Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Makan malam



-


-


Senin identik dengan hari yang melelahkan termasuk untuk Bryan. Seharian ini ia bekerja tanpa henti hingga melupakan makan siangnya. Namun selelah apapun Bryan, saat pulang kerumah dan bertemu putrinya, rasa lelah itu langsung hilang seketika


Seperti saat ini, gadis kecil itu telah menunggu dirinya didekat pintu dan ini terjadi setiap hari sehingga saat pulang bekerja Bryan harus menyempatkan diri untuk membeli mainan untuk putrinya


" Mariposa." ucap Bryan, ia berjongkok sambil memberikan mainan untuk Kya, gadis itu berjingkrak senang dan sebagai ucapan terima kasihnya ia memberi kecupan berulang dipipi sang Daddy


" Sayang, dimana Mum?" tanya Bryan


" Mum sedang belenang." sautnya tanpa melihat karena sibuk dengan mainan barunya


Bryan segera memangku Kya untuk melihat Jiana, ia intip sejenak dari balik jendela dan menyeringai. Lalu ia kembali kedalam membawa Kya ke kamarnya, gadis kecil itu benar-benar mengerti Bryan, ia hanya duduk dikasur dan fokus pada mainannya


Sementara Bryan keluar dari kamar Kya, sambil berjalan menuju ia membuka pakaiannya satu persatu dan hanya menyisakan underware hitamnya saja membuat pelayan yang melihat Bryan geleng kepala, sering sekali ia melihat majikannya itu kerap tak memakai pakaian dan suka sekali menggoda istrinya. Melihat Jiana yang asyik dikolam, Bryan turun kekolam, pelan- pelan ia berjalan pada Jiana yang sedang menumpu kepalanya pada sisi kolam dengan tubuh ia ambangkan di air


Bryan meneguk ludahnya kasar melihat tubuh Jiana yang memakai pakaian renang ketat. Hampir seminggu lebih ia mendambakan tubuh itu namun sampai detik ini ia samasekali belum berhasil menikmatinya


Secepat kilat Bryan merengkuh tubuh itu membuat Jiana terkesiap hingga kedua mata itu membulat sempurna


" Dasar brengsek, lepaskan aku." bentak Jiana


" Kau ini seorang wanita, kenapa kasar sekali." saut Bryan hendak meraih bibir itu namun Jiana memalingkan wajahnya


" Ada Kya, jangan seperti ini."


" Dia sedang bermain, jangan selalu beralasan." Bryan kian menghimpit Jiana ke tembok kolam hingga dada Jiana menempel ditubuh Bryan. Bryan menunduk dan menyeringai nakal


" Ini lumayan besar dibanding 5 tahun lalu."


" Lepaskan aku."


Bryan tersenyum nakal, ia kian mendekat dan memaksakan bibirnya pada leher Jiana, menciuminya rakus


" Harum tubuhmu masih kuingat Ji, aku tidak pernah melupakannya." gumam Bryan dileher Jiana


" Bryan hentikan!" ucap Jiana meronta mendorong dada bidang Bryan, ini kali pertamanya ia menyentuh dada naked Bryan


" Tidak, sampai aku mendapatkanmu."


Tapi Bryan bukanlah pria yang selalu merasa cukup bermain dileher saja, pria itu menyusupkan satu kakinya ke celah kaki Jiana, saat berhasil ia mengangkat kaki itu sambil mengelus lembut paha Jiana didalam air sana lalu Bryan mengangkat wajahnya dan langsung menyerbu bibir Jiana, ia luma* dengan rakus, selalu kasar dan liar bagi Jiana


" Daddy dan Mum sedang apa?" tanya Kya, entah keberapa kali Bryan selalu saja terpergok putri mereka saat melakukan aksinya pada Jiana namun pria itu selalu saja mempunyai alasan untuk putrinya


" Mum dan Dad sedang saling menyayangi." saut Bryan menyengir pada Kya


Sementara Jiana masih terengah karena ulah Bryan, wanita itu kembali mendorong tubuh Bryan menjauh darinya


" Kenapa tidak mengajak Kya." bentak gadis kecil itu pelan mengerucutkan bibirnya


" Kemarilah." ajak Bryan menarik Kya dan mendudukannya disisi kolam dengan kaki kebawah ke air kolam


Cup


Bryan mengecup bibir mengerucut itu gemas


" Sekalang gililan Mum." tunjuk Kya pada sang ibu, tentu saja itu membuat Bryan senang. Langsung saja Bryan menangkup wajah Jiana dan memberi ciumannya, jika dengan Jiana Bryan sedikit lama karena meluma* bibir itu


" Gililan Kya." teriak Kya menepuk pundak Bryan yang tak henti mencium Jiana. Lalu Bryan segera berhenti dan mencium Kya seperti keinginannya


" Gililan Mum." terus saja mereka seperti itu sampai berulang membuat Jiana kesal karena Bryan lah yang paling merasa senang disini


" Sayang bukankah kita mau pergi membeli ice cream." ucap Jiana ingin menghentikan semuanya


" Oops Kya lupa Mum, ayo kita beli ice cleam." ucap Kya layaknya orang dewasa membuat sang ayah terbahak kencang


" Kya tidak mau mengajak Daddy?" tanya Bryan


Keduanya naik dari kolam sama-sama menuntun masing-masing kedua tangan Kya. Ketiganya berjalan masuk kerumah dengan Kya yang tak henti menatapi ayah dan ibunya bergantian, keduanya kali ini tampak kompak dan tak bertengkar seperti biasanya


Tepat didalam kamar, Bryan segera melepaskan tangannya pada Kya, ia berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya begitupun Jiana yang diikuti Kya, wanita itu juga ikut mengambil pakaiannya


Bryan tatapi sejenak lekuk tubuh Jiana, ia tak tahan untuk tak mengerjai Jiana. Dipukulnya bokong itu kencang hingga Jiana berteriak karenanya


" Bryan." teriak Jiana memenuhi kamar yang mana malah membuat Kya dan Bryan cekikikan karenanya


Setelah Bryan maupun Jiana siap, ketiganya langsung pergi keluar rumah. Bryan sendiri memesan pada sang pelayan untuk tak memasak makan malam karena ia akan mengajak Kya dan Jiana makan malam diluar


Bryan mengajak kedua wanita berbeda generasi itu ke sebuah hotel bintang lima di Jakarta. Bryan membawa keduanya masuk kedalam dan Check in disana memesan satu kamar hotel suite room. Lalu Bryan mengajak ke Restautant hotel tersebut untuk makan malam


Bryan mendadak manis pada Jiana, pria itu menarik kursi untuk Jiana duduk membuat wanita itu heran pada suaminya tapi ia menurut dan duduk disana. Lalu ia menarik kursi berhadapan dengan Jiana dengan Kya dalam pangkuannya


" Apa yang mau Kya makan?" tanya Bryan lembut


" Ice cleam."


" Jangan hanya ice cream, pesan yang lainnya juga."


" Tapi Kya mau ice cleam."


" Setelah makan baru makan ice cream ok." ucap Bryan


" Baiklah." sautnya lucu membuat Bryan gemas menundukan kepalanya dan menciumi pipi Kya


Lalu ia beralih pada Jiana, ia tarik jemari diatas meja itu dan kecupi dengan lembut jemari Jiana hingga Jiana merasa jengah melihat Bryan yang selalu agresif seperti ini


" Apa yang mau kau makan sayang?" tanya Bryan menekankan kata sayang dengan suara kencang seolah Jiana tuli. Padahal Bryan kesal karena beberapa pria bule dan lokal disekitar hotel itu menatap istrinya yang malam ini cantik dengan balutan dress selutut warna merah menyala sangat kontras dengan kulitnya yang putih langsat


" Apa yang paling mahal disini?" tantang Jiana


Bryan terkekeh lucu melihat raut wajah angkuh Jiana, ia kembali menciumi jemari itu sebelum ia memesan pada pelayan disana. Sepertinya semakin lama Jiana sudah terbiasa dengan perlakuan Bryan padanya hingga kini ia tak marah lagi saat Bryan menyentuhnya


Ehem


Suara deheman pria membuat Bryan dan Jiana beralih, Bryan menoleh kebelakang yang ternyata ada Arnold dan David bersama pasangan mereka masing-masing membuat Bryan merasa gigit jari, pasti kedua temannya akan bersenang-senang. Pikir Bryan menggerutu


" Boy kau kemana saja?" tanya David usil tanpa disuruh kedua pria itu duduk disamping Jiana, mengapit istri Bryan bersama wanitanya membuat Bryan geram lalu ia menyuruh Jiana menarik kursi agar duduk dekatnya


" Posesif sekali pengantin baru ini." ejek Arnold


" Sedang apa kalian disini?" tanya Bryan ketus


" Hey tentu saja bersenang-senang, kau juga pasti akan bersenang-senang bukan tapi sayangnya kau membawa buntut." celetuk David tertawa kencang


" Tentu saja setelah putri kami tidur. Iyakan sayang." ucap Bryan sambil menggandeng Jiana yanga hanya diam malas meladeni ketiganya, tatapan Jiana tertuju bergantian pada kedua wanita cantik yang dibawa teman-teman Bryan. Jiana pikir kedus wanita itu sangat bodoh mau saja dimainkan kedua pria yang sama bejatnya seperti Bryan


" Kya tidak mau tidul." saut Kya menyaut membuat David maupun Arnold cekikikan, lalu Arnold menyuruh sang wanita berpindah posisi, kini ia yang didekat Kya, ia mengerucutkan bibir. Untuk kesekian kalinya ia berharap Kya menciumnya. Wajah gadis kecil itu terlihat iba pada Arnold hingga ia menoleh pada Bryan, meminta ijin sang ayah tapi Bryan menolak dengan menggelengkan kepalanya


Seperti layaknya orang dewasa gadis kecil itu menghela nafasnya lalu malah mencium Arnold dipipi


" Astaga lucu sekali." teriak Arnold benar-benar gemas, mencubit gemas kedua pipi Kya


Seorang pelayan datang membawa pesanan Bryan membuat Kya girang saat melihat ice cream dengan cup besar diatas meja


" No No. " larang Bryan menaikan jari telunjuknya


" Setelah makan." ucap Bryan lagi lalu ia mengambil garpu dan pisau untuk memotong steak daging menjadi potongan-potongan kecil. Setelahnya ia letakan piring itu didepan Kya, ia tusuk potongan kecil dengan garpu lalu memberikan garpu itu ketangan Kya


" Habiskan ini baru ice cream, ok?" tanya Bryan mengusapi puncak kepala Kya


" Kalian tidak memesan?" tanya Bryan pada David dan Arnold sambil meraih kembali satu piring steak daging diatas meja, ia potong lagi seperti steak daging dipiring Kya, setelahnya ia berikan tepat didepan Jiana membuat wanita itu tertegun dengan perlakuan Bryan yang menurutnya manis. Tak berbeda dengan Jiana, kedua teman Bryan pun melongo memperhatikan Bryan yang sangat berbeda dalam memperlakukan Jiana


-


-