
-
-
Jiana segera menuju dapur untuk memasak. Ia sudah terlambat jadi tak akan memasak banyak, menu pagi ini hanya membuat nasi goreng untuk sarapan mereka. Kedua tangannya mulai sibuk mengambil bahan-bahan didalam kulkasnya
Sedangkan bi Amy juga yang baru datang untuk membantu Jiana mendadak tertawa membuat Jiana menoleh padanya. " Ada apa bi?" tanya Jiana
" Itu nya, Aden kepalanya sampai muter liat nyonya." saut bi Amy
Jiana terkekeh lalu menoleh pada Bryan yang sudah duduk dimeja makan menunggunya dengan Kya dalam pangkuan dan Queen yang duduk didepannya, wanita itu tampak fokus dengan ponselnya. Bryan tak henti tersenyum pada Jiana dengan tatapan memujanya
" Bryan memang suka berlebihan." saut Jiana tak memudarkan senyumnya
" Tapi Aden romantis, semalam menggendong nyonya yang sedang tidur." Jiana dibuat tersenyum kembali karena ucapan bi Amy
" Ya dia memang sangat romantis." sautnya memuji Bryan
Tak lama nasi goreng itu matang, Jiana segera meletakannya dimasing-masing piring yang sudah tersedia disana. Dibantu bi Amy Jiana membawa dua piring untuk Kya dan Bryan lalu meletakan masing-masing piring itu didepan Kya dan Bryan
" Mum Kya tidak suka wortel." gerutu gadis kecil itu menggelengkan kepalanya menatap sepiring nasi goreng diatas meja makan
" Sayang wortel sangat baik untuk tubuhmu." saut Bryan mengusap puncak kepala Kya
" Tidak mau not delicious."
Bryan terbahak dengan ucapan itu ia mencubit pipi Kya." Ayolah, itu bagus untuk matamu." Tapi Kya masih terus menggeleng dan tak bisa dipaksa. Akhirnya Bryan memisahkan potongan-potongan wortel itu kesisi piringnya dengan telaten dan hal itu membuat Jiana tersenyum tanpa henti. Terlihat sekali wajahnya sangat bahagia dimata siapapun membuat sang adik berdecih jijik dalam hati, pandangannya tak suka pada Jiana
Jiana menarik kursi disamping Bryan, mereka mulai sarapan dengan tenang. Sesekali juga tatapan Jiana tertuju pada Queen yang juga memakan makanannya meski pelan, wanita itu juga seperti Kya memisahkan wortel disisi piringnya
" Queen kau juga tidak suka wortel?" tanya Jiana membuat Queen mengangkat wajahnya dan menatap Jiana
Queen menggelengkan kepalanya pelan." Tidak!" sautnya lalu melirik Bryan yang hanya menatap Kya, gadis kecil itu sangat lahap memakan nasi goreng buatan ibunya membuat sang ayah tersenyum tanpa henti
" Dulu juga seseorang selalu melakukannya padaku, memisahkan wortel dipiring seperti yang kakak ipar lakukan pada Kya." tutur Queen, kali ini Bryan terpancing, pria itu mengangkat wajahnya menatap Queen dengan tatapan tak bisa diartikan
" Siapa?" tanya Jiana, wajah itu terlihat tak suka pada Queen yang terus menatap suaminya lalu menoleh pada Bryan yang seketika itu juga memalingkan wajah dari Queen dan beralih pada Kya
Queen beralih pada Jiana." Maaf itu urusan pribadi." saut Queen membuat Jiana menghela nafasnya dan berpikir Queen membalas ucapannya tadi
Akhirnya keheningan melanda meja makan itu dengan pikiran Jiana melebar kemana-mana. Entah kenapa ia merasa curiga melihat tatapan Queen pada suaminya, wanita itu seperti menyimpan sesuatu yang dalam pada Bryan
" Nyonya. " suara dengan lirih rendah itu memanggil Jiana dari belakang. Spontan Jiana menoleh ia terkejut melihat bi Amy dan suaminya berjalan sambil menangis mendekat padanya
" Bibi ada apa?" tanya Jiana berdiri dan mendekat
" Tentu saja Ji mengijinkan, kenapa bibi bicara seperti itu." saut Jiana memegang kedua tangan bi Amy.
" Nyonya pasti akan kerepotan nanti, rumah ini sangat besar." saut bi Ami menangis
" Astaga, kenapa bibi memikirkan hal yang tidak penting seperti itu. Aku tidak apa-apa, aku bisa mengurus semuanya."
" Aku akan memesan travel untuk kepulangan kalian. Bersiap-siaplah." Bryan menyaut dengan wajah merasa iba pada keduanya
Keduanya menuruti Bryan dan segera masuk kekamar memasukan barang-barang mereka kedalam tas besar. Tak lama keduanya keluar menuju pada Bryan dan Jiana yang kini duduk diruang tamu, saat melihat keduanya Jiana dan Bryan segera berdiri. Mereka beriringan mengantar kedua pembantunya itu keluar, disana sebuah mobil travel yang Bryan pesan untuk mereka sudah ada diluar gerbang
" Ini untuk kalian." ucap Bryan seraya memberikan amplok coklat berisi uang yang terlihat tak sedikit mengingat betapa tebalnya amplok coklat itu ketangan pak Deden
" Terima kasih Den, kami akan secepatnya kembali." sautnya memberikan senyuman yang begitu tulus untuk Bryan dan Jiana. Meskipun telah bekerja sebagai supir diberbagai tempat namun baru kali ini ia mendapat majikan yang benar-benar baik seperti Bryan meskipun terkadang sikap pria itu sombong dan berlaku seenaknya
" Bye bye .. " ucapan Kya yang lucu membuat kedua pekerja Bryan itu kembali tersenyum sebelum masuk kedalam mobil, entah kenapa keduanya merasa berat meninggalkan keluarga kecil itu meski hanya sementara
Bryan menggandeng Jiana lalu memberi kecupan lembut dipipi Jiana membuat Kya mengikutinya dan menyengir pada keduanya. Jiana dan Bryan tertawa dengan kelucuan itu. Tak lama Bryan mengajak Jiana pergi, mereka berencana mendaftarkan Kya untum sekolah paud hari ini
Mereka meninggalkan Queen sendirian dirumah, mobil dikendarai Bryan mulai melaju menuju sebuah sekolah elite yang tak jauh dari tempat tinggal mereka. Saat sampai Bryan segera keluar memutari mobil membuka pintu untuk Jiana meski ia ringkih dengan Kya dalam pangkuannya dan lucunya gadis itu sudah siap dengan ransel dipunggungnya
" Horee Kya sekolah. " teriak Bryan menyemangati putrinya
" Horee Kya akan punya banyak teman." sautnya ikut berteriak sambil bertepuk tangan. Gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya yang langsung dibalas Bryan dengan kecupan
Ketiganya masuk kedalam gerbang dan seketika itu juga menjadi pusat perhatian semua orang yang menunggu anak-anak mereka. Bryan maupun Jiana masuk kedalam ruang guru disana, mereka sudah disambut dengan guru yang sebelumnya Bryan hubungi terlebih dulu
Guru itu tampak terpesona pada Bryan hingga kedua matanya tak mengedip. Bukannya cemburu, Jiana malah terkekeh melihat hal itu. Ia sudah mempercayai suaminya dan berpikir Bryan tak akan tertarik karena nyatanya pria itu tak melirik guru wanita itu sedikitpun
Selesai mendaftar, hari ini juga Kya mulai belajar. Guru itu mengajak Jiana dan Bryan beserta Kya yang manja dalam pangkuan Bryan menuju kelas 0 dimana Kya akan belajar
Gadis kecil itu tampak merengut diawal hingga Bryan maupun Jiana harus membujuknya lebih dulu barulah gadis kecil itu mau turun dan masuk kekelasnya
" Kyasha .. perkenalkan dirimu pada teman-teman." perintah guru itu lembut berdiri didepan kelas dengan Kya
Kya tampak malu-malu lalu melirik ayah dan ibunya yang tak henti tersenyum memperhatikannya. Keduanya tampak bangga pada putri mereka yang memiliki wajah cantik dan selalu bertingkah lucu
" Namaku Kyasha .. aku putri Mum Jia dan Daddy Blayen." suara malu-malu itu membuat Bryan dan Jiana tertawa. Bryan menggandeng Jiana dengan bibir tak henti mentertawakan putri mereka
-
-