Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Penyesalan mama Mia



-


-


Sementara ditempat lain sangat berbeda dengan kebahagiaan yang Jiana dan Bryan rasakan. Debt kolektor kini bertebaran di rumah papa Robert yaitu papa dari Queen. Robert hanya berdiri diujung tangga memperhatikan orang yang berlalu lalang mengambil semua barang-barang dirumahnya


" Kami beri waktu dua hari." ucap seorang pria bertubuh gempal berbicara menunjuk wajah Robert, tampak merendahkan pria itu


Bruk


Mama Mia menghempaskan tubuhnya kelantai dengan airmata mengalir dan penampilan yang berantakan. Ia tak menyangka hidupnya akan seperti ini hanya karena berani menyentuh putra pemilik A & D group. " Ini semua gara-gara putrimu!" bentak Robert menendang meja kaca didepan Mama Mia hingga hancur dan pecah, setia hari seperti itulah Robert, menyalahkan perusahaannya yang bangkrut pada Mia dan Queen


Tak hanya kehilangan perusahaan kini pria itu juga memiliki hutang ratusan milyar. Tentu saja kebangkrutan itu bukan karena papa Robert yang tak pandai berbisnis. Ini semua adalah trik Bryan, pria itulah penyebab kehancuran perusahaan yang bahkan tak setengahnya dari A & D group


" Kenapa selalu menyalahkanku dan Queen? teriak Mama Mia beringus bangun, kesabaran wanita itu sudah diambang batas, selama ini Queen menyalahkan Mia dan Robert juga menyalahkan dirinya


" Kenapa? kau tanya kenapa?" tanya Robert mendekat secepat kilat Robert mencekik leher Mia


" Itu karena anakmu yang tak becus merayu Bryan." Robert menghempas tubuh itu kelantai hingga kedua tangan Mia terkena pecahan kaca, wanita itu mulai menangis kencang. Rasa sakit menhujam jantungnya, bukan karena kaca namun karena ucapan Robert yang selalu menyakiti hatinya


" Jangan menyalahkan Queen, Bryan seperti ini karena kau yang menyarankan untuk menculik Jiana. Jika saja kau tidaaahhhhkkk .. " Robert kembali mencekik leher itu, kedua mata itu memerah menatap Mia


" Dasar wanita tidak tahu diri, aku mengangkatmu dari tempat rendah dan sekarang kau berani melawanku!" bentak Robert menggelegar diruang tamu itu lalu menghempas kepala Mia membentur lantai dan mengenai kaca


" Ji tolong Mama, mama menyesal .. " gumam wanita itu tergeletak dilantai dengan darah mengalir dari dahinya kelantai. Tubuh yang kini kurus itu meringkuk dilantai dengan hati dipenuhi sesalan, bahkan Mia terlalu malu meminta maaf pada putrinya


" Dasar tidak berguna!" umpat Robert seraya menendang perut Mia dengan kencang lalu pergi begitu saja


Pukul 12: 30 malam Queen baru saja pulang. Selama ini ia menghabiskan waktu dengan selalu minum, mencoba melupakan Bryan, bersenang-srnang bersama para pria. Bahkan Queen tak memperdulikan lagi janin yang dalam kandungannya. Queen sangat depresi, ia malu pada semua orang terutama Mom Jeny yang ia sayangi. Setia malam Queen menangis, berteriak seperti orang gila namun sayangnya tidak ada yang memperdulikan Queen bahkan mama Mia sekalipun, wanita itu teramat kecewa pada Queen


Wanita itu juga menolak niat baik Darwin yang ingin bertanggung jawab dan menikahinya. Namun Queen sangat egois wanita itu hanya memikirkan Bryan karena obsesinya sehingga setelah berkali-kali ditolak akhirnya Darwin memutuskan untuk menyerah dan pergi ke Jerman menyusul ibunya, pria itu lepas dari tanggung jawab karena penolakan Queen


Dengan jalan yang sempoyongan, Queen memasuki rumah sambil tertawa cekikikan bak orang gila pada umumnya. Tapi saat diruang tamu Queen merasa heran melihat rumah yang berantakan. Queen mengedarkan pandangannya dan terkejut melihat sang ibu sudah terkapar dilantai bersimbah darah


" Ma .. " panggil Queen berlari lalu berjongkok menyentuh bahu sang ibu


" Mama bangun ma, apa yang terjadi?" Queen panik mengguncang bahu sang ibu dan mulai menangis melihat ibunya yang juga sedang menangis tersedu


" Apa papa yang melakukannya?" tanya Queen namun sekali lagi Mia hanya diam, wanita itu hanya menangis menutup matanya. Queen tersenyum kecut, disaat seperti ini tidak ada yang bisa ia sandari, Queen merasa hidupnya sendiri


Lalu Queen menuju keatas menaiki tangga menuju lantai yang bukan menuju kamarnya. Queen menuju atap, berjalan lunglai dengan airmata menderas." Maaf .. hanya itu yang bisa aku ucapkan padamu Ji .. seandainya aku tak melakukan itu, mungkin satu-satunya orang yang akan perduli dan tulus padaku hanya kau Ji .. "


Dengan tenaganya yang masih tersisa, ia menaiki pagar besi dan duduk disana menatap kebawah." Aku merasa buntu, tidak ada yang menyayangiku. Mama juga sudah berubah, dia tidak perduli lagi padaku dan papa selalu egois lebih mementingkan karirnya." Queen tersenyum dengan airmata menderai lalu mengusap perutnya yang membuncit


" Maafkan mama sayang .. " gumam Queen memejamkan mata dan ...


Bruk


Queen menjatuhkan tubuhnya ketanah ..


-


-


Suara tawa Bryan kini menggema dikamar vila yang tempati Jiana dan Bryan. Keduanya sangat berbahagia menikmati malam satu tahun pernikahan mereka." Ayolah hmm, katanya mau memberiku hadiah."


" Aku malu, sebenarnya suaraku tak sebagus itu." saut Jiana yang duduk diatas meja rias hanya menggunakan bikini hitamnya


Jiana menegapkan tubuhnya lalu mengambil micropon yang sudah disediakan pelayan atas perintah Bryan. Malu-malu Jiana menyalakan musik dan bernyayi didepan Bryan yang sudah siap hanya dengan underware hitam ditubuhnya. Pria itu duduk santai disisi ranjang menatapi istrinya yang sedang show bak dipanggung sungguhan


Tiba-tiba Bryan menutup mulut menahan tawa saat Jiana tampak lupa dengan lirik lagu yang ia nyanyikan membuat Jiana kesal. Dan sebagai balasannya wanita itu mulai meliukan tubuh kekiri dan kanan, lalu memutar tubuh hingga bokong yang sedang menggoyang-goyang itu menggoda Bryan


Ia mulai bangkit mendekat, tangannya nakal merema* bokong bulat padat itu. Tapi Jiana menjauhi Bryan sambil tak henti bergoyang menantang Bryan. Bryan sudah menggigit bibir bawahnya dengan godaan istrinya, keduanya kejar-kejaran cukup lama dikamar itu


Saat Bryan bisa menangkap Jiana." Hoaaammms aku benar-benar mengantuk." ucap Jiana pura-pura menguap menutup mulutnya


" Sayang memangnya tidak ada yang special malam ini?" rayu Bryan


" Special? bukankah aku sudah memberikan hadiahku?"


" Aku lebih suka ini." ucap Bryan sambil menyentuh pangkal paha Jiana


" Si kembar lelah seharian ini tidak tidur siang." saut Jiana dengan wajah menunduk mengelus perut buncitnya


" Tapi kamu sudah janji .. " Jiana mengabaikan Bryan, wanita itu melenggokan tubuhnya berjalan menuju sofa


" Sayang .. " panggil Bryan mengejar Jiana. Wanita itu merebahkan dirinya disofa dengan posisi yanh terlihat seksi dimata Bryan. Jiana mengangkat kedua kakinya keatas menyandar pada kepala kursi


" Aah itu posisi favoritku!" gumam Bryan dengan jakun naik turun lalu mendudukan dirinya dilantai


" Jia .. " Bryan menekan-nekan satu buah dada yang masih tertutupi bra itu dengan jari telunjuknya. Jiana menoleh menatap Bryan dan menggigit bibir bawahnya, tentu tujuannya untuk menggoda Bryan


" Memangnya apa salahku." gerutu Bryan dalam hati


" Bukankah sikembar lelah, kenapa malah tidur disini?"


" Mau bagaimana lagi, sikembar maunya tidur disini." saut Jiana lalu memalingkan wajahnya lagi menatap langit-langit kamar lalu mengangkat kedua tangannya keatas kepala membuat kepala Bryan pening melihat keseksian itu. Pria itu menarik nafasnya dalam, ia bahkan belum serondepun malam ini bersama Jiana. Bryan tak mengerti dengan sikap istrinya yang tiba-tiba seperti ini, mempermainkan Bryan dan Bryan sudah tahu trik Jiana, wanita itu sengaja menggodanya


" Ya sudah, kalau begitu aku tidur duluan." ucap Bryan beranjak berdiri membuat kedua mata Jiana membulat sempurna, padahal Jiana ingin dimanja dan dirayu Bryan seperti biasanya saat ia merajuk. Bryan menyeringai, sekali-kali ia yang harus jual mahal. Pria itu menaiki ranjang dan menarik selimut menyelimuti tubuhnya lalu membaringkan tubuhnya terlentang


Jiana mendengus kecil, ia tak mungkin tidur disofa dengan keadaan tanpa busana malam ini. Makanya Jiana bangun lalu pelan-pelan ia naik keatas ranjang masuk dalam selimut bersama Bryan." Kenapa kemari? bukankah mau tidur disana."


" Sikembar kedinginan." Bryan ingin sekali tertawa karena Jiana selalu memakai alasan bayi mereka dalam hal apapun


" Aaah malam ini dingin sekali." ucap Jiana lalu membalikan tubuhnya membelakangi Bryan berharap suami mau memeluknya


Lama Jiana menunggu namun Bryan malah mendengkur, Jiana kesal lalu menoleh kebelakang. Saat itu ia terkejut karena ternyata sang suami membohonginya. Pria itu malah menatap dengan senyum manisnya." Kenapa? kamu mau?" goda Bryan langsung bangun dan menarik tubuh Jiana agar terlentang


" Hentikan aku lelah." Jiana mendorong wajah itu menjauh, namun Bryan pantang menyerah. Untuk menggoda Jiana, ia menyusupkan jemarinya kebalik celana dala* Jiana membuat tubuh itu meliuk


" Aah sikembar pasti sedang mau dijenguk." goda Bryan lalu meraup bibir itu dengan begitu rakus sambil mempercepat permainan jarinya dibawah sana


" Aaaahh yaaa daddy .. " dessah Jiana membuat Bryan tersenyum lucu. Bryan mengangkat kedua kaki jenjang itu kepundaknya lalu menarik cd Jiana keatas sampai lutut


Malam yang panjang dan akan dipenuhi keringat itu dimulai dengan posisi favorite Bryan


" Aaaah Boy .. "


-


-