Stuck With Mr Bryan?

Stuck With Mr Bryan?
Chelsea pengganti Kya



-


-


Sudah sebulan ini tangisan-tangisan bayi selalu memenuhi rumahnya dan Jiana. Saat itu Bryan sudah selesai memakai setelan kerjanya, pria itu keluar dari kamar mencari Jiana untuk memasanhgkan dasi dilehernya


Bryan langsung masuk kekamar sikembar, istrinya sedang mengaming-ngaming Zayn sambil menyusuinya. Zayn memang lebih cengeng dibanding kedua adiknya. Bryan langsung mendekap tubuh itu dari belakang, memberi kecupan lembut dipuncak kepala Jiana


" Hay Zayn .. " sapanya pada Zayn yang lahap menyusu pada Jiana dengan suara tangisan terkulum didalam mulutnya. Bryan tertawa merasa lucu melihat airmata Zayn yang menggantung dikedua matanya, lalu mengulurkan jemari mengusap airmata itu


Ia kembali beralih pada Jiana, memiringkan kepala menatap wajah Jiana yang semakin hari semakin manis apalagi kini Jiana mulai kembali merawat tubuhnya dengan berolahraga, kini tubuhnya berisi dan berlekuk lagi


Bibir Bryan mendarat mesra dileher Jiana


" Boy .. " tegur Jiana


" Hmm aku tahu .. " sautnya menghela nafas


" Aku sedang menyusui Zayn .. "


" Iya .. " Tapi Bryan tak berhenti malah terus menghujani leher Jiana dengan kecupan-kecupannya


" Kamu sudah membuat sarapan hmm?"


" Tunggu sebentar, setelah menidukan Zayn."


" Tidak usah, aku sarapan dikantor."


" Tidak aku tahu kamu tidak menyukainya. Tunggulah sebentar sayang." Bryan tersenyum lalu menggeret Jiana, ia duduk diatas ranjang dimana biasanya pengasuh mereka tidur sembari menjaga sikembar namun kini gadis itu sedang mengambil cuti karena harus mendaftarkan diri masuk perguruan tinggi


Bryan mendudukan Jiana dipangkuan tanpa melepaskan dekapannya. Ia juga menatap Zayn dalam gendongan Jiana dengan senyum tak memudar. Bryan kembali mendaratkan bibirnya dileher Jiana membuat tubuh itu bergidig geli saat lidah hangat Bryan mulai menyentuh permukaan kulitnya


Jiana menoleh mengelus pipi Bryan


" Sudah selesai?"


" Hmm." saut Jiana membuat Bryan melepaskannya, Bryan menurunkan Jiana lalu mengambil alih Zayn ditangan Jiana, ia kecup kening jagoannya itu sebelum meletakan tubuh mungil itu dalam box bayi


Sejenak Bryan menatap bayi-bayinya dan tersenyum. Kemudian mendekati Jiana yang juga tersenyum manis padanya


" Pasangkan untukku." perintahnya memberikan dasi pada Jiana yang langsung mengambilnya. Jiana memasangkan dasi itu dileher Bryan


" Kamu lembur lagi?" tanyanya


" Ya, pekerjaanku sangat banyak." Jiana tampak murung


" Akan kuselesaikan secepatnya."


" Sayang .. "


" Iya .. " saut Jiana


" Mana senyummu." Jiana memaksakan senyumnya yang mana langsung disambut kecupan lembut bibir Bryan. Selama seminggu ini Bryan berusaha menyibukan dirinya dengan berlembur sehingga saat ia pulang Jiana sudah tertidur. Bryan melakukan itu karena tak mau tergoda dan memaksa Jiana, sementara Bryan haeus menunggu sampai 3 bulan lebih lagi


Saat selesai Jiana tiba-tiba memeluk Bryan sambil menengadahkan wajah dan tersenyum pada Bryan." Ada apa?" Bryan mengusap dari dahi kepuncak kepala dengan jemarinya


"Pulanglah lebih cepat, kita sudah lama tak makan malam bersama."


" Aku akan berusaha!" sautnya lalu mengecup kening Jiana dengan lembut


" Love you .. " bisiknya yang hampir setiap hari didengar Jiana


Jiana hanya tersenyum sembari menangkup wajahnya." Kiss me." Bryan melakukannya ia memberikan dua kecupan lembutnya


" More?" tanya Bryan, Jiana mengangguk dengan manjanya


Cup


Cup


Cup


Cup


Cup


Hujan kecupan Jiana dapatkan


" More .. " ucap Jiana


" Ah berhenti menggodaku sayang, aku harus pergi bekerja." Bryan melepaskan Jiana lalu berusaha menghindari Jiana dengan meninggalkan


" Jia stop .. " keluh Bryan membuat Jiana terkikik lucu lalu memaksa membalikan tubuh itu, wanita itu memberikan senyum menggodanya membuat sekujur tubuh Bryan memanas, nafas Bryan mulai memburu


" I miss you." ucapnya lagi dengan manja lalu bergerak berlutut dilantai. Bryan terkejut, ia terpaku saat Jiana menurunkan resleting celananya


" Turn on .. " bisiknya menengadah pada Bryan dengan senyum nakal lalu mengeluarkan adik Bryan yang sudah mengeras sempurna, ia beri elusan lembut


" Aaahh .. " Bryan tak bisa menahan dirinya, pria itu mendessah panjang menatap Jiana, mulut mungil itu memaksakan adiknya masuk kedalam


" Aaah Jia .. "


" Eeemmhh uuuhmm .. " suara Jiana begitu menggoda Bryan hingga ia mengulurkan jemarinya menyusup pada celah rambut Jiana yang tergerai. Wanita itu tampak menikmati permainannya sendiri, memasuk keluarkan adik Bryan dimulutnya


" Aahhh shiiit. " Bryan tak tahan melihat Jiana, lihatlah lidah itu menjilati adiknya dari ujung ke pangkalnya hingga tubuh Bryan tak diam membuat kedua tangan Jiana naik keatas menahan bokong Bryan agar pria itu diam


Lama Bryan merasakan adiknya didalam mulut Jiana, pria itu kemudian menarik Jiana berdiri. Ia membopong Jiana membawanya keranjang dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar. Bryan merangkak menaiki tubuh Jiana dan meraup bibir yang basah oleh saliva itu dengan rakus sambil menarik satu tangan Jiana, menuntun mengelus adiknya


Jiana mempercepat elusannya dibawah sana. Wanita bersemangat memuaskan suaminya." Aaahh .. " Bibir Bryan terbuka lebar


Oek


Oek


Oek


" Aaah Chelsea sebentar sayang .. " racau Bryan membuat Jiana tersenyum, wanita itu menarik leher Bryan dengan satu tangannya lalu mendaratkan bibirnya, keduanya berciuman mengabaikan tangisan bayi mereka. Jiana semakin cepat dibawah sana, kian cepat, cepat, cepat


" Aaah damn it .. " Bryan mengerang panjang, tak lama lelehan cairan putih kental itu memenuhi jemari Jiana. Jiana menatap Bryan dengan senyum dibibir lalu mengusap lembut bibir yang menganga itu dengan ibu jarinya


Dengan nafas yang masih tersengal Bryan mengecup bibir Jiana." Thank you .. " bisiknya lalu beranjak bangun berlari mendekati box bayi Chelsea, lucunya bayi itu berhenti menangis saat didekati Bryan


" Aah ini dia calon pengganti kaka Kya, senang mengganggu Daddy dan Mum hmm?" Bryan tersenyum lucu sambil melirik Jiana yang tak memudarkan senyum lalu beringus bangun mengambil tisue untuk membersihkan tangannya yang dipenuhi sper*a sang suami


Lalu menggendong bayi mungil itu membawanya pada Jiana, ia duduk disisi ranjang menatap Chelsea yang juga menatapnya. Bryan mencium bibir mungil itu begitu gemas membuat Chelsea kembali menangis


" Astaga ini Daddy sayang .. " Bryan tertawa lucu dan itu menjadi pemandangan indah Jiana, setiap pagi setiap malam, setiap akan pergi bekerja setiap pulang kerja dan sebelum tidur ia selalu melihat pemandangan indah itu dimana Bryan selalu menggendong bayi-bayi mereka, mengajak sikembar bicara padahal mereka sama sekali belum mengerti apa yang ayah mereka bicarakan. Terlihat sekali pria itu sangat menyayangi anak-anaknya


" Chelsea .. hay Chelsea .. anak cantik Daddy .. " ucapnya membuat sang istri tersenyum untuk kesekian kalinya lalu mendekat. Wanita itu terkekeh melihat adik Bryan yang masih menyembul dari balik celananya


Jiana berjongkok dan langsung memasukan adik suaminya itu masuk lagi kedalam celananya lalu menaikan resletingnya hingga tertutup rapat. Jiana menengadah pada Bryan yang tersenyum menatapnya, ia berangsur berdiri menangkup wajah Bryan dan mengecup bibirnya


" Aku akan membuat sarapan."


" Tidak usah sayang, kemarilah jaga Chelsea."


" Boy .. "


" Sarapan tadi sudah cukup untukku." Jiana menepuk bibir itu dengan begitu gemas, keduanya tertawa beberapa saat lalu Jiana mengambil alih Chelsea digendongan Bryan


Cup


Bryan mengecup kening Chelsea membuat pandangan bayi itu tertuju padanya begitu lucu dimata Bryan


" Dia melihatku." gumam Bryan dengan senyum merekah


" Jangan nakal hmm, jangan menyusahkan mum." bisik Bryan lalu kembali mencium kening Chelsea. Bayi mungil itu menguap membuat kedua orangtuanya merasa terharu. Kemudian Bryan beralih pada Jiana


" Aku suka permainanmu." bisiknya mengelus pipi Jiana


" Kamu yakin tidak sarapan dirumah?" Bryan menggeleng pelan


" Nanti saja makan malam."


" Ya aku akan memasak makanan kesukaanmu." Bryan mengangguk


" Aku lebih suka permainanmu dari pada apapun."


Bryan berdiri menjulang didepan Jiana


" Jadi kamu tidak suka dengan .. "


" Aah itu jangan ditanya lagi, itu favoritku." ucapnya lalu membungkuk mengecup kening Jiana


" Dia lebih seksi, dia sangat harum dan .. sempit." Bisik Bryan nakal lalu benar-benar berlalu pergi meninggalkan Jiana, selama ini ia tahu Bryan selalu menahan diri. Jiana juga tersenyum lucu, ia ingin tahu seberapa lama Bryan tahan untuk tak menyentuhnya


" Pria mesum itu .. tapi aku sangat mencintainya!" gumam Jiana


-


-