
-
-
" Aku membawa bayi itu berjalan menelusuri padang rumput yang tak ada ujungnya. Meskipun udara sangat panas tapi bayi itu terlihat nyaman tidur dipangkuanku dengan senyum dibibirnya. Benar-benar lucu .. " ucap Bryan tersenyum
" Tapi seorang wanita tiba-tiba datang, wajahnya garang dengan kacamata tebal menutupi mata indahnya."
" Itu aku?"
" Ya galak sekali, kamu menamparku dan merebut bayi itu membuatku menangis. Aku seperti orang gila saat itu terus berteriak dan menangis karena seorang bayi."
" Lalu apa lagi?"
" Itu terjadi beberapa kali, mimpi yang sama." saut Bryan membelai pipi Jiana, sekarang wanita itu murah sekali tersenyum karena Bryan
" Kau mau makan malam apa?"
" Sudah kubilang lembut, uuuuhh kenapa tak menurut."
" Sayang .. mau makan malam apa?" tanya Jiana, senyuman mengembang dibibir Bryan
" Memakanmu." sautnya dengan senyum nakal dan mendapat tamparan dipipi oleh Jiana
" Keluarlah." perintah Jiana
" Memangnya kenapa?"
" Aku mau mengganti pakaian."
" Berganti saja, aku kan suamimu."
Jiana tampak berpikir sejenak." Kalau begitu mandilah, setelah kau mandi kita makan malam "
" Nanti saja setelah makan malam, biasanya juga seperti itu." saut Bryan dengan seringai nakal dibibir
Jiana menghela nafasnya lalu ia yang mengalah, wanita itu membuka lemari pakaian dan hendak berjalan menuju kamar mandi jika saja Bryan tak menahannya
" Pakailah disini, kenapa harus dikamar mandi."
" Tidak lebih baik dikamar mandi, cari aman."
Bryan terbahak, ia mengacak-ngacak rambut Jiana membuat wanita itu mendengus kesal
" Aku tidak akan melakukan apapapun, percaya diri sekali." saut Bryan
" Kau sungguh tidak akan tergoda melihatku."
Bryan menggelengkan kepalanya mantap. Wanita itu terlihat percaya pada Bryan lalu membelakangi pria itu. Meraih resleting dressnya yang dibelakang kemudian membukanya dihadapan Bryan, Jiana tak tahu jakun suaminya naik turun karena gerakan buka bajunya
Cup
Mendaratlah bibir Bryan ditengkuk Jiana, wanita itu mengambil ancang-ancang akan berlari namun Bryan yang gesit menariknya dan menyudutkan tubuh itu ke pintu lemari
" Bryan .. " tegur Jiana
" Kau bilang tidak akan melakukannya." teriak Jiana
" Itu tadi, sekarang aku berubah pikiran." sautnya mulai mengendus-ngendus aroma tubuh Jiana dan Jiana merutuki dirinya yang mau saja percaya ucapan Bryan
" Jangan sekarang nanti malam saja."
" Nanti malam aku tidak akan mengganggumu."
" Sungguh?"
" Hmm." hanya itu yang terdengar dari bibir Bryan
" Janji?"
" Hmm." dan itu lagi yang keluar dari bibir Bryan, pria itu sibuk menjamah punggung Jiana dengan bibirnya, turun kebawah menjamah setiap inci tubuhnya
Hinggaplah bibir itu dibokong Jiana yang padat dan masih kenyal dikedua jemari Bryan. Bryan menciuminya dengan rakus, terlihat sekali pria itu sangat mendambakan tubuh istrinya
" Emmhh .. " Jiana mulai tergoda akan sentuhan itu, kedua tangannya terkepal erat bertumpu pada lemari
" Aaaaahhhh .. " ******* wanita itu mulai panjang tatkala Bryan dengan sengaja menghisap pinggangnya
Bryan kembali berdiri, manik hitamnya tak luput menatap lekuk tubuh Jiana dari belakang. Lalu ia menyingkap rambut Jiana yang kini mulai dibawah bahu ke samping dan mendaratkan bibirnya dileher Jiana, wanita itu hanya memejamkan mata dengan bibir menganga lebar
" Eeuuuunngghhh aaaah .. " desahnya. Bryan tersenyum lucu seraya menurunkan resleting celananya kebawah
" Boy." pekiknya kesal saat dahinya terpentuk lemari karena hentakan kuat Bryan yang tiba-tiba dari belakang
" Emmh sorry baby. " bisik Bryan tersenyum lucu lagi
"Ini bukan diranjang, berhenti memanggil baby." saut Jiana kesal karena Bryan yang tak mengerti, padahal Jiana sangat lelah setelah perjalanan lama
Bryan tertawa ditengah gulungan kenikmatan itu." Aaah Darling .. "
" Kita bukan pasangan muda, kita sudah beranak."
" Banyak bicara." ucap Bryan dengan seringai nakalnya merangkak naik mendekati Jiana
Jiana tertawa melihat burung Bryan yang menyembul dari balik celana yang resletingnya terbuka. Kakinya nakal terulur menyentuh burung yang sudah minta dipuaskan itu
" Nakal hmm?" Bryan menggigit bibir bawahnya akan sentuhan kaki itu, ia tarik kaki itu hingga Jiana menyusut kebawah mendekati Bryan
Bryan ciumi betis itu membuat tubuh Jiana meliuk tak karuan. Lalu Bryan letakan kedua kaki Jiana dipundaknya dan kembali memasuki Jiana dengan gerakan pelan
" Ooouuhhh yeah seperti itu baby. " racau Jiana tatkala Bryan mulai menghentak-hentakan miliknya pada Jiana
" Ada apa denganmu kenapa nakal sekali." balas Bryan meracau dengan nada tinggi membuat bi Amy yang berniat datang kekamar mereka mengurungkan niatnya, wanita itu tersenyum mendengar suara erotis dari kamar Jiana dan Bryan
Bryan mendekati Jiana tanpa menurunkan kedua kaki itu sehingga adiknya kian dalam masuk terbenam seutuhnya pada kewanitaan Jiana
" Ouuuuh Bryan, emmmh iya seperti itu." racau Jiana lagi mencengkram kedua lengan kekar Bryan
Bryan tertawa akan kenakalan itu membuat bi Amy penasaran dengan keduanya, pelan-pelan ia mendekati pintu dan mengintip kedalam. Bi Amy terkikik geli melihat Bryan yang sedang menggagahi istrinya. " Pantas saja, ternyata sedang enak-enak." gumam bi Amy
" Kebiasaan tidak pernah menutup pintu." gumam bi Amy lagi celingukan lalu menutup pintu kamar itu rapat dan meninggalkan pasangan suami istri yang masih asyik berolahraga ranjang
Cup
Kecupan dikening itu terasa mesra hingga bersuara membuat sang pemilik kening yang masih terengah usai terbang bersamanya itu tersenyum
Cup
Sekali lagi Bryan mendaratkan bibirnya sembari mengusap dahi yang berkeringat itu lembut. Jiana tak memudarkan senyumannya dibawah kukungan Bryan, meski terus mengucurkan keringat tapi posisi ini terasa nyaman untuk Jiana, bagaimana mesranya tatapan Bryan padanya juga bibir Bryan yang tak henti menghujani wajahnya dengan kecupan
" Aku lelah." ucap Jiana
" Jangan memasak biar bi Amy saja."
" Bukankah kau tidak biasa masakan bibi?"
" Atau kita makan malam diluar?
" Kya sudah tidur."
" Sebentar tidak usah lama, bagaimana?" tanya Bryan menaikan sebelah alisnya
Jiana mengangguk membuat Bryan beringus bangun dan membopongnya menuju kamar mandi. Bryan menyalakan shower lalu menurunkan Jiana. Mereka mandi bersama dan hanya mandi karena jika maupun Bryan tak tega melihat kaki Jiana yang bergetar karenanya
Selesai, keduanya menuju walk in closet untuk berpakaian. Malu-malu Jiana membuka lemari dan cepat-cepat memakai pakain dalamnya sebelum mata yang masih jelalatan memperhatikan bentuk tubuhnya itu kembali menerkamnya
Cekrek
Tiba-tiba suara jepretan dan cahaya kilat kamera itu membuat Jiana yang sedang memilah pakaian terkejut, kepalanya spontan pada Bryan yang tersenyum menatap ponselnya
" Dasar mesum, hapus cepat." perintah Jiana mendekati Bryan yang masih tanpa busana
" Ayolah ini untuk koleksiku, saat aku merindukanmu aku bisa melihat dari fotomu."
" Tapi tidak dengan memakai bikini seperti ini." gerutu Jiana mencoba meraih ponsel ditangan Bryan
" Tidak apa-apa ini sangat seksi seperti model majalah dewasa." sautnya terkekeh lucu
" Ayo bergaya lebih seksi lagi, bagaimana kalau membuka kakimu lebih lebar." goda Bryan
" Dasar gila!" gerutu Jiana kembali meraih ponsel Bryan dan kali ini ia berhasil mengambil ponsel itu
" Kenapa menguncinya?" gerutu Jiana
" Tanggal pernikahan kita." bisik Bryan dengan senyum manis
Jiana segera menekan angka-angka pernikahannya bersama Bryan lalu ia bergerak membelakangi Bryan dan tersenyum tiba-tiba saat melihat ponsel itu berwalpaper dirinya bersama Bryan dan Kya
Lalu Jiana membuka galeri, ia dibuat tersenyum dengan begitu banyaknya foto mereka bertiga terutama Kya, galeri itu dipenuhi foto gadis kecilnya dengan berbagai gaya lucunya. Jiana semakin menscroll kebawah, beberapa foto dirinya dengan wajah jutek juga ada disana, entah kapan pria itu memotretnya
" Jangan menghapusnya!" tegur Bryan seraya menampar bokong Jiana pelan lalu memakai pakaiannya, kemeja putih dan celana jeans biru langit yang lututnya robek
" Aku tidak menemukannya." gumam Jiana
Bryan tersenyum kemudian memeluk Jiana dari belakang, memegang jemari Jiana yang memegang ponselnya, menuntun Jiana menuju galeri tersembunyi disana
" Wife. " gumam Jiana
Kedua mata Jiana membulat melihat tiga foto seksi dirinya digaleri itu. Satu fotonya yang sedang tidur tanpa busana dipelukan Bryan, satunya saat wanita itu keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk dan satunya lagi yang tadi hanya memakai bra dan cd orange
" Kau benar-benar mesum." gerutu Jiana
-
-
-
-