bryan


" Kenapa tidak ada sinyal?" gumam Bryan lalu ia melirik Jiana dan menarik kepala itu untuk bersandar dipundaknya. Jiana mengambil alih ponsel ditangan Bryan dan kembali membuka galeri, ia masih penasaran dengan semua yang ada diponsel Bryan. Jiana akan memeriksanya untuk tahu seberapa jujur Bryan padanya


Diikuti tatapan Bryan Jiana menscroll galeri yang dipenuhi foto Kya itu. Jiana tersenyum melihat koleksi pria itu, tak ada yang lain hanya mereka bertiga didalam galeri itu. Tapi Jiana menemukan folder tersembunyi selain folder"wife" dan itu sukses membuat Bryan menepuk jidatnya


Hayoo luu apa??


-


-