
-
-
Selalu penuh tawa dan kelucuan. Begitulah jika semua keluarga besar Ken berkumpul, tawa tak pernah hilang selalu ada dan menguar didalam maupun diluar rumah membuat kedua pekerja Bryan tersenyum akan kekompakan semua keluarga itu. Apalagi sekarang ditambah teman-teman Bryan yang ikut menimbrung
Semuanya mengusap perut saat sudah terisi dengan makan siang yang dimasak istri sang pemilik rumah, begitupun dengan Bryan yang ikut kembali makan karena tak tahan dengan godaan ayam balado. Kini semuanya kembali menebari rumah Bryan, ada yang ditaman, didalam rumah. Sementara Bryan dan teman-temannya masih tetap di kursi santai dekat kolam renang bersama Bulan dan Dean yang juga ikut menimbrung anak-anak muda itu
" Boy akhir pekan kita ke vila di Bandung. Kita sudah lama tak liburan." ucap Bulan dengan tangan hinggap di kue diatas meja membuat suaminya geleng kepala. Padahal baru beberapa menit makanan mengisi perut wanita itu
" Ya, aku juga ingin mengajak Kya liburan." saut Bryan tapi tatapan itu tak lepas sedikitpun dari Jiana membuat semua orang terperangah terutama Arnold dan David yang berpikir Bryan bak abg yang baru dimabuk cinta
" Apa kalian akan ikut?" tanya Bulan pada teman-teman Bryan
" Ah tidak kak, kami sibuk." saut Clay cepat. Jangankan ikut liburan, sekarang saja ia sudah cemburu setengah mati melihat Bryan yang terus menempel pada istrinya
" Sebenarnya apa sih kelebihan wanita ini, jelas-jelas dari sudut manapun aku menang." gerutu Clay dalam hati
" Dia punya hati Boy." bisik Clarissa menjawab seolah tahu apa yang Clay pikirkan
" Permisi nyonya, ada tamu mencari nyonya." ucap Bi Amy tiba-tiba datang membuat Bryan maupun Jiana menoleh padanya
" Sayang siapa?" tanya Bryan
Jiana melebarkan senyumnya pada Bryan
" Mamaku." sautnya senang
" Mamamu? ibu mertuaku?" teriak Bryan kencang, ia tak terkejut karena ia tahu semuanya tentang Jiana meski Jiana tak menjelaskan semuanya secara rinci pada Bryan. Wanita itu hanya bercerita tentang dia yang seorang anak tunggal, ayahnya sudsh meninggal dan ibunya pergi entah kemana
" Kau ini membuat kaget saja." gerutu Bulan
" Aku ingin mengenalkannya padamu." saut Jiana, senyum tak menyurut dari bibirnya
" Sayang apa yang harus kupakai?" tanya Bryan beringus bangun dengan Kya dalam pangkuannya
" Astaga lebay sekali." gerutu David membuat Bulan cekikikan
" David, kau tidak tahu kalau dia itu memang sangat lebay." saut Bulan
" Aku bukan lebay, tapi ini ibu mertuaku. Tentu aku harus sopan." gerutu Bryan mendelik sebal pada kakaknya
Jiana tersenyum merapihkan kaos Bryan yang sedikit menggulung keatas." Kau sudah tampan." puji Jiana tersenyum manis
Siulan bertebaran dari semua pria untuk pasangan suami istri itu membuat Jiana tersipu malu berbeda dengan Bryan yang malah terbahak melihat istrinya yang malu-malu kucing. Bunga-bunga dan love sepertinya berterbangan mengelilingi kedua sejoli yang mulai dimabuk asmara itu
Malu-malu Jiana meraih lengan Bryan yang tak memegang Kya, mengajak pria itu kedalam membuat Bryan menengok kebelakang dan melebarkan senyumnya pada semua orang hingga mereka terbahak melihat Bryan yang kegirangan dituntun Jiana
" Ji, kau berhutang penjelasan padaku?"
" Nanti aku akan menceritakan semuanya. " saut Jiana masih dengan senyum manisnya membuat Bryan ikut tersenyum
Senyum Bryan tak surut sedikitpun dengan manik menatapi istrinya yang juga terlihat senang. Mereka berjalan sambil berpegangan tangan menuju ruang tamu. Tapi mendadak senyum dibibir Bryan menyurut melihat dua orang yang tak terasa asing untuknya, kedua orang itupun tampak mematung berdiri di ambang pintu
" Ma. " panggil Jiana melepaskan pegangannya pada jemari Bryan, wanita itu mendekat untuk memeluk ibunya yang juga membeku menatap Bryan
" Terima kasih mama sudah mau datang." ucap Jiana mengurai pelukannya dan tersenyum pada ibunya
" Ji, dia adikmu." ucap Mia membuat Jiana membeku menatap wanita itu dan ibunya bergantian
" Mama akan jujur dan menceritakan semuanya Ji." ucap Mia meraih kedua jemari Jiana hingga wanita itu tersadar
" Ayo masuk kedalam." ajak Jiana mengajak kedua wanita berbeda generasi itu kedalam dan duduk diruang tamu lalu Jiana mendekat pada Bryan yang masih berdiri mematung dengan Kya yang menempel dipangkuannya, Jiana menyentuh lengan atas Bryan dan tersenyum lembut pada ibunya
" Ini suami Ji .. " aku Jiana lalu ia tersenyum pada Bryan yang memaksakan senyumnya pada kedua wanita yang tampak terkejut karena pengakuan Jiana
Jiana dan Bryan lalu duduk berdampingan saling berhadapan dengan kedua wanita yang tak henti menatap Bryan dan Kya dalam pangkuannya
" Bryan." ucap Bryan mengulurkan tangannya pada Mia, sang ibu mertua yang langsung dibalas olehnya
" Aku mamanya Ji. " sautnya memaksakan senyum begitupun Bryan. Lalu pria itu melirik Queen yang tersenyum begitu manis padanya
" Kenalkan aku .. Queen .. KAKAK IPAR." ucap Queen menekankan katanya diakhir
Bryan tersenyum tipis lalu memalingkan wajahnya dari Queen pada istrinya, kali ini Bryan tersenyum begitu manis pada Jiana sambil meraih tangan kirinya untuk ia genggam
" Siapa gadis kecil ini?" tanya Queen penasaran
" Dia putriku." saut Bryan kembali menatap Queen yang terlihat terkejut dengan ucapannya
" Jadi dia keponakanku?" tanyanya terbata menatap Bryan yang semakin tampan saat ini dimatanya, selama ini ia hanya melihat dan memantau Bryan dari media cetak dan televisi, seperti ayahnya Bryan menjadi seorang pengusaha muda yang populer didunia perbisnisan dan tentunya dunia para wanita. Bryan tak menjawab, ia memalingkan wajahnya kembali pada Jiana
" Kya, kemarilah ini Oma." ucap Mia namun Kya malah menggelengkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya didada Bryan
" Dia sangat pemalu." ucap Jiana pada Mia dan Queen dengan senyum manisnya
" Ji, Queen ini adik kandungmu. Dia hanya 3 tahun lebih muda darimu." ucap Mia membuat senyum Jiana menyurut dan menatap Queen
" Bagaimana bisa?" tanya Jiana
" Maafkan mama Ji, ini semua kesalahan Mama. Maafkan mama."
" Apa mama menghianati papa?" tanya Jiana dengan kedua mata berkaca lalu ia melirik Bryan
" Bryan bisakah kau tinggalkan aku dan Mama?"
" Kenapa aku harus meninggalkanmu?" tanya Bryan, entah kenapa ia tak suka melihat kedua mata Jiana yang menggenang airmata. Bagi Bryan sudah cukup airmata Jiana untuk dirinya dulu, untuk sekarang ia tidak ingin melihat istrinya mengeluarkan airmata lagi meski bukan karena dirinya
" Kumohon. Aku malu." ucap Jiana memelaskan wajahnya pada Bryan, Bryan terdiam sejenak ia mengulurkan tangan yang menggenggam tangan Jiana untuk mengusap airmata yang mulai menetes dipelupuk matanya
" Jangan menangis hmm, aku tidak suka." ucap Bryan lalu ia pergi meninggalkan Jiana sendiri bersama Mia dan Queen, wanita itu tak henti menatapi punggung kakak iparnya dengan senyum sinisnya
Kau benar-benar keterlaluan Bryan, selama ini aku berusaha untuk kembali ke sisimu lagi , aku sudah kembali kesini tapi kau malah menikahi wanita lain, kau bahkan menikahi kakakku. Aku masih mencintaimu boy .. kenapa secepat itu kau melupakanku.. 5 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk kita ..
Kedua mata Queen berkaca dengan jemari menepuk-nepuk pelan dadanya. Mencoba mengenyahkan rasa sakit dihatinya, ia tak menyangka dan sangat terkejut, Queen kembali hari ini dari pengobatannya di Jerman dan setelah ini ia berniat menemui Bryan dan keluarganya tapi yang terjadi benar-benar menyakitkan untuk Queen. Bryan sudah menikah dan dimiliki orang lain, tapi kenapa pernikahan Bryan tak terdengar dimedia? Queen bertanya-tanya dalam hati dan mencoba menahan airmatanya
Lalu ia melirik Jiana yang mulai menangis dipelukan ibunya, ia tatapi lekat wajah sang kakak yang memang mirip dengannya karena Queen maupun Jiana menuruni gen ibu mereka. Bibir Queen tiba-tiba tersenyum merekah
Kau masih mencintaiku boy, kau menikahi wanita yang mirip denganku ...
-
-