Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Keluarga kecil



-


-


Suara tawa keluarga kecil itu terdengar sampai luar membuat bi Amy dan pak Deden yang mendengar ketiganya saling tersenyum. Jarang-jarang sekali mereka mendengar kehangatan keluarga kecil ini. Hampir setengah tahun mereka bekerja disana ini pertama kalinya Amy dan Deden mendengar tawa yang menguar dari kamar kedua majikannya meski sesekali sering terdengar namun terasa tak sehangat sekarang


Lalu keduanya kembali pada pekerjaan masing-masing. Bi Amy membereskan rumah yang berantakan sisa keluarga Bryan kemarin sore dan pak Deden membantu istrinya menyapu halaman. Ini akhir pekan jadi ia tak mengantar Bryan ke kantor


Pak Deden segera membuka gerbang saat melihat mobil yang mereka kenali tepat diluar gerbang. Mobil itu milik Dean yang pagi ini telah datang sesuai dengan rencana liburan akhir pekan mereka


Sementara Jiana dan Bryan baru saja beranjak dari tempat tidur mereka. Bryan keluar dari kamar dengan Kya digendongannya dibelakang diikuti Jiana yang mendadak menggelayuti lengan Bryan dengan begitu manjanya membuat Bryan mengalihkan pandangan dan tersenyum manis pada Jiana


" Yang benar saja! kalian belum siap?" suara teriakan Bulan menyadarkan keduanya dan segera beralih pada Bulan yang berkacak pinggang dengan raut wajah kesal


" Ini masih terlalu pagi." saut Bryan santai


" Menyebalkan, kau sungguh menyebalkan. Aku sudah bilang kita berangkat pagi. " gerutu Bulan


" Kya . " teriak putri semata wayang Bulan yang baru saja datang dengan Ken dan Jeny berserta Juno yang dalam pangkuan Ken. Bocah kecil itu juga riang melihat Kya


" Kenapa kalian belum siap?" tanya Jeny jengah


" Bukankah ini masih terlalu pagi."


" Boy kita sudah merencanakan semuanya. Kita berangkat jam 8 bagaimana bisa kalian belum persiapan sedikitpun. " gerutu Jeny membuat Jiana merasa bersalah karena ia tidak tahu


" Baiklah, aku akan bersiap-siap." saut Bryan memutar tubuhnya menuju kamar Kya bersama Jiana


Jiana segera mengambil alih Kya dalam pangkuan Bryan untuk memandikan gadis kecil itu. selang 10 menit Jiana selesai dengan Kya yang tergulung handuk dalam pangkuannya. Bryan tersenyum, hatinya selalu menghangat melihat kedua wanita yang sangat berpengaruh dalam hidupnya itu. Keduanya punya porsi masing-masing dalam membahagiakan Bryan


" Biar aku saja, bersiap-siaplah." perintah Bryan mengambil alih Kya


" Apa kita akan lama disana?"


" Hanya tiga hari sayang." saut Bryan lembut


Jiana mengangguk lalu ia mengambil ransel punggung Kya memasukan semua perlengkapan putrinya kedalam sana, tak lupa beberapa baju Kya ia masukan lebih banyak


Kemudian Jiana keluar kamar Kya, ia menuju walk in closet mengambil beberapa pakaian santai untuknya dan Bryan. Memasukannya kedalam koper hitam kecil, setelahnya ia menuju kamar mandi


Jiana membuka seluruh pakaiannya, menyimoannya keranjang kotor. Ia menyalakan kran shower sehingga air hangat langsung meluncur membasahi seluruh tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kaki


Jiana menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun tanpa tahu sepasang mata memperhatikan lekuk tubuhnya dengan begitu nakal. Jakunnya naik turun, dan orang itu adalah Bryan, sang suami yang malah sengaja masuk kekamar mandi diam-diam


Sambil berjalan pelan Bryan membuka seluruh pakaiannya hingga berceceran dilantai. Ia mendekati Jiana sehingga tubuhnya langsung basah seketika dan kedua tangan itu mendekap Jiana membuat wanita itu terkejut, spontan memutar tubuhnya menghadap Bryan


Jantung Jiana berdegup kencang memandang Bryan yang sangat tampan menawan dengan rambut basah dan kucuran air dari atas membasahi wajahnya. Jiana meneguk ludahnya kasar menatapi tubuh naked suaminya yang entah kenapa sekarang terasa sempurna dimatanya


Bryan segera mendorong Jiana hingga tubuh itu membentur dingding kaca kamar mandi mereka. Bryan juga segera menangkup wajah Jiana dengan kedua tangannya, menciumi wanita itu dengan begitu ganas dan penuh nafs*


" Bryan .. " tegur Jiana mendorong dada Bryan hingga kedua bibir itu terlepas


" Sayang .. " panggil Bryan manja sambil mengusapi wajah Jiana yang teraliri air


" Mereka menunggu kita."


" Hanya sebentar." rayu Bryan


" Ah tidak, sebentarmu lama."


" Apanya yang lucu?"tanya Bryan


" Kau!" saut Jiana dengan kekehan kecilnya


" Aku menginginkanmu." suara itu seksi menggoda Jiana


" Ayolah, nanti saja saat kita senggang."


" Banyak alasan!" saut Bryan lalu ia kembali menghimpit Jiana


Setelah rangsangan yang begitu hebat pada buah dada, akhirnya pertahan Jiana runtuh. Bryan kembali menggagahi dan menaklukan Jiana dengan tubuhnya hingga yang bisa dilakukan wanita itu hanyalah merintih merasakan rasa nikmat yang terus menjadi candu untuknya


Diruang tamu semua orang dibuat bosan dengan Bryan dan Jiana yang sangat lama. Bulan sampai tak henti menggerutu dan mengumpat keduanya dengan kesal. Lalu ia melirik Kya yang sedang bermain bersama Pevita dan Juno. Lucunya gadis kecil itu sudah siap dengan ransel dipunggungnya


" Sayang, dimana Daddy dan Mummymu? kenapa lama sekali?" tanya Bulan mengusap pelan kuncir Kya yang berantakan dan tampak bukan yang ahli yang melakukannya. Dan Bulan sangat yakin bahwa Bryan lah yang melakukannya


" Daddy sedang mandi belsama Mum." sautnya tanpa melihat Bulan


" Astaga, pantas saja lama." gerutu Bulan menghela nafasnya panjang sambil menyandarkan punggungnya pada kepala sofa


Didalam kamar mandi Bryan masih terus menggoyang tubuh Jiana, posisi berdiri membuat tubuh keduanya saling menempel sempurna. Jiana sampai merengkuh leher Bryan dan Bryan pun memeluk tubuh Jiana dengan kedua tangannya


Ahh


Ahh


Jiana mulai mengencangkan suaranya tatkala ia merasa akan sampai dipuncak. Tak berbeda dengan Bryan yang semakin lincah dan cepat dibawah sana. Bryan memangku Jiana melingkarkan kedua kaki wanita itu ditubuhnya dan kian menekan Jiana kedingding


" Bryan .." suara itu sudah terdengar frustasi ditelinga Bryan apalagi kepala Jiana selalu terbentur pada dingding kaca itu karena gerakan Bryan


" Tahan sebentar, kita sama-sama." bisik Bryan


Aah Jiana


Sayang


Your so sexy


Bibir Bryan mulai meracau ditengah gerakannya yang berpacu membuat Jiana tak tahan. Kedua tangannya merengkuh erat leher Bryan dengan jeritan yang begitu terdengar memekakan telinga Bryan, Bryan tersenyum puas karena percintaannya bersama Jiana selalu panas dan bergairah untuknya ditambah keduanya selalu sama-sama dalam mencapai puncak kenikmatan. Jiana sungguh luar biasa, wanita itu selalu menunggunya untuk terbang bersama melayang menuju langit ketujuh


Bryan menurunkan Jiana dari pangkuannya, wanita itu masih terengah dengan mata terpejam hingga kecupan bibir Bryan pada pipi kanannya menyadarkan Jiana dan membuka matanya. Jantungnya kembali dibuat berdegub akan tatapan manik hitam pekat itu


" Bagaimana? apa dibawah shower seperti ini sangat romantis?" tanya Bryan dengan senyum manis


Jiana benar-benar terbuai dan hanyut akan pesona Bryan, Ia kembali merengkuh leher Bryan dan berjinjit untuk mengecup pipi Bryan karena tubuh itu lebih tinggi darinya


" Aku suka, aku sangat menyukainya. Apapun asalkan bersamamu." ucap Jiana dengan segenap keberanian dan menghilangkan rasa malunya


Bryan langsung menarik pinggang ramping itu dengan kedua tangannya dan mendaratkan kecupan dikening Jiana. Lalu ia memeluk tubuh itu, ia peluk dengan erat seolah tak ingin terlepas sedikitpun. Mereka saling menikmati hangatnya pelukan ditengah percikan suara air yang terus jatuh menimpa tubuh polos keduanya


" Ini sungguh romantis Bryan, aku suka." ucap Jiana lembut membuat hati Bryan bergetar hebat, entah kenapa kedua matanya berkaca, wajahnya dipenuhi rasa bersalah yang tinggi. Dulu ia menyakiti Jiana, memaksa dan membiarkan wanita itu sendirian hanya sendirian tanpa seorangpun menopang hidupnya. Tak bisa Bryan bayangkan betapa menderitanya Jiana karena ulahnya, bahkan wanita itu diusir dari tempat tinggal atas kesalahan yang tidak pernah dilakukannya


" Aku janji akan melakukan apapun untukmu Ji, aku akan menebus semua kesalahanku, dosaku, sikap pengecutku dan aku akan mengganti semuanya dengan kebahagiaan. Aku bersumpah." ucap Bryan serius membuat setetes airmata mengalir dari pelupuk mata Jiana bersama air yang terus mengalir kewajahnya


-


-