
-
-
Bryan menutup kedua mata Jiana dengan sapu tangan yang ia ambil dari saku celananya. Hari ini hari jadi pernikahan mereka yang pertama, Bryan mengadakan pesta kecil-kecilan bersamaan dengan ulang tahun putri mereka. " Kejutan apa?" tanya Jiana dengan senyum lebar
" Rahasia .. " saut Bryan lalu menggandeng wanita itu berdiri dari kursi meja rias. Bryan menuntun Jiana yang memakai gaun panjang dengan hati-hati. Usia kehamilan yang bertambah membuat perut Jiana kian membuncit besar, wanita itu menjadi cepat lelah. Bayangkan saja saat dulu mengandung Kya, Jiana sudah merasa berat apalagi sekarang bayi yang dalam kandungannya tak hanya satu
Karena suka dengan hal romantis, Bryan membawa Jiana berlibur bersama keluarga besar mereka ke lombok. Bryan juga sudah menyulap halaman vila miliknya menjadi sangat romantis dengan nuansa putih dan bunga-bunga
Saat keluar dari rumah keduanya disambut sorakan dan semua orang membuat Jiana kian penasaran dan membuka begitu saja sapu tangan yang menutupi matanya." Sayang .. " protes Bryan dengan suara manja
" Oopss sorry, aku sangat penasaran sayang." saut Jiana menyengir kuda merangkul pinggang Bryan, keduanya tampak serasi memakai pakaian senada warna putih. Bryan tak pernah bisa marah malah mencium kening itu dengan penuh kasih sayang. Sejak kembali bersama perlakuan pria itu semakin lembut dan hangat padanya. Bryan juga sering melakukan hal aneh untuk istrinya yang sedang mengidam, Bryan yang tersiksa mengalami morning sickness tapi wanita itu yang selalu manja harus dituruti segala kemauannya. Dimata semua orang pasangan itu sangat serasi dan terlihat saling menyayangi, terutama sang pria yang teramat bucin pada istrinya
" Ini benar-benar indah, terima kasih sayang." ucap Jiana berjinjrit meraih leher Bryan dan mencium pipinya. Bryan tersenyum manis dan membalas ciuman itu dikening untuk kedua kalinya
" Beri aku hadiah." Jiana menghela nafasnya, setiap malam suaminya selalu meminta jatah dan membuat Jiana kelelahan, Jiana heran kenapa Bryan tak pernah bosan dengan selang*angan?
" Ya?"
" Iya memangnya kapan aku menolak!" gerutu Jiana membuat Bryan cekikikan lalu membawanya mendekat pada semua orang
" Hay sayang kamu cantik sekali." puji sang mertua Jiana memeluk wanita itu
" Terima kasih Mom." saut Jiana tanpa berjauhan seincipun dari suaminya
Semuanya tampak bersenang-senang menikmati pesta kecil ini. Teman-teman Bryan juga semuanya ikut menikmati liburan bersama. Mereka duduk dimeja sisi pantai menatapi Jiana dan Bryan yang sedang berdansa diiringi lantunan musik Jazz yang romantis. Keduanya saling menatap, saling tersenyum, saling mencium dan saling mengungkapkan perasaan cinta mereka
Cukup lama keduanya dalam suasana romantis dan Bryan segera membawa Jiana duduk saat wanita itu merasa kakinya kebas karena terlalu lama berdiri. Bryan mendudukan Jiana lalu ia berjongkok didepannya, membuka satu persatu sepatu heels wanita itu dengan begitu telaten. Melihat kedua kaki Jiana yang membengkak, Bryan benar-benar merasa kasihan, pria itu menaikan kedua kaki itu kepahanya dan memijatnya dengan lembut membuat teman-temannya cekikian memperhatikan kebucinan Bryan pada istrinya meski itu benar-benar terlihat manis dimata para wanita
" Astaga!" Arnold menepuk jidatnya
" Kau seperti itu karena kau belum menikah?"
" Aku benar-benar tidak mau menikah dan jadi pria sepertimu!"
" Ya seperti itulah sampai kau mati." gerutu Bryan membuat Jiana tersenyum, Jiana tak menyangka pria brengsek itu kini benar-benar bertekuk lutut dihadapannya. Jiana menangkup wajah tampan dan mencium keningnya
" Arnold apa kau suka mencapai klimak* bersama pasanganmu?" ledek Jiana membalas Arnold untuk suaminya
" Sayang jangan bicara seperti itu pada Arnold, tahu tidak dia hanya bisa bertahan 5 menit." Bryan ikut menimpali meledek temannya
" Sialan!" umpat Arnold
" Astaga payah!" Jiana terkikik lalu menatap Bryan yang tertawa
" Sayang itu sebabnya Arnold tak mau menikah, mungkin dia malu tidak bisa menggoyang terlalu lama." seketika semua orang tertawa kencang begitupun Arnold, meski diledek tapi ia merasa lucu dengan istri Bryan itu, wanita itu sudah tertular kemesuman suaminya
" Ah yeah ah yeah .. oh baby no .. oh baby yes.. " Bryan dan Jiana mendesa* bersama sambil saling menatap lalu keduanya tertawa kencang
" Dasar gila!" umpat semua orang lalu tertawa
Bryan mencium perut membuncit itu lalu beranjak berdiri sambil menuntun Jiana berdiri. Ia duduk menggantikan Jiana dan mendudukannya dipangkuan sembari memeluk perutnya dengan kedua tangan. Pandangan mereka mengarah pada Kya yang tampak riang main bersama cucu Daddy Ken lainnya dipesisir pantai didampingi Bulan dan Dean
" I love you." bisik Jiana mengalungkan kedua tangan dileher suaminnya. Bryan segera menarik dagu runcing itu dan mencium bibir Jiana. Ia juga menahan tengkuk Jiana agar ciuman mereka semakin dalam
" Bisakah kalian berhenti bermesraan seperti ini." gerutu David kesal, pasalnya ia tergoda sementara ia tak membawa pasangan, tapi keduanya malah tersenyum nakal melanjutkan kemesraan mereka, berciuman penuh naf*u sampai kepala mereka berputar kekiri kanan sengaja menggoda David dan Arnold, keduanya sama seperti Bryan yang mudah sekali turn on
" Sial .." gerutu David membuat Bryan dan Jiana berhenti, keduanya tertawa kencang
" Berbelas kasihanlah sedikit pada mereka." ucap Clarissa dengan wajah yang pura-pura sedih menatap Arnold dan David bergantian
" Baiklah .. aku benar-benar tahu rasanya seperti apa jika sedang on dan tak tersalurkan. Ha .. ha .. : Bryan benar-benar puas mengerjai keduanya lalu ia membawa Jiana saat melihat sang kakak melambaikan tangan pada keduanya. Lalu ia memakaikan kembali sepatu Jiana dikakinya dan berdiri
" Ayo kita kesana, pestanya akan dimulai." Bryan menuntun Jiana. Kedua tangan mereka saling bertaut menuju kue besar dengan lima tingkat ditengah halaman yang luas itu
Mereka menemani Kya, putri kecilnya terlihat senang hingga tak berhenti berjingkrak saat semua orang menanyikan lagu ulang tahun untuknya." 1 .. 2 .. 3 .." ucap Bryan yang berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Kya, gadis kecil itu meniup lilinya dibantu Bryan. Semua orang bertepuk tangan membuat gadis kecil itu tersipu malu dan memeluk ayahnya. Bryan menciumi pipi bakpau itu dengan kedua mata berkaca, hanya Jiana lah yang tahu seberapa sayangnya Bryan pada gadis kecilnya itu, gadis kecil yang sedang dalam masa lucu dan banyak celoteh itu berbisik manis ditelinga Bryan
" Love you Daddy .. " bisiknya membuat Bryan ingin sekali menangis. Bryan menvium lagi pipi bakpau itu
" Sekarang potong kuenya." saut Bryan dengan suara serak. Bryan dan Jiana menyatukan tangannya dengan Kya, ketiganya memotong kue yang besar dan bertingkat lima itu
Bryan segera berdiri memangku Kya dengan potongan kue ditangannya yang lain. Ia menyuapi Jiana lalu mencium pipi itu dengan lembut." Happy aniversary sayang, aku mencintaimu sampai Tuhan memanggilku .." bisik Bryan
Jiana tersenyum menepuk pelan pipi suaminya." Sampai rambutku memutih .. " sautnya lalu keduanya berciuman mesra hingga sorakan dan tepuk tangan menguar dari semua orang
Lalu Jiana bergegas naik ke atas panggung membuat Bryan terkejut. Wanita itu mengambil micropon ditangan pembawa acara yang memandu acara ulang tahun dan Aniversary itu
" Aa aa aa 1 2 3 .. " semua orang tertawa melihat wanita berperut buncit itu
" Emmmh Bryan .. " Bryan tersenyum memperhatikan istrinya dari jarak yang tak jauh sambil memangku Kya
" Bryan .. I love you .. " tepuk tangan dan sorakan Jiana dapatkan dari semua orang, Bryan tak menyangka Jiana akan seberani ini, wanita itu terlihat manis untuk Bryan
" I love you too." saut Bryan berteriak kencang dan sekali lagi tepuk tangan mereka dapatkan
" Aku ingin memberikan hadiah untuk suamiku. Tapi kupikir Bryan sudah mempunyai semuanya. Makanya aku akan bernyanyi untuk suamiku .. " seketika itu juga Bryan membulatkan kedua matanya, senyumnya memudar dan cepat-cepat ia menurunkan Kya dari pangkuan, beringus naik kepanggung untuk mencegah Jiana yang ia pikir sudah melebihi batas. Bryan takut tubuh istrinya meliuk, bergoyang dihadapan semua orang seperti yang sering dilakukan Jiana saat memulai ritual olahraga panas mereka
" Ah tidak-tidak .. "
" Kenapa? aku ingin memberimu hadiah, kamu tidak akan menyesal mendengar suaraku sayang."
" Ayo Jiana bernyanyi jangan dengarkan Bryan .. " teriak David dengan tawanya melihat wajah masam Bryan
" No .. no jangan tunjukan suaramu pada semua orang, nanti saja ya dikamar hanya bersamaku. " Bryan mengambil paksa micropon ditangan Jiana lalu memberikannya pada pembawa acara lagi. Ia menggandeng Jiana yang melongo turun dari panggung diiringi sorakan dan tawa semua penonton
" Bryan benar-benar posesive." ucap sang ayah dengan kekehan kecilnya
" Jelas saja karena menurun dari ayahnya." saut sang istri sambil bersedekap dada memandangi putra mereka yang sedang merayu Jiana, wanita itu merajuk karena dilarang bernyanyi didepan umum, lihatlah bibirnya mengerucut dan terus dicubiti Bryan
" Dia benar-benar putraku!" ucap Ken dengan senyum mengembang dan merangkul bahu istrinya mesra
-
-