
-
-
Saat tiba dirumah, Jiana langsung memeluk Bryan. Ia menangis didada pria itu." Hey ada apa?" tanya Bryan mengurai pelukannya
" Kenapa menangis tiba-tiba seperti ini?"
" Aku tidak tahu harus bicara apa?" Jiana mengangkat wajahnya
" Terima kasih boy .. "
" Kenapa bicara seperti itu aku ini suamimu.!"
" Bukan, bukan karena kamu mau membantu mamaku." Airmata yang meluncur deras itu Bryan usap dengan kedua ibu jarinya
" Kamu yang melakukan itu bukan?" Bryan tersenyum lalu mengangguk
" Aku hanya memberi mereka sedikit pelajaran karena berani menyentuh wanitaku." sautnya
" Terima kasih, sekarang mama sudah menyadari semuanya. Mama juga berterima kasih padamu, tanpa kamu mama tidak akan tahu keburukan suaminya."
" Ya katakan pada mamamu, jangan berulah lagi." saut Bryan dengan tawa dan menyalur pada Jiana. Wanita itu memeluk tubuhnya lagi dengan begitu erat
" Aku mencintaimu, aku janji akan menjadi istri yang baik, yang akan selalu menurutimu."
" Tidak akan galak lagi?" Bryan kembali mengurai pelukannya
" Aku tidak janji untuk itu!" saut Jiana dengan kekehan kecilnya
Cup
Bryan mengecup kening itu lembut lalu menggandeng Jiana masuk kedalam. Mereka disambut sikecil Kya yang riang berjalan meloncat-loncat hingga kedua kuncir rambutnya mengampul keudara." Kenapa Kya belum tidur?"
" Kenapa Daddy selalu menyuruh Kya tidul?" gerutu bibir mungil itu
" Karena jam dijam seperti ini anak kecil memang harus sudah tidur."
"Tapi Kya belum mau tidul, Kya mau tidul sama Daddy dan Mummy." Bryan berdecak membuat Jiana tertawa, pria itu selalu tak mau malamnya diganggu Kya. Padahal ada ataupun tidak Kya mereka tak pernah melewatkan malam tanpa bercinta, itu kegiatan rutin keduanya semenjak pernikahan mereka kembali membaik
" Sama adik bayi." tambah gadis kecil itu lagi dengan wajah lucu membuat kedua orangtuanya tertawa lucu
" Baiklah baiklah, kemarilah." Bryan memangku gadis kecil itu dengan satu tangannya sementara tangan yang lain menggenggam jemari Jiana
Mereka masuk kedalam kamar, Bryan mendudukan Kya diatas kasur sementara dirinya dan Jiana berganti pakaian tidur. Keduanya mengenakan pakaian tidur sama yang entah kapan dibeli sang istri untuk Bryan
" Kya disini." tunjuk Bryan disisi kiri spontan gadis kecil itu menggeleng
" Kya mau dekat adik bayi." sautnya dengan cengiran saat Jiana membaringkan tubuh disampingnya
" Daddy juga mau dekat adik bayi."
" Tapi Daddy sudah besal Daddy halusnya mengalah sama Kya." Bryan tergelak lalu duduk disisi kiri, ia mencubit bibir Kya dengan gemas, gadis kecilnya selalu saja bisa membantah Bryan
Bryan membawa tubuh kecil itu berbaring, keduanya menghadap Jiana, mengulurkan tangan masing-masih mengelus perut buncit dihadapan mereka." Mum apa Kya juga dulu berasal dari perit Mum?" Jiana tersenyum menyentuh pipi bakpau Kya
" Tentu saja memangnya Kya darimana? Kya menetas dari telur begitu? seperti ayam?" seketika Kya tertawa cekikian membuat sang ayah tersenyum
" Kalau Kya di perut Mum, Kya masuk darimana Mum?" Bryan terbahak mendengar pertanyaan itu apalagi jika melihat wajah bingung sang istri
" Mum darimana?" desak Kya
" Emmmm darimana ya?" Jiana menggaruk kepalanya yang tak gatal dan Bryan masih tak menghentikan tawanya
" Mum .. "
" Coba Kya tanya Daddy?" Jiana melempar kebingungannya pada Bryan, saat itu Bryan berhenti tertawa, pria itu mengangkat tubuhnya dengan menumpu sikut pada kasur
" Dari telur Mum dan benih Daddy." saut Bryan
" Jadi Mum punya telur?"
" Ya, Mum punya telur didalam perutnya dan Daddy punya benih untuk membuka telur itu. Jadilah Kya ada seperti sekarang .. " Bryan tersenyum menatap wajah yang sedang memikirkan perkataannya itu
Skakmat, kali ini Bryan tak bisa menjawab, pria itu juga kebingungan seperti Jiana, wanita itu tersenyum lucu memperhatikan Kya dan Bryan." Ha ha ha itu rahasia, hanya Mum dan Dad yang tahu .."
" Daddy beritahu Kya!"
" No .. No .. "
" Daddy .. " pukul Kya pada wajah tampan itu membuat Bryan melotot, sepertinya sikap galak Jiana menular pada putri mereka
" Daddy .. "
" Ah Kya Daddy mengantuk, biarkan Daddy tidur." saut Bryan kembali merubah posisinya menjadi berbaring
" Jawab Kya." teriaknya yang mana langsung dibungkam Bryan dengan telapak tangannya
" Syuuuut ini sudah malam, Kya mau hantu keluar karena teriakan Kya!"
" Tidak mau!" sautnya berbisik
" Kalau begitu tidur, jika tidak hantu akan datang dan mencekik Kya." Bryan tersenyum lucu melihat wajah takut itu lalu memeluk Kya, membenamkan wajah mungilnya kedada. Dan senyuman Bryan berikan pada Jiana yang juga tersenyum, wanita itu beringus mendekat mendempet Kya ditengah mereka
Keadaan mulai hening saat Kya mulai terlelap. Bryan mengurai pelukannya, menatap sesaat wajah Kya dan mencium keningnya. Lalu ia bergerak turun sembari mengambil bantal dan meletakan disebelah Kya. Sementara dirinya mengendap-ngendap memutari ranjang kesisi Jiana
" Jia .. jangan tidur." seketika itu juga Jiana membuka kedua matanya membuat sang pria senang dan langsung mengurung tubuh itu dengan kedua tangannya
Bryan mengambil selimut menutupi tubuhnya dan Jiana. Bryan menatap wajah cantik dengan pipi chuby itu dengan tangan nakal melepaskan kancing piyama Jiana satu persatu. Bibir Bryan menyeringai nakal saat jemari Jiana menyusup kebalik celananya
" Sayang kamu tidak tahan?"
Jiana tersenyum malu lalu menggigit bibir bawah saat merasakan benda yang digenggaman tangannya itu mulai mengeras." Euunng . " lenguhnya saat Bryan mulai main dibuah dada
" Aah aku tidak tahan." bisik Bryan membuka kedua celananya melepaskan burungnya tegak berdiri dihadapan Jiana
" Aku benar-benar menyukainya, dia lebih keren darimu!"
" Tentu saja sayang, tanpa dia kamu tidak akan mendesa*!" sautnya parau dan dimulailah pergulana yang menghasilkan keringat itu. Keduanya bergelung dalam selimut dengan Bryan yang menumpu kedua telapak tangan, keduanya kini sulit saling menempek karena terhalangi sikembar. Namun Bryan masih bisa menyentuh bibir merah chery itu
Ahh
Jiana mulai berisik saat Bryan mempercepat permainan mereka. Keringat bercucuran di tubuh Bryan hingga menetes dibuah dada Jiana yang berguncang membaur dengan keringat Jiana yang mengucur
" Ooh Jia .. "
" Bryan .. emmmh aaah .. "
" Daddy dan Mum sedang apa?"
Kyakkk
Bryan dan Jiana terciduk Kya, pria itu langsung menjatuhkan tubuhnya kelantai
Bruk
" Shiiit!" Bryan mengumpat merasakan sakit dipunggungnya, terlebih sang adik yang masih menegang, baru setengah permainan menjajak tubuh sang istri kini ia dan sang adik harus diganggu Kya
" Emmmh Kya kenapa bangun?" tanya Jiana terbata sambil menutupi tubuhnya dengan selimut tebal
" Mumy .. Kya mimpi buluk!" Kya bangkit duduk sambil mengucek kedua matanya
" Sayang itu hanya mimpi." Jiana mendekati Kya menarik tubuh itu untuk kembali berbaring
" Kemana Daddy?" Kya celingukan dengan muka bantalnya
" Emmmh Daddy kepanasan jadi mau tidur dilantai!" saut Jiana, dalam hatinya ia terkikik lucu melihat Bryan yang langsung loncat kelantai. Ini pertama kalinya mereka terpergok Kya, ia merasa gugup dan berusaha menghilangkan kegugupan itu dengan mengelus rambut Kya
" Mum, kenapa tadi Daddy berlgoyang? apa Daddy sedang menali?"
-
-