Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Your are mine Jiana



-


-


Jiana membuka folder tersembunyi itu dan mengerutkan dahinya. Ada banyak sekali video dalam folder itu. " Apa ini?" gumam Jiana sementara Bryan hanya terdiam memijat pelipisnya


Jiana menekan satu video itu, ia mulai menonton karena rasa penasarannya. Tiba-tiba dahi Jiana berkerut melihat apa yang ada dalam ponsel Bryan yaitu seorang wanita yang sedang asyik memainkan burung pria dimulutnya. Jiana segera mematikan layar ponsel Bryan dan menoleh pada Bryan yang menyengir kuda


" Kenapa banyak sekali film sampah diponselmu."


" Emmmh itu .. itu milik David." saut Bryan terbata


" Aneh sekali, milik David tapi berada diponselmu memangnya David tak punya ponsel." gerutu Jiana


" Jia, maksudku-"


" Banyak alasan" potong Jiana


"Baiklah aku akan menghapusnya." ucap Bryan mengambil ponsel ditangan Jiana


" Lihat aku menghapusnya."


Jiana melirik dan benar saja Bryan menghapus folder tersembunyi itu." Sudah kubilang aku bersungguh-sungguh akan melakukan apapun sesuai keinginanmu " ucap Bryan membuat Jiana tersenyum kembali, padahal ia tak menyuruh Bryan untuk menghapusnya


" Sayang sekali padahal aku mengoleksinya sejak muda, bye film-film kesayangan .. " gerutu Bryan dalam hati


" Bagus itu namanya suami idaman."


Bryan terbahak lalu merengkuh Jiana dengan gemas." Tapi Jia, malam ini kamu sungguh cantik." rayu Bryan menyelipkan rambut Jiana kebelakang telinganya


" Bibirmu, kedua matamu, hidungmu dan ini." cubit Bryan pada dagu Jiana


" Sungguh cantik, apalagi rambutmu basah seperti ini .. sungguh seksi." bisik Bryan dengan tatapan memuja. Jiana hanya terdiam dengan bibir sedikit menganga, wajah itu terlihat menginginkan Bryan, wajah pria itu juga sangat tampan dengan rambut basah dan kemeja basah sehingga tubuhnya yang kekar tercetak dikemeja itu. Terlebih karena suasana yang sangat mendukung, diatas kapal pesiar dikamar mewah yang romantis serta ditengah guyuran hujan malam ini


Entah siapa yang memulai duluan, kini kedua bibir itu mulai menyatu. Saling meluma* habis dan dipenuhi nafs*. Tak hanya Jiana yang menginginkan Bryan namun Bryan pun sangat menginginkan istrinya. Meskipun lelah mendera namun tak menyurutkan semangat keduanya untuk menuju surga dunia yang kesekian kalinya


Bryan menarik Jiana berdiri, menggeret wanita itu menuju ranjang tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Tangan keduanya tak diam saling membuka pakaian hingga tiba didekat ranjang keduanya sudah sama-sama tanpa busana


Bryan membaringkan setengah tubuh Jiana diatas ranjang sementara kaki itu menyampai kebawah. Lalu ia menindi* Jiana dan kembali melabuhkan bibirnya yang masih basah oleh salivanya dan Jiana


Bryan mulai mencecapi setiap inci kulit halus Jiana, ia berikan tanda merah dileher, dada dan buah dada yang paling penuh membuat tubuh Jiana meliuk-liuk tak karuan. Dan saat Bryan mulai mengulum puncak buah dada dimulutnya Jiana mulai bersuara


" Uhmmm .. "


Setelah puas dibuah dada, bibir Bryan segera turun pada perut, menodai perut itu dengan tanda merah lalu kian turun semakin turun membuat Jiana berjingkat dengan bibir Bryan yang sudah diatas kewanitaannya. Jiana segera bangun dan menahan Bryan untuk berbuat lebih jauh, ia menangkup wajah Bryan dan menggelengkan kepala


" Kenapa selalu menahanku? aku ingin menyentuhnya." tatapan itu sungguh serius dimata Jiana dengan tubuh yang berlutut dilantai


" Tidak jangan .."


Bryan tak menurut karena rasa penasarannya Bryan membuka paksa kedua kaki Jiana. Jakunnya naik turun karena terus meneguk ludahnya kasar tapi seperkian detiknya jemari Jiana menghalangi pemandangan indah Bryan


" Jia .. "


Sekali lagi Jiana menggelengkan kepalanya pelan tapi yang Bryan lakukan malah menepis jemari itu menahan dengan tangannya agar tak mengganggu Bryan lagi. Kali ini pria itu sukses mendaratkan bibirnya pada daging lembut Jiana


" Emmmh .. " Jiana sungguh tak tahan untuk tak mengeluarkan suaranya


" Bryan aahhhmmm.. " desahnya panjang dengan kepala tak diam


Bryan meraup daging lembut itu begitu rakus, nafs* nya benar-benar bangkit karena tempat lahir Kya. Bryan juga memakai lidahnya disana membuat Jiana tak tahan hingga mengulum jemarinya sendiri saking nikmatnya permainan suaminya itu


" Bryan .. aku tidak tahan .. aku mau keluar menjauhlah." perintah Jiana ditengah gulungan nikmatnya mencoba menjauhkan kepala Bryan namun pria itu malah semakin menarik kedua paha Jiana mendekat hingga kedua kaki Jiana menyampai dikedua pundaknya


Akhirnya Jiana tak dapat menahannya lagi, tubuhnya bergetar dan menghimpit kepala Bryan dengan kedua kakinya, cairannya meleleh keluar yang saat itu juga dihisap dan diteguk habis Bryan. Pria itu menikmati semuanya tanpa merasa jijik sedikitpun. Bryan juga masih menatap milik Jiana yang memerah dan ia sangat bernaf*u mengulanginya lagi. Bryan menyentuh dengan ibu jarinya lembut


" Aaah .." Jiana kembali mengeluarkan suaranya


Lalu wanita itu menarik Bryan agar berdiri. Dengan gerakan cepat Jiana mengulurkan jemarinya memegang milik Bryan yang menengang bak tiang bendera didepan matanya dan tanpa aba-aba memasukan burung yang ukuran jumbo itu kedalam mulutnya hingga mulut mungilnya penuh


" Ooouuuuuuh shiiiiittt. " erangan panjang itu keluar dari bibir Bryan, ia tak menyangka Jiana akan melakukannya. Sangat nakal dan menggairahkan dimata Bryan. Setiap wanita yang ia tiduri melakukan hal yang sama namun entah mengapa tak senikmat sentuhan istrinya. Untuk kesekian kalinya Bryan pikir Jiana sangat berbeda dan istimewa


" Oouhh baby akhhmmhhh nakal."


" Yeah seperti itu, ooouuhh .. " racau Bryan seraya menyusupkan jemarinya pada rambut Jiana, sedikit mencengkram rambut itu


" Emmhh yeah ssssshhhh aaahhh .. " Bryan terus saja mengerang sambil menatap Jiana yang entah kenapa terlihat sangat menikmati burungnya, wanita galak itu ternyata sangat liar diranjang, membuat kedua matanya merem melek


Bryan yang merasa gemas menekan kepala Jiana hingga miliknya yang besar dan panjang itu masuk kerongga mulut Jiana lebih dalam, hal itu membuat Jiana melepaskan diri, wanita itu terbatuk-batuk karena Bryan. Jiana yang kesal memukul perut Bryan dengan kencang


" Uuuh I' m sorry baby, kamu terlalu menggairahkan." bisik Bryan terkekeh lucu melihat Jiana yang hampir muntah


Lalu Bryan memangku Jiana lebih ketengah, membaringkan tubuh itu pelan. Ia menatapi Jiana lalu mendekat untuk menjilat ludah Jiana yang melebar kepipinya, Jiana terkesima karena itu. Malam ini ia melihat sisi lain Bryan yaitu suaminya yang sangat barbar dimata Jiana


" Aku sungguh menginginkanmu Jia .. " ucap Bryan parau memposisikan dirinys diatas tubuh Jiana dengan satu sikut menumpu beban tubuhnya


Tubuh Jiana mulai menggeliat tatkala burung itu mulai menempel memberi rasa hangat pada permukaan kulit **** *************. Dan saat Bryan masuk dalam sekali hentakan kuat, wanita itu menjerit kencang. " Aaahh Bryan .. " membuat Bryan tersenyum, rasanya puas yang selalu Bryan rasakan ketika melihat sang istri yang dilanda kenikmatan karena dirinya


" Emmmhhh .. Aku juga sangat menginginkanmu." jawab Jiana tersengal menangkup wajah Bryan dengan kedua tangannya bersamaan juga dengan kedua kakinya yang melingkar dipinggang Bryan


Jiana meraup bibir itu diiringi dengan gerakan Bryan yang memaju mundurkan adiknya. Malam ini keduanya benar-benar merasakan tubuh masing-masing. Saling menyentuh, saling menikmati kenikmatan yang tiada habisnya


Keduanya juga saling merengkuh seolah tak ingin terlepas sedikitpun bahkan bibir keduanya tak berhenti bertaut. Suara decap bibir, suara Jiana dan Bryan juga suara derit ranjang dan kedua tubuh yang saling berbentur benar-benar menemani malam sunyi ditengah laut ini


Dan tak berapa lama sebuah guncangan hebat disertai ledakan hangat dibawah sana membuat Jiana menjeritkan nama Bryan, kedua tangannya kali ini mencengkram punggung Bryan dan melukai punggung itu dengan cakaran kukunya. Tubuh Jiana bergetar, cairannya kini membaur dengan lelehan hangat dirahimnya membasahi burung jumbo yang perlahan mulai menciut tidur


Setelah nafasnya kembali normal, Bryan mengangkat wajahnya dari ceruk leher Jiana. Dan bibirnya langsung saja mendarat dipipi Jiana, mengecupnya pelan. Lalu kedua tangan Bryan naik keatas mengurung kepala Jiana sambil menyatukan dahi mereka


" Sayang apa kamu masih mau?"


" Kenapa kamu masih mau?" tanya Jiana dengan senyum manisnya membelai dada Bryan yang dipenuhi keringat, Bryan tertegun dengan panggilan Jiana yang kian lembut untuknya


" Aku tak akan pernah menolak." saut Bryan tersenyum lebar


Jiana tersenyum menarik Bryan dan membenamkan wajahnya didada bidang itu, Jiana kecupi lembut dada itu sebelum naik keleher." I want you so much Bryan .." suara itu manja dan terdengar indah ditelinga Bryan


" Your are mine Jia .." saut Bryan parau


Kemudian Jiana kembali mengalungkan kedua tangannya dileher Bryan, menariknya pelan lalu memiringkan wajah untuk meraup bibir Bryan yang bengkak. Itu Bryan anggap sebagai jawaban iya, bibir Bryan mulai melahap bibir itu rakus


" Aahhh sssshh .. " desah Jiana saat merasakan burung yang sudah lunglai itu kini menegang lagi memenuhi miliknya, terasa lengket dan nikmat lagi dibawah sana


Bryan merengkuh Jiana lalu bangkit, keduanya dalam posisi duduk saling merengkuh dan saling mengimbangi gerakan tubuh masing-masing. Saat Jiana menunduk ia mencium kening Bryan yang membuat pria itu menengadah dan bibirnya langsung dicium Jiana. Bryan senang bukan kepayang, penantiannya selama enam bulan ini mengambil hati Jiana tak sia-sia. Kini wanita itu benar-benar menjadi milik Bryan seutuhnya tak hanya status namun semuanya milik Bryan sekarang yaa .. Jiana milik Bryan, dalam apapun, dimanapun dan apapun yang terjadi ...


" Your mine Jiana .." bisik Bryan


-


-