Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Bryan tak mencintaimu



-


-


Sudah satu jam Jiana dan Kya menanti Bryan namun pria itu tak kunjung datang menjemput seperti janjinya pada Jiana membuat Jiana sedikit kesal dan merutuku Bryan apalagi ponsel suaminya tak bisa dihubungi sama sekali


" Mum kenapa Daddy lama?" untuk kesekian kalinya Kya menanyakan hal itu pada ibunya


Merasa kasihan melihat wajah Kya yang memerah karena udara yang panas, akhirnya Jiana memutuskan naik taksi untuk pulang dan tak menunggu lagi Bryan. Jiana sendiri sedikit khawatir karena Bryan yang tak bisa dihubungi


Setelah membayar pada sang supir, Jiana menuntun Kya keluar dari mobil taksi. Lalu keduanya berjalan menuju pintu utama yang terbuka lebar sehingga Jiana sedikit menyeret Kya, ia khawatir ada perampok mengingat Queen sendiri dirumah mereka


Jiana masuk kedalam, ia tak menemukan siapapun. Ia hanya menemukan satu sepatu Bryan dilantai semakin membuatnya khawatir


" Mum itu sepatu Daddy." suara Kya tak dihiraukan Jiana, hatinya kalut ketakutan terjadi sesuatu pada suaminya


Sambil terus menuntun Kya menuju lantai dua, Jiana terus bertanya-tanya dalam hati apa Bryan sakit? apa terjadi sesuatu pada suaminya saat dijalan tadi?. Jiana semakin diliputi pikiran buruk, bahkan ia tak memikirkan Queen, ia langsung menuju kamarnya dan membuka pintu kamar itu


Tasnya yang dipegang jatuh kelantai, pegangannya pada Kya juga melemah. Jiwa Jiana seakan hilang, wanita itu membeku ditempat dengan airmata perlahan turun membasahi pipinya


Hati Jiana hancur menjadi butiran debu saat ini juga, tubuhnya bergetar hebat merasakan sakit, marah dan cemburu melihat suaminya bersama Queen. Tubuh elok adiknya tidur diatas tubuh suaminya, keduanya sama-sama tanpa busana, saling memeluk dengan bawah tertutupi selimutnya yang tadi pagi diganti Jiana


" Mum kenapa Daddy tidul sama Aunthy?" pertanyaan itu semakin membuat Jiana hancur, bahkan putri mereka menyaksikan sendiri bagaimana bejadnya Bryan. Jiana menoleh pada Kya, gadis kecil itu melongo ke ranjang dengan jari telunjuk juga menuju kesana


Jiana segera memangku Kya dan menutupi kedua mata itu dengan telapak tangannya. Ia berlari keluar menuju taman belakang rumahnya. Jiana duduk dikursi taman dan tak dapat menahannya lagi seketika itu juga ia menangis kencang menumpahkan semuanya


Ia tak menyangka Bryan akan melakukan semua itu dibelakangnya, yang Jiana tahu pria itu tak menyukai Queen tapi sekarang apa yang terjadi? pria itu kini malah tidur dengan adiknya sendiri. Jiana menangis kencang membuat Kya ikut menangis memeluk ibunya seakan tahu apa yang dirasakan ibunya


" Kita baru saja memulai semuanya, kenapa melakukan itu." gumam Jiana ditengah tangisannya, sungguh pilu kedua wanita itu menangis karena Bryan


Jiana menahan tangisnya saat tangisan putrinya kian mengencang, ia mengusap airmatanya dan menangkup wajah Kya. Jiana juga hapus pipi basah itu dengan kedua ibu jarinya


" Hey sayang, Mum tidak apa-apa hmm?"


" Sssshh berhentilah menangis atau Mum akan menangis lagi." seketika tangisan itu melemah, Jiana segera memeluk Kya, mengelus rambut sebahu gadis kecilnya. Ia menangis lagi namun kali ini tanpa suara


" Apa yang harus Mum lakukan Kya?" gumam Jiana


" Sekarang kakak sudah tahu semuanya.." suara itu membuat Jiana spontan menoleh, tatapan Jiana dingin pada Queen yang berdiri tak jauh darinya. Jiana ingin sekali menjambak rambut indah Queen, ia ingin menampar Queen saat ini, mencakar-cakar noda merah dileher dan dada atasnya saat ini. Bahkan wanita itu tak malu menunjukannya pada Jiana


" Aku dan Bryan memang sama-sama saling menginginkan sejak dulu." ucapan itu membuat airmata Jiana kembali menggenang, wanita itu tak mampu berkata-kata hanya bisa menangis


" Apa kakak tahu alasan Bryan begitu membenciku? .. " Queen kian mendekat pada Jiana, wanita itu seakan tak punya hati melihat Jiana yang menangis dengan Kya dalam pangkuannya


" Itu karena dulu aku meninggalkannya tanpa sebab. Bryan belum melupakanku sampai detik ini .. kami bersama selama 5 tahun, bukan hal yang mudah bukan untuk saling melupakan."


Hati Jiana seakan dihantam batu besar berkali-kali saat ini, ia menggelengkan kepala dengan airmata menderas. " Kau bohong, sejak awal kau memang tertarik pada Bryan dan memiliki niat untuk merebut suamiku." lirih Jiana


Queen tersenyum manis." Kenapa bodoh sekali? tanyakan saja pada semua orang, Mom Jeny Daddy Ken sangat tahu siapa aku, dulu mereka bahkan ingin menjadikanku sebagai menantu mereka."


Jiana memejamkan matanya dalam, rasa sakit itu kian menggebu dihatinya membuatnya sesak nafas hingga harus menarik nafasnya berkali-kali." Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? kau mungkin pacarnya tapi aku istrinya. Apa yang akan kau lakukan?" teriak Jiana, kini wanita itu tak bisa menahan semuanya


" Sadarlah, Bryan tak mencintaimu dia mencintaiku. Selama ini kau pikir dia menikahimu karena apa? dia menikahimu karena kau hamil anaknya? dan dia menidurimu karena wajahmu sama denganku. Seharusnya kau sadar disini yang orang asing adalah kau!!"


Setiap ucapan Queen seakan menjadi hantaman batu besar untuk Jiana, rasa sakitnya tak bisa ia bendung lagi, ia menangis histeris tak memikirkan Kya yang tertidur pulas." Kau .. dulu kau merebut mamaku .. apa masih belum puas membuatku menderita dan sekarang kau berniat merebut suamiku?" teriak Jiana membuat Kya terusik dan menangis dalam tidurnya, Jiana segera berdiri menimang Kya


" Sejak awal Bryan milikku, dan Bryan akan kembali lagi pada pemiliknya seperti dulu!" saut Queen kejam lalu meninggalkan Jiana


Wanita itu terduduk lemas kebangku taman dan kembali menangis tersedu, memeluk erat Kya dan menyembunyikan tangisnya didada sang putri


Jiana merasa hidupnya terbalik, tadi pagi ia masih mesra bersama Bryan, pria itu masih manis padanya tapi sekarang apa yang terjadi? Jiana sungguh sakit, ia tidak pernah sesakit ini karena siapapun, ini lebih sakit ketimbang saat Bryan memperkosanya dulu


Jiana sudah jatuh sedalam-dalamnya dengan Bryan, ia sudah mempercayai Bryan. Jiana memberikan semuanya, hati dan tubuhnya ia berikan untuk Bryan tapi balasan pria itu sungguh menyakitkan untuknya. Jiana tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, bagaimana sikapnya pada Bryan dan apa pria itu akan mengakui semuanya pada Jiana atau seterusnya berkhianat dibelakangnya


Sementara ia mempunyai Kya, gadis kecilnya tengah bahagia saat ini karena memiliki keluarga yang lengkap seperti anak lainnya. Jiana tak mau senyum dan tawa putrinya luntur, tapi Bryan begitu menyakitinya. Bryan memberi harapan, memberi janji untuk membahagiakannya dengan Kya lalu bagaimana ia bisa bahagia sementara ditengah-tengah mereka ada Queen


-


-